Bola.net - - Bek Bayern Munchen, Jerome Boateng tidak memahami alasan Yaya Toure mengkritik Pep Guardiola terkait rasisme. Boateng mengaku tidak pernah memiliki masalah selama dilatih Guardiola.
Pada beberapa hari terakhir, Yaya Toure memang terus menyerang Guardiola dengan menuduhnya sebagai pelatih yang bertindak rasial terhadap pemain-pemain berdarah Afrika.
Pemain berdarah Pantai Gading ini bahkan menuding Guardiola iri dengan kemampuannya bersepak bola, yang berujung pada nasib Yaya Toure di bangku cadangan.
Namun Boateng merasa tudingan Yaya Toure itu tidak beralasan. Baginya, Guardiola adalah sosok yang super.
Menolak Berpendapat

Boateng akhirnya menolak berpendapat karena baginya dia tidak memilki kapasitas untuk menanggapi hal tersebut.
"Saya tidak bisa mengatakan opini saya. Saya belum pernah memiliki masalah dengan dia," ujar Boateng dikutip dari fourfourtwo.
"Sebaliknya, saya melihat dia sebagai pelath super dan karena itulah hal ini (kritik Toure) bagi saya sulit dimengerti."
Pengalaman Boateng

Pernyataan Boateng tersebut tentunya menjadi pukulan telak bagi Yaya Toure. Sebab Boateng sendiri adalah campuran Jerman-Ghana. Ibunya Jerman, Ayahnya berasal dari Ghana.
Boateng memang memilih Jerman sebagai negaranya, tapi itu bukan bererti darah Afrika hilang dari nadinya.
Karenanya, jika Guardiola memang bersikap rasial, seharusnya hal yang sama juga dialami Boateng. Tetapi kesaksian Boateng mengatakan sebaliknya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klose Berharap Sane Bisa Belajar Banyak dari Pencoretannya
Piala Dunia 8 Juni 2018, 14:56
-
Tolak Madrid, Aguero Tak Akan Tinggalkan Man City
Liga Inggris 8 Juni 2018, 14:20
-
Hubungan Aguero dan Guardola Baik-Baik Saja
Liga Inggris 8 Juni 2018, 14:00
-
Boateng Tak Mengerti Alasan Yaya Toure Membenci Guardiola
Liga Inggris 8 Juni 2018, 13:20
-
Sane Ditinggal Jerman, Ballack Jadi Curiga
Piala Dunia 8 Juni 2018, 11:47
LATEST UPDATE
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 22 Februari 2026
Voli 22 Februari 2026, 04:00
-
Man of the Match Lecce vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 22 Februari 2026, 03:18
-
Pertandingan 'Gila' di Championship: Wrexham Jungkalkan Ipswich Town 5-3
Liga Inggris 22 Februari 2026, 03:02
-
Man of the Match Osasuna vs Madrid: Ante Budimir
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:47
-
Man of the Match Chelsea vs Burnley: Joao Pedro
Liga Inggris 22 Februari 2026, 02:41
-
Hasil Osasuna vs Madrid: Bobol Menit Akhir, Los Blancos Tersungkur di El Sadar
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:38
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR