Arsenal vs Man Utd: 4-3-3 Mikel Arteta Lawan 4-2-3-1 Michael Carrick, Siapa Bakal Menang?

Arsenal vs Man Utd: 4-3-3 Mikel Arteta Lawan 4-2-3-1 Michael Carrick, Siapa Bakal Menang?
Arsenal vs Manchester United di lanjutan Liga Inggris, 25 Januari 2026. (c) Bolanet

Bola.net - Arsenal dan Manchester United akan saling menguji kekuatan pada pekan ke-23 Premier League, Minggu (25/1), di Stadion Emirates. Pertandingan ini bukan sekadar adu gengsi, tetapi juga benturan dua struktur permainan yang sedang menemukan bentuk terbaiknya.

Arsenal datang sebagai pemuncak klasemen dengan identitas permainan yang matang di bawah Mikel Arteta. Sementara itu, Manchester United menunjukkan tren positif sejak ditangani Michael Carrick, termasuk kemenangan meyakinkan atas Manchester City.

Dari sisi statistik dan stabilitas permainan, Arsenal berada di posisi lebih menguntungkan. Namun, United membawa momentum serta kepercayaan diri baru yang membuat laga ini jauh dari kata mudah bagi tuan rumah.

Pertandingan ini berpotensi ditentukan oleh detail-detail kecil: bagaimana masing-masing tim mengontrol ruang, mengelola tekanan, dan memaksimalkan pemain kunci di area sentral lapangan.

1 dari 3 halaman

Arsenal: Dominasi Struktur dan Kontrol Ruang

Pemain Arsenal, Viktor Gyoekeres dan Declan Rice merayakan gol ke gawang Brighton, 27 Desember 2025. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Pemain Arsenal, Viktor Gyoekeres dan Declan Rice merayakan gol ke gawang Brighton, 27 Desember 2025. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Arsenal diperkirakan tetap setia dengan formasi 4-3-3, fondasi utama permainan Arteta. Sistem ini menekankan penguasaan wilayah, tekanan balik agresif, serta garis pertahanan tinggi yang mempersempit ruang bermain lawan.

Di jantung pertahanan, William Saliba menjadi figur krusial. Statistik menunjukkan Arsenal hanya kebobolan satu gol setiap 115 menit saat bek Prancis itu berada di lapangan, sebuah indikator nyata stabilitas lini belakang mereka.

Dominasi tanpa bola juga menjadi kekuatan Arsenal. Dalam lima laga liga musim ini, mereka berhasil menahan lawan tanpa satu pun tembakan tepat sasaran, bukti efektivitas struktur defensif kolektif.

Di lini depan, peran penyerang tengah sangat menentukan. Viktor Gyokeres diunggulkan menjadi starter, dengan kemampuan menekan dan menyerang ruang yang melengkapi pergerakan Bukayo Saka serta Leandro Trossard, yang kerap masuk ke area sentral tanpa pengawalan.

2 dari 3 halaman

Manchester United: Vertikal, Kreatif, dan Agresif

Aksi Bruno Fernandes (kanan) di laga Manchester United vs Manchester City, Sabtu (17/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Aksi Bruno Fernandes (kanan) di laga Manchester United vs Manchester City, Sabtu (17/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Michael Carrick kemungkinan mempertahankan formasi 4-2-3-1 yang sukses meredam Manchester City. Pendekatan ini menitikberatkan sirkulasi cepat, progres vertikal, dan agresi terukur di lini tengah.

Bruno Fernandes menjadi pusat dari seluruh dinamika serangan United. Ia memimpin liga dalam penciptaan peluang dengan 62 kesempatan dan sembilan assist, sekaligus menjadi penggerak utama xG dan volume tembakan United di era Carrick.

Di belakang Fernandes, duet Casemiro dan Kobbie Mainoo menawarkan keseimbangan. Casemiro berperan sebagai jangkar transisi, sementara Mainoo memberi solusi progresi bola untuk keluar dari tekanan tinggi Arsenal.

Di sektor sayap, Bryan Mbeumo menjadi ancaman utama dengan tujuh gol liga. Pergerakan vertikalnya penting untuk mengeksploitasi garis pertahanan Arsenal, sementara Amad Diallo dan Patrick Dorgu menambah variasi serangan dari sisi berlawanan.

Sumber: FotMob


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL