Arsenal Menanti Martin Odegaard: Kembalinya Sang Kreator Bisa Jadi Kunci Amankan Trofi

Arsenal Menanti Martin Odegaard: Kembalinya Sang Kreator Bisa Jadi Kunci Amankan Trofi
Momen selebrasi Martin Odegaard usai mencetak gol dalam laga Liga Inggris antara Arsenal vs Brighton di Emirates Stadium, 27 Desember 2025 (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Kekalahan Arsenal dari Manchester City di final Carabao Cup meninggalkan kekecewaan tersendiri bagi skuad Mikel Arteta. Namun, di balik hasil itu, ada satu pelajaran penting yang kembali terlihat jelas: tim elite membutuhkan gelandang kreatif untuk membuka pertahanan lawan.

Masalahnya, Arsenal justru kehilangan beberapa opsi kreatif di lini tengah dalam periode tersebut. Cedera betis yang dialami Eberechi Eze memperparah situasi, karena Martin Odegaard dan Mikel Merino juga sempat absen dalam waktu yang hampir bersamaan.

Kabar baiknya, Odegaard diperkirakan segera kembali menjalani latihan penuh. Jika itu terjadi, Arteta akhirnya kembali memiliki opsi yang lebih beragam di lini tengah untuk menghadapi padatnya jadwal pertandingan.

1 dari 4 halaman

Arsenal Kehilangan Variasi Tanpa Odegaard, Eze, dan Merino

Pemain Arsenal, Martin Odegaard, menerima ban kapten dari Declan Rice saat ia masuk ke lapangan pada laga fase liga Liga Champions antara Arsenal vs Bayern Munchen, 26 November 2025 (c) AP Photo/Kin Cheung

Pemain Arsenal, Martin Odegaard, menerima ban kapten dari Declan Rice saat ia masuk ke lapangan pada laga fase liga Liga Champions antara Arsenal vs Bayern Munchen, 26 November 2025 (c) AP Photo/Kin Cheung

Ketiadaan tiga gelandang dengan karakter berbeda membuat Arsenal kesulitan mengubah dinamika permainan. Dalam laga melawan Manchester City, Arteta praktis tidak memiliki cukup pilihan untuk menggeser pendekatan taktik di tengah pertandingan.

Arteta sendiri mengakui pentingnya memiliki banyak opsi pemain, terutama di tengah jadwal yang sangat padat.

“Kembalinya mereka membantu tim dan membantu setiap individu. Kami ingin memiliki opsi dengan banyaknya pertandingan dalam jadwal kami,” kata Arteta kepada wartawan.

Ia menambahkan bahwa Arsenal musim ini belum sepenuhnya menikmati kedalaman skuad tersebut.

“Sejauh ini kami belum merasakan itu. Jadi saya menantikan semua pemain kembali, sehingga kami bisa mengubah profil permainan, melakukan perubahan selama pertandingan, dan memilih pemain dengan kondisi terbaik setiap saat.”

Pernyataan Arteta tentang mengubah profil pemain menjadi poin krusial. Pasalnya, Odegaard, Eze, dan Merino menawarkan karakter yang sangat berbeda di lini tengah Arsenal.

2 dari 4 halaman

Perbedaan Karakter Tiga Gelandang Arsenal

Gelandang Arsenal, Martin Odegaard dibayangi pemain Portsmouth, John Swift di laga Piala FA, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Kin Cheung

Gelandang Arsenal, Martin Odegaard dibayangi pemain Portsmouth, John Swift di laga Piala FA, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Kin Cheung

Eberechi Eze memberikan dimensi ancaman lewat tembakan jarak jauh. Keberaniannya menembak dari luar kotak penalti menjadi faktor penting dalam kebangkitan performanya musim ini.

Golnya ke gawang Bayer Leverkusen menjadi salah satu contoh paling menonjol. Namun bahkan ketika tidak mencetak gol, keberanian Eze menembak tetap membantu Arsenal menjaga momentum serangan, seperti saat menang 2-0 atas Everton.

Di sisi lain, Mikel Merino membawa kualitas berbeda. Ia dikenal memiliki insting posisi yang tajam, yang membuatnya beberapa kali mencetak gol penting ketika Arsenal kehilangan para penyerang utama akibat cedera.

Sementara itu, Odegaard tetap menjadi pengatur utama kreativitas tim. Walau kontribusi playmaking-nya tidak seproduktif musim-musim sebelumnya, kapten Arsenal itu tetap terlibat dalam sejumlah gol penting sepanjang musim.

3 dari 4 halaman

Statistik Menunjukkan Pengaruh Besar Odegaard

Pemain Arsenal, Martin Odegaard (kiri), berebut bola dengan pemain Manchester United, Casemiro, dalam pertandingan Premier League, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Pemain Arsenal, Martin Odegaard (kiri), berebut bola dengan pemain Manchester United, Casemiro, dalam pertandingan Premier League, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Secara jumlah menit bermain di Premier League musim ini, Odegaard memang tidak berada di posisi teratas dalam skuad Arsenal. Ia hanya mencatat 1.076 menit bermain dan berada di peringkat ke-13 dari 24 pemain yang digunakan Arteta.

Meski begitu, kontribusinya tetap signifikan. Odegaard masih menjadi salah satu pemain dengan assist terbanyak di Arsenal dengan lima assist liga.

Jika dilihat dari statistik per 90 menit, pengaruhnya bahkan lebih jelas. Ia memimpin dalam rata-rata assist dengan angka 0,42 per pertandingan.

Tanpa tembakan jarak jauh Eze atau pergerakan Merino di kotak penalti, umpan-umpan kreatif seperti inilah yang semakin dibutuhkan Arsenal untuk membongkar pertahanan lawan.

4 dari 4 halaman

Cedera Membuat Musim Odegaard Tidak Stabil

Musim Odegaard sejauh ini terganggu oleh enam cedera berbeda. Akibatnya, kemampuan umpan terobosannya hanya terlihat sesekali, bukan secara konsisten seperti musim sebelumnya.

Assist pertamanya di liga musim ini datang dari situasi bola mati saat melawan Newcastle pada September. Umpan sepak pojoknya disundul masuk oleh Gabriel.

Meski begitu, kreativitas Odegaard lebih terlihat dalam permainan terbuka. Contohnya saat Arsenal menang 3-2 atas Bournemouth di awal Januari.

Dalam laga itu, ia mengirim umpan terobosan dari sisi kanan yang membelah lini belakang Bournemouth untuk dikejar Bukayo Saka. Situasi tersebut memaksa kiper dan bek lawan keluar dari posisinya, membuka ruang bagi Declan Rice untuk mencetak gol.

Jenis umpan seperti ini tidak terlalu sering diterima Saka musim ini. Padahal, kombinasi keduanya sebelumnya menjadi salah satu sumber ancaman utama Arsenal.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL