
Bola.net - Gelandang muda Bayer Leverkusen Kai Havertz ramai dilirik banyak klub Eropa, termasuk Manchester United dan Liverpool.
Apa yang membuatnya begitu istimewa dan diminati klub-klub raksasa Benua Biru?
Sosok Kai Kavertz mencuat sejak 2016. Sejak itu dia disebut-sebut sebagai salah satu talenta Jerman yang paling moncer.
Kai Havertz dikenal memiliki skill mumpuni yang membuat bek-bek di Bundesliga kelimpungan menjaganya. Profil apiknya semakin lengkap dengan torehan gol yang bikin berdecak kagum.
Pada musim lalu, Havertz tercatat mencetak 17 gol di Bundesliga. Itu menjadi jumlah gol terbanyak yang dicetak remaja dalam satu musim.
Pada musim panas 2019, Kai Havertz tepat berusia 20 tahun. Sosoknya kian menarik perhatian, terutama dari Manchester United yang sedang kalang kabut memperbaiki skuat.
Berikut ini enam fakta tentang pemain bidikan Manchester United tersebut, seperti dilansir The Sun.
Ozil, Ballack dan Kroos

Pemain yang produktif di depan jala lawan tersebut sering disama-samakan para pemain top Jerman. Beberapa pundit di Jerman pernah membandingkan skillnya yang disebut mirip sejumlah gelandang top asal Jerman.
Mulai dari Mesut Ozil, playmaker Arsenal dan juga eks gelandang Chelsea, Michael Ballack. Ia juga disamakan dengan gelandang Real Madrid, Toni Kroos.
Keluarga Sepak Bola

Pemain kelahiran Aachen, Jerman itu memiliki ayah seorang polisi. Adapun ibunya seorang pengacara.
Keluarga Havertz memiliki darah sepak bola. Ayah dan kakeknya merupakan pemain sepak bola amatir. Ia mulai mengikuti jejak mereka mengolah si kulit bundar sejak kecil. Mereka kerap bermain di lapangan yang berjarak 100 meter dari rumah.
Pada umur 4 tahun, Havertz gabung klub lokal, Alemannia Mariadorf. Sang kakek adalah presiden di klub tersebut.
Dalam waktu singkat ia sudah bermain dengan anak-anak yang lebih tua karena kemampuannya di atas rata-rata.
Ramai Diperebutkan Sejak Masih Bocah

Talenta istimewa Havertz sudah terlihat sejak masih bocah. Tak heran, ia sudah dilirik para pemandu bakat dari tiga klub Bundesliga, yaitu Cologne, Borussia Monchengladbach, dan Bayer Leverkusen.
Leverkusen menjadi pemenang dari persaingan tersebut. Mereka berhasil melakukan langkah cepat untuk menggaet Havertz.
Pada usia 11 tahun, ia gabung dengan tim muda Leverkusen yang dipimpin Jurgen Gelsdorf.
Julukan Unik

Pada saat masih bocah, Kai Havertz bahkan sudah punya julukan. Ia memperoleh julukan "Alleskonner" alias Jack yang serbabisa.
Di usia 15 tahun, Jack promosi ke tim Bayer Leverkusen U-17. Ia berperan besar membantu tim memenangi titel nasional dan mengakhiri 25 tahun paceklik gelar.
Main Piano

Di luar lapangan hijau, Kai Havertz adalah penyuka musik. Ia adalah sosok pemain piano yang bertalenta.
Di waktu senggang, ia biasanya menghabiskan 90 menit di depan piano. Hebatnya ia bisa memainkan lagu-lagu klasik maupun modern.
Pencetak Rekor

Pada 15 Oktober 2016, sebuah sejarah tercipta. Havertz masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti ketika timnya tertinggal 1-2 dari Werder Bremen.
Pada usia 17 tahun dan 126 hari, ia menjadi pemain debutan Leverkusen paling muda.
Empat bulan berselang, dia mencatatkan assist pertama untuk rekan setimnya Karim Bellarabi. Sepak terjangnya tak berhenti sampai di sana.
Pada 2018 dia menjadi pemain termuda yang tercepat mencapai 50 pertandingan dalam sejarah Bundesliga.
Sumber Asli: The Sun
Disadur dari: Bola.com/Penulis-Editor Yus Mei Sawitri
Published: 30 Oktober 2019
Baca Juga:
- Thomas Muller dan Kai Havertz Masuk, Begini Wajah Baru Manchester United
- Klopp dan Allegri Bersaing Rebut Penghargaan Pelatih Terbaik Globe Soccer Awards
- Manchester United Siapkan Rp2,2 Triliun untuk Thomas Muller dan Kai Havertz
- Inilah 10 Bintang Muda Calon Peraih Kopa Trophy 2019
- Satu Saran untuk Kai Havertz yang Sedang Diuber Liverpool
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Empat Pemain Manchester United yang Berjasa dalam Karir Cristiano Ronaldo
Liga Inggris 31 Oktober 2019, 23:24
-
Lima Klub Siap Bajak Transfer Jadon Sancho ke Manchester United
Liga Inggris 31 Oktober 2019, 21:00
-
Harry Maguire, Bukti Investasi Cerdas Manchester United
Liga Inggris 31 Oktober 2019, 20:40
-
Tim Kasta Keempat Inggris Berambisi Buat MU Menderita
Liga Inggris 31 Oktober 2019, 20:20
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR