Jelang Manchester City vs Chelsea: Cara Calum McFarlane Siapkan The Blues Lawan Man City dalam 2 Hari Saja

Jelang Manchester City vs Chelsea: Cara Calum McFarlane Siapkan The Blues Lawan Man City dalam 2 Hari Saja
Pelatih interima Chelsea, Calum McFarlane. (c) dok.ChelseaFC

Bola.net - Tugas mahaberat mendarat di pundak Calum McFarlane. Pelatih kepala Chelsea U-21 ini dipaksa memimpin skuad utama melawan Manchester City di Liga Inggris hanya beberapa hari setelah pemecatan Enzo Maresca.

Ini bukan sekadar laga biasa, melainkan duel panas di Etihad Stadium yang sarat gengsi, Minggu (5/1/2026) dini hari WIB. Waktu persiapan yang tersedia pun sangat mepet, nyaris tak masuk akal bagi sebagian orang untuk menghadapi juara bertahan.

McFarlane resmi ditunjuk mengambil alih kemudi tepat pada Hari Tahun Baru. Ia harus berpacu dengan waktu untuk meramu strategi di tengah badai transisi yang melanda The Blues.

Namun, sosok muda ini tak gentar dengan tantangan tersebut. Ia membeberkan bagaimana dirinya memaksimalkan setiap detik yang tersisa—baik di lapangan maupun di hotel, untuk menyatukan visi dengan Cole Palmer dan kawan-kawan.

1 dari 3 halaman

Rapat Kilat dan 'Kelas Teori' di Hotel

Pelatih Chelsea U-21, Calum McFarlane ditunjuk sebagai pelatih interim Chelsea jelang laga melawan Manchester City di Liga Inggris. (c) dok.ChelseaFC

Pelatih Chelsea U-21, Calum McFarlane ditunjuk sebagai pelatih interim Chelsea jelang laga melawan Manchester City di Liga Inggris. (c) dok.ChelseaFC

Proses transisi berjalan sangat cepat begitu manajemen klub mengambil keputusan besar. McFarlane langsung bergerak taktis mengumpulkan staf kepercayaannya pada hari Kamis untuk menyusun rencana darurat.

Jumat pagi menjadi momen krusial saat ia bertatap muka langsung dengan para pemain senior. Pertemuan ini bukan sekadar perkenalan, tapi penyamaan frekuensi jelang laga besar.

"Begitu direktur olahraga menjelaskan situasinya dan kami memutuskan seperti apa komposisi staf yang saya inginkan, kami menelepon beberapa orang dan semua datang dalam waktu singkat pada hari Kamis untuk bersiap menghadapi pertandingan besar hari Minggu," ungkap McFarlane mengenai kronologi penunjukannya.

Hanya ada dua hari efektif untuk berlatih di lapangan hijau. Sadar waktu tak berpihak padanya, McFarlane memutar otak dengan memanfaatkan waktu istirahat di hotel tim sebagai sarana transfer taktik.

"Kami mengadakan pertemuan pada Jumat pagi dengan direktur olahraga dan para pemain, hanya untuk menjelaskan situasi, memperkenalkan staf, dan memaparkan rencana untuk beberapa hari ke depan," imbuhnya.

Ia pun menambahkan detail strateginya dalam memaksimalkan waktu:

"Kami berlatih bersama selama dua hari. Dengan perjalanan tandang, Anda punya banyak waktu bersama pemain di hotel untuk mencari cara lain menyampaikan informasi, tidak hanya di lapangan rumput," jelas sang pelatih interim.

2 dari 3 halaman

Chelsea Takkan Lakukan Perombakan Besar

Selebrasi Enzo Fernandez usai mencetak gol di laga Chelsea melawan Bournemouth, 31 Desember 2025 pada lanjutan Liga Inggris. (c) AP Photo/Kin Cheung

Selebrasi Enzo Fernandez usai mencetak gol di laga Chelsea melawan Bournemouth, 31 Desember 2025 pada lanjutan Liga Inggris. (c) AP Photo/Kin Cheung

Menghadapi tim sekelas Manchester City dengan persiapan minim tentu berisiko tinggi jika melakukan perombakan radikal. McFarlane sadar betul akan bahaya tersebut.

Alih-alih membongkar pasang formasi secara ekstrem, ia memilih pendekatan yang lebih pragmatis. Fokusnya adalah menyuntikkan ide-ide segar tanpa merusak fondasi yang sudah terbangun sebelumnya.

"Jadi kami punya cukup waktu untuk menanamkan beberapa ide tentang seperti apa kami ingin permainan itu terlihat dan terasa," tegas McFarlane.

Ia memastikan tidak akan "menciptakan ulang roda" alias merombak sistem dari nol. Sentuhannya hanya akan berupa penyesuaian spesifik untuk mematikan strategi Pep Guardiola.

"Kami memiliki waktu terbatas dan saya pikir ada beberapa pekerjaan sangat bagus yang telah dilakukan sebelumnya, jadi ini hanya tentang memperkenalkan beberapa ide dan konsep saya sendiri tentang bagaimana saya pikir kami bisa sukses memenangkan pertandingan," paparnya dengan optimis.

"Tapi kami tidak mencoba menemukan kembali roda, bisa dibilang begitu. Ada pekerjaan hebat yang dilakukan sebelumnya, jadi kami hanya mencoba melanjutkannya," tambah McFarlane.

3 dari 3 halaman

Benang Merah Akademi dan Senior Chelsea

Satu keuntungan besar bagi McFarlane adalah keselarasan filosofi di tubuh Chelsea. Gaya main tim U-21 yang ia asuh memiliki DNA yang serupa dengan skuad senior.

Hal ini membuat proses adaptasi taktik menjadi jauh lebih mulus. Para pemain tidak perlu belajar bahasa sepak bola yang benar-benar baru dalam waktu singkat.

"Saya rasa saya tidak akan bekerja di Chelsea jika saya tidak sejalan dengan apa yang dilakukan di sini. Di U-21, kami mencoba bermain dengan ide yang sama seperti tim utama, untuk membuat transisi semudah mungkin," ujarnya menekankan pentingnya sinergi.

Kini, ujian sesungguhnya ada di depan mata. Publik menanti apakah racikan strategi kilat McFarlane mampu meredam keangkeran Etihad Stadium sore nanti.

"Jadi tanpa menjelaskan terlalu detail, ide-ide saya sangat mirip dengan apa yang diyakini klub sebagai cara yang tepat untuk mengembangkan dan memenangkan pertandingan sepak bola," pungkasnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL