
Bola.net - Kemenangan Arsenal atas Chelsea nyatanya tak cukup memuaskan legenda Premier League, Yaya Toure. Tiga poin krusial di Emirates Stadium itu justru menyisakan tanda tanya besar terkait kualitas permainan The Gunners.
Laga derbi London pada Minggu (1/3/2026) malam WIB memang berakhir manis lewat skor 2-1. Gol William Saliba dan sundulan Jurrien Timber yang mengapit gol bunuh diri Piero Hincapie memastikan tim asuhan Mikel Arteta mengamankan poin penuh. Sayangnya, ada celah taktik yang terlihat sangat jelas di atas lapangan.
Baik Toure maupun legenda klub, Patrick Vieira, kompak menyoroti kebuntuan kreativitas skuad Meriam London. Absennya sang kapten, Martin Odegaard, dituding sebagai biang kerok mandeknya aliran bola dari lini tengah ke depan.
Kondisi ini membuat Arsenal dianggap bermain terlalu aman. Sebuah alarm bahaya yang wajib diwaspadai mengingat persaingan gelar juara semakin memanas usai Manchester City sukses membungkam Leeds United.
Kehilangan Sosok Jenderal Lapangan

Toure secara terang-terangan menyebut Arsenal kehilangan roh permainan mereka. Odegaard diketahui sudah absen sebagai starter dalam sembilan laga terakhir.
Cedera dan penurunan performa memaksa sang kapten menepi, memberi ruang bagi nama lain seperti Eberechi Eze. Namun, pergantian ini rupanya belum bisa menutup lubang kreativitas. Eks gelandang Manchester City itu merindukan umpan-umpan mematikan dari sang playmaker.
"Anda juga harus paham bahwa Martin Odegaard sang kapten adalah pemain yang brilian dan bagi saya dia adalah kehilangan besar," kata Toure.
"Dia bermain di antara lini, dia bergerak dengan sangat baik, saya menyukai tipe pemain seperti ini," tambahnya.
Menang Lewat Bola Mati Belum Cukup

Tentu saja Toure tidak menampik pentingnya kemenangan di laga krusial sekelas derbi. Hanya saja, sebagai penikmat sepak bola, ia berharap lebih dari sekadar mengandalkan gol lewat skema bola mati.
Pola serangan balik dan tusukan mematikan khas Arsenal seolah menghilang di hadapan pertahanan The Blues.
"Babak pertama lumayan, lumayanlah. Tapi saya merasa sedikit kecewa karena kami ingin melihat serangan dan peluang, tapi kami hanya melihat tiga gol dari bola mati," keluhnya.
"Untuk sebuah derbi, ini aneh. Menang hari ini jelas sangat penting bagi Arsenal, tapi sebagai penggemar saya ingin melihat lebih banyak," tegas Toure.
Kritik Tajam dari Sang Legenda

Sentimen serupa ternyata juga datang dari Patrick Vieira. Mantan kapten masa kejayaan Invincibles ini menyoroti ketidakmampuan barisan depan membongkar taktik defensif lawan.
Status elit sebagai pemuncak klasemen liga domestik dan Eropa seharusnya diimbangi dengan dominasi penuh di atas lapangan hijau. Apalagi mereka juga sudah menginjakkan kaki di partai final kejuaraan piala.
"Saya sedikit kecewa, tapi yang terpenting adalah menang," ucap Vieira.
"Ketika Anda berada di puncak klasemen Liga Champions, puncak klasemen Premier League, di final piala, ekspektasinya lebih tinggi. Anda mengharapkan lebih dari Arsenal ini," urainya lebih lanjut.
Beban Mental Puasa Gelar

Vieira lantas mencoba membedah alasan di balik permainan super hati-hati bekas timnya tersebut. Ia mencium ada tekanan psikologis hebat yang kini menghantui skuad Arteta.
Puasa gelar liga selama 22 tahun jelas bukan beban ringan. Tekanan inilah yang membuat para pemain ragu untuk mengambil risiko eksplosif seperti di awal musim.
"Mungkin ada sedikit keputusasaan dan stres karena mereka sangat ingin meraih hasil bagus sehingga Anda tidak berani mengambil risiko seperti di awal musim," analisa Vieira.
Kini, ujian mentalitas itu akan langsung mendapat tantangan baru. Rabu malam mendatang, Meriam London harus bertandang ke markas Brighton yang tengah on fire usai mencetak dua kemenangan beruntun atas Brentford dan Nottingham Forest.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tren Performa Aston Villa, Rekor Tandang Chelsea, Duel Pemain Kunci
Liga Inggris 2 Maret 2026, 17:47
-
Dapat Kartu Merah di Laga Arsenal vs Chelsea, Pedro Neto Dicap Idiot
Liga Inggris 2 Maret 2026, 15:07
-
Arsenal Kalahkan Chelsea dengan Cara Paling Arsenal!
Liga Inggris 2 Maret 2026, 14:51
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR