Bagaimana Sesi Latihan Chelsea Setelah Kepergian Enzo Maresca? Pemain 'Lapar' dan Siap Terkam Man City

Bagaimana Sesi Latihan Chelsea Setelah Kepergian Enzo Maresca? Pemain 'Lapar' dan Siap Terkam Man City
Pelatih Chelsea U-21, Calum McFarlane ditunjuk sebagai pelatih interim Chelsea jelang laga melawan Manchester City di Liga Inggris. (c) dok.ChelseaFC

Bola.net - Udara dingin menyelimuti pusat latihan Cobham di awal tahun ini. Namun, atmosfer di atas lapangan justru terasa sangat panas dan membara.

Calum McFarlane, pelatih kepala Chelsea U-21 yang mendadak ditunjuk memimpin tim utama menggantikan Enzo Maresca, merasakan energi yang berbeda. Ia baru saja menyelesaikan sesi latihan perdana bersama skuad senior jelang laga mahaberat melawan Manchester City pada lanjutan Liga Inggris.

Beban berat memang ada di pundaknya. Kendati demikian, respons yang ditunjukkan para pemain bintang The Blues memberinya harapan besar untuk mencuri poin di Etihad Stadium.

McFarlane mengaku sudah mengenal beberapa pemain sebelumnya. Tetapi, perkenalan resminya sebagai pelatih interim membuka matanya tentang mentalitas skuad yang sebenarnya.

1 dari 3 halaman

Energi Meledak di Cobham

Pelatih interima Chelsea, Calum McFarlane. (c) dok.ChelseaFC

Pelatih interima Chelsea, Calum McFarlane. (c) dok.ChelseaFC

Alih-alih terlihat lesu atau bingung dengan perubahan manajemen, para pemain justru menunjukkan etos kerja yang mengerikan. McFarlane bahkan menyebut sesi latihan tersebut berjalan dengan intensitas luar biasa.

Ia melihat rasa lapar yang nyata dari sorot mata para pemainnya. Mereka seolah ingin membuktikan sesuatu di pertandingan hari Minggu nanti.

"Energi dan antusiasme dalam latihan sangat luar biasa hari ini," puji McFarlane kepada awak media.

"Mereka tampak sangat fokus, bersemangat, dan lapar. Mereka tahu kita akan menghadapi pertandingan besar pada hari Minggu, jadi kita harus berada dalam kondisi terbaik," tambahnya dengan nada optimis.

2 dari 3 halaman

Budaya Positif dan Peran Kapten

Transisi kepelatihan ini berjalan mulus berkat budaya klub yang solid. McFarlane menyoroti bagaimana sinergi antara tim akademi dan tim utama terjalin sangat kuat di Chelsea.

Dukungan mengalir deras dari segala arah. Mulai dari para direktur hingga pemain senior, semuanya satu suara untuk bangkit.

"Ada budaya yang sangat bagus di klub dalam hal dukungan dari tim utama, dari para direktur, semua orang tampak peduli," ungkap McFarlane.

Tak lupa, ia memberikan kredit khusus kepada sang kapten, Reece James. Bek kanan tersebut dinilai menjadi sosok kunci yang menyatukan ruang ganti di masa transisi ini.

"Reece sangat brilian, pemimpin sejati dalam grup. Dia telah mendukung staf dan para pemain. Ada fokus nyata untuk mendapatkan performa terbaik yang kami bisa pada hari Minggu," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Antara Rileks dan Gugup

Bagi McFarlane, memimpin tim di Premier League melawan Pep Guardiola adalah lompatan karier yang masif. Namun, ia mengaku perasaannya saat ini justru cukup tenang.

Respons positif pemain di lapangan membuatnya merasa tidak sendirian. Rasa percaya dirinya tumbuh karena melihat skuad yang begitu kooperatif dan profesional.

"Sejujurnya saya cukup santai. Saya yakin saat kita semakin dekat dengan pertandingan, mungkin akan lebih menegangkan," akunya sambil tersenyum.

"Tentu saja saya belum pernah bekerja di level ini sebelumnya, tetapi para pemain hari ini brilian dan itu membuat Anda percaya diri bahwa kita semua menjalaninya bersama-sama dan ini adalah kerja tim," tutup McFarlane.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL