
Bola.net - Alejandro Garnacho akhirnya angkat bicara soal akhir kariernya di Manchester United yang penuh gejolak. Winger asal Argentina itu mengakui bahwa kepergiannya tidak lepas dari peran dirinya sendiri.
Setelah pindah ke Chelsea pada musim panas lalu, situasi yang diharapkan menjadi awal baru justru belum berjalan sesuai rencana. Garnacho kini menghadapi tantangan baru di klub barunya.
Pengakuan tersebut membuka gambaran tentang dinamika internal yang terjadi di penghujung waktunya di Old Trafford. Di saat yang sama, performanya di London juga menjadi sorotan.
Konflik Internal dan Pengakuan Garnacho

Masa akhir Garnacho di Manchester United diwarnai ketegangan, terutama setelah hubungannya dengan pelatih Ruben Amorim memburuk. Ia bahkan menjadi pusat perhatian di ruang ganti karena beberapa tindakannya.
Pemain berusia 21 tahun itu kerap meluapkan frustrasi melalui media sosial. Situasi tersebut pada akhirnya mendorong klub untuk menyetujui kepindahannya ke Chelsea.
Merefleksikan periode tersebut, Garnacho mengakui bahwa dirinya turut berkontribusi terhadap situasi yang memburuk. Ia juga mengungkapkan perubahan perannya di tim menjadi salah satu faktor pemicu.
"Saya ingat dalam enam bulan terakhir saya tidak bermain seperti sebelumnya di Manchester United," ungkap Garnacho.
"Saya mulai lebih sering duduk di bangku cadangan, itu sebenarnya bukan hal buruk karena saya masih 20 tahun, tetapi dalam pikiran saya, saya harus bermain di setiap pertandingan."
Kesulitan di Chelsea dan Masa Depan yang Dipertanyakan
Kepindahan ke Chelsea tidak serta-merta membawa perubahan positif bagi Garnacho. Ia justru kesulitan menemukan konsistensi sejak bergabung.
Situasi semakin kompleks setelah pergantian pelatih, ketika Liam Rosenior menggantikan Enzo Maresca pada Januari. Performa tim yang menurun turut memengaruhi kontribusi Garnacho di lapangan.
Hingga saat ini, ia baru mencetak satu gol di Premier League musim ini. Menit bermainnya pun terbatas, membuatnya lebih sering menjadi opsi rotasi.
"Dalam pikiran saya, mungkin ini juga kesalahan saya, saya mulai melakukan beberapa hal yang tidak baik. Namun, ini hanya bagian dari perjalanan hidup dan terkadang Anda harus membuat keputusan, dan saya sangat bangga berada di sini dan tetap di Premier League di klub seperti ini," tutupnya.
Jangan Lewatkan!
- Update Skuad Chelsea vs Man City: Estevao Willian Siap Tempur, Trio Lini Belakang Masih Absen
- Jadwal Premier League di SCTV Hari Ini, Sabtu 11 April 2026
- Bedah Statistik Chelsea vs Man City: Rekor Bernardo Silva, Ketajaman Haaland, dan Catatan Buruk Tuan Rumah
- Arne Slot Menolak Menyerah di Liverpool
- West Ham vs Wolves: Pesta Gol The Hammers Kirim Tottenham ke Zona Degradasi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Enzo Fernandez Sudah Minta Maaf, tapi Hukuman Tetap Berlaku
Liga Inggris 11 April 2026, 15:45
-
Enzo Fernandez Bermasalah, Chelsea Lirik Bintang Stuttgart Angelo Stiller
Liga Inggris 11 April 2026, 13:13
-
Curhat, Begini Pengakuan Jujur Garnacho Soal Kejatuhannya di Man United
Liga Inggris 11 April 2026, 12:15
-
Jadwal Premier League di SCTV Hari Ini, Sabtu 11 April 2026
Liga Inggris 11 April 2026, 09:00
LATEST UPDATE
-
Igor Tolic Sebut Frans Putros Ingin Cari Tantangan Baru di Luar Persib
Bola Indonesia 17 Juli 2026, 14:47
-
Keyakinan Youri Tielemans: MU Kandidat Juara EPL Musim 2026/2027
Liga Inggris 17 Juli 2026, 14:00
-
Final Piala Dunia 2026: Lionel Messi Waspadai Kekuatan Spanyol!
Piala Dunia 17 Juli 2026, 11:00
-
Bek AC Milan Ini Segera Tinggalkan San Siro untuk Main di Inggris!
Liga Italia 17 Juli 2026, 08:00
-
Here We Go! Arsenal Keluar Rp867 Milyar untuk Pemain Timnas Yunani Ini
Liga Inggris 17 Juli 2026, 07:00
-
Resmi! Juventus Daratkan Bintang Timnas Turki ini ke Turin!
Liga Italia 17 Juli 2026, 05:21
-
MU Gigit Jari, Sang Gelandang Incaran Pilih Gabung Klub EPL Lain
Liga Inggris 17 Juli 2026, 05:02
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR