
Bola.net - Cedera lutut parah sempat membuat karier Gabriel Jesus berada di persimpangan. Striker Arsenal itu harus menepi lama setelah mengalami cedera ligamen anterior cruciate atau ACL pada Januari lalu.
Absen hampir satu tahun jelas bukan periode yang mudah bagi penyerang utama The Gunners tersebut. Proses pemulihan berjalan panjang, penuh keraguan, dan menuntut kesabaran ekstra.
Arsenal pun kehilangan salah satu ujung tombak penting mereka sepanjang musim. Situasi ini memaksa Jesus menjalani rehabilitasi intensif jauh dari lapangan hijau.
Namun perjuangan itu akhirnya berbuah manis. Awal bulan ini, Gabriel Jesus resmi kembali merumput dan memberi sinyal positif bagi Arsenal.
Komentar Gabriel Jesus Usai Comeback Panjang

Kembalinya Gabriel Jesus terjadi di panggung besar. Ia tampil sebagai pemain pengganti saat Arsenal menghadapi Club Brugge di Liga Champions.
Masuk pada 30 menit terakhir, penyerang asal Brasil itu langsung menunjukkan pergerakan yang agresif. Sentuhan bolanya tajam dan kepercayaan dirinya terlihat mulai pulih.
Bagi Jesus, laga tersebut bukan sekadar pertandingan biasa. Itu menjadi momen emosional setelah hampir 11 bulan berjuang melawan cedera serius.
Setelah laga, Jesus mengungkapkan perasaannya kepada Arsenal.com dengan jujur dan emosional. Ia berkata: "Dalam tiga bulan pertama, saya memiliki banyak keraguan di kepala saya, dan kemudian saya bisa lebih fokus pada apa yang Tuhan inginkan dari saya."
"Semua orang mengharapkan saya untuk mencetak gol, dan tentu saja, saya ingin mencetak gol. Saya memiliki beberapa peluang, tetapi meskipun demikian, saya sangat senang dan puas, karena bisa kembali dan kemudian memiliki beberapa sentuhan seperti yang saya miliki malam ini, dan kemudian cara saya bergerak, cara saya menguasai bola."
Peran Martinelli dalam Proses Pemulihan Jesus

Di balik comeback Gabriel Jesus, ada peran besar dari rekan setimnya, Gabriel Martinelli. Pemain sayap Arsenal itu ikut mendampingi Jesus selama masa pemulihan cedera ACL.
Martinelli bukan tanpa alasan terlibat aktif. Ia pernah mengalami cedera lutut sebelumnya dan memahami betul beratnya masa rehabilitasi panjang.
Kedekatan sebagai sesama pemain Brasil juga membuat komunikasi keduanya berjalan lebih alami. Martinelli kerap hadir untuk memberi dukungan moral di saat-saat sulit.
"Saya juga pernah mengalami masalah dengan meniskus beberapa tahun yang lalu dan saya tahu tidak mudah untuk absen selama itu. Ketika saya memiliki kesempatan untuk berada di dekatnya, saya ada di sana. Saya mencoba untuk berada di sisinya untuk berbicara karena saya tahu ini adalah masa yang sulit, meskipun ia lebih tua dari saya, saya mencoba untuk dekat dengannya juga. Ia adalah salah satu pemain yang ketika saya masih sangat muda, saya menontonnya di TV bermain untuk Palmeries di Brasil," ungkapnya pada Sky Sports.
"Hanya selisih tiga tahun, tetapi ia langsung masuk ke tim utama ketika berusia 16 tahun. Saya berusia 12 atau 13 tahun dan saya menontonnya, jadi saya selalu mengatakan itu padanya. Sangat menyenangkan memiliki ia kembali dan semoga di pertandingan berikutnya ia bisa mencetak gol dan bermain bagus," sambung Martinelli.
Klasemen Liga Inggris
(Arsenal.com/Sky Sports)
Baca Juga:
- Kisah Antoine Semenyo: Ditolak Arsenal dan Crystal Palace, Kini Bikin Man City-nya Guardiola Jatuh Cinta
- Usai Bawa Arsenal Singkirkan Palace, Kepa Kirim Peringatan Tipis-tipis ke Chelsea
- Arsenal Lolos Dramatis lawan Palace, Tapi Kepa Ungkap Dua Hal yang Jadi PR Bagi The Gunners
- 5 Pelajaran dari Duel Arsenal vs Crystal Palace: Lolos Semifinal dengan Menyisakan Banyak PR
- Rapor Pemain Arsenal Saat Kalahkan Crystal Palace Lewat Adu Penalti: Kepa Jadi Pahlawan
- Man of the Match Arsenal vs Crystal Palace: William Saliba
- Hasil Arsenal vs Crystal Palace: Menang Adu Penalti, The Gunners Melaju ke Semifinal Carabao Cup
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Usai Bawa Arsenal Singkirkan Palace, Kepa Kirim Peringatan Tipis-tipis ke Chelsea
Liga Inggris 24 Desember 2025, 14:59
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Benfica vs Real Madrid: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 23:13
-
Legenda Man United Sebut Ruben Amorim 'Bunuh' Karier Kobbie Mainoo
Liga Inggris 17 Februari 2026, 21:56
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 18 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:57
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
























KOMENTAR