
Bola.net - Sunderland menjadi cerita paling mengejutkan di Premier League 2025/2026. Berstatus tim promosi, The Black Cats sukses merebut tiket ke Liga Europa usai menutup musim dengan kemenangan dramatis atas Chelsea.
Kemenangan 2-1 atas Chelsea pada pekan ke-34 menjadi penegasan bahwa Sunderland bukan sekadar tim pelengkap. Granit Xhaka dan kolega berhasil mengubah prediksi pesimistis menjadi kisah yang sulit dipercaya.
Sunderland finis di posisi ketujuh klasemen akhir Premier League dengan koleksi 54 poin. Catatan itu sangat impresif untuk tim yang baru satu musim kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Keberhasilan ini terasa semakin spesial karena Sunderland baru empat tahun lalu masih bermain di League One. Kini, mereka justru bersiap tampil di Liga Europa dan bersaing di level antarklub Eropa.
Sunderland dan Keajaiban Tim Promosi

Sunderland menutup musim dengan 14 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 12 kekalahan. Mereka hanya terpaut enam poin dari Liverpool yang berada di zona Liga Champions.
Jumlah 54 poin menjadi pencapaian terbaik tim promosi sejak Leeds United meraih 59 poin pada musim 2020/2021. Sunderland juga mencatat finis terbaik tim promosi sejak Wolverhampton berada di posisi ketujuh pada musim 2018/2019.
Tidak hanya itu, Sunderland kini masuk dalam daftar eksklusif tim promosi yang mampu lolos ke kompetisi Eropa. Mereka menjadi tim promosi Premier League ke-10 yang berhasil tampil di Eropa dan hanya tim kelima yang lolos lewat posisi klasemen liga.
Kemenangan atas Chelsea pada pekan terakhir terasa semakin spesial karena Sunderland sukses mencatat sapu bersih kemenangan atas The Blues musim ini. Mereka menunjukkan bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar keberuntungan sesaat.
Perjalanan Panjang dari League One

Empat tahun lalu, Sunderland masih berjuang di League One dan memenangkan final play-off melawan Wycombe Wanderers di Wembley. Kemenangan itu menjadi titik awal kebangkitan klub yang sempat lama terpuruk.
Perubahan besar mulai terasa ketika Regis Le Bris datang pada 2024. Pelatih asal Prancis itu perlahan membangun identitas permainan yang membuat Sunderland berkembang sangat cepat.
Pada musim pertamanya, Sunderland finis jauh di belakang Burnley dan Leeds United dalam perebutan tiket promosi otomatis. Mereka bahkan hanya mencetak 58 gol dari 46 pertandingan Championship.
Namun, Sunderland menemukan momentum pada babak play-off Championship. Mereka menyingkirkan Coventry City lewat gol menit akhir sebelum mengalahkan Sheffield United di final melalui gol dramatis Tom Watson di Wembley.
Regis Le Bris dan Mentalitas Baru Sunderland

Saat kembali ke Premier League, Sunderland tidak banyak dijagokan untuk bertahan. Banyak pengamat memprediksi mereka akan langsung kembali terdegradasi ke Championship.
Prediksi itu muncul karena dalam dua musim sebelumnya seluruh tim promosi langsung turun kasta. Namun, Sunderland justru tampil kompetitif dan mampu bersaing melawan klub-klub besar Inggris.
Regis Le Bris berhasil membentuk tim dengan identitas permainan yang jelas dan mentalitas kuat. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Granit Xhaka membuat Sunderland memiliki keseimbangan yang sangat penting sepanjang musim.
“Luar biasa. Menakjubkan. Stadion sekarang gila dan para penggemar pantas mendapatkan ini. Planet-planet sejajar hari ini tetapi kami perlu melakukan pekerjaan itu," kata Regis Le Bris dikutip dari BBC Sport.
Klasemen Premier League 2025/2026
Baca Ini Juga
- Bruno Fernandes Tembus 104 Assist untuk Manchester United
- Sat Set! MU Capai Kesepakatan Pribadi dengan Pemain Timnas Brasil Ini
- Dari Juara ke Posisi 5, Mengapa Liverpool Melempem?
- West Ham Degradasi, MU Kebut Transfer Pemain The Hammers Ini
- Nestapa Chelsea di Akhir Musim: Gagal ke Eropa, The Blues Serahkan Skuad Terpuruk pada Xabi Alonso
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tyrell Malacia Ucapkan Salam Perpisahan untuk Fans Manchester United
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:52
LATEST UPDATE
-
Comeback Manchester City: Cherki Gemilang, Haaland Belum Tajam
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 07:42
-
Man of the Match Elche vs Barcelona: Raphinha
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 06:47
-
Man of the Match Torino vs Milan: Samuel Chukwueze
Liga Italia 24 Agustus 2026, 06:43
-
Hasil Elche vs Barcelona: Raphinha dan Fermin Lopez Menggila
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 06:17
-
Hasil Torino vs Milan: Adrien Rabiot Merevitalisasi Rossoneri
Liga Italia 24 Agustus 2026, 06:10
-
Man of the Match Frosinone vs Juventus: Bremer
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:44
-
Hasil Frosinone vs Juventus: Bianconeri Amankan Tiga Poin di Laga Perdana!
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:32
-
Man of the Match Newcastle vs Liverpool: Dominik Szoboszlai
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 00:45
-
Atletico Madrid Tutup Pintu Bagi Barcelona dan Arsenal untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 23:32
-
Marc Guehi Puji Mentalitas Manchester City Usai Comeback Dramatis atas Bournemouth
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 23:22
-
Man of the Match Man City vs Bournemouth: Marc Guehi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 22:12
-
Hasil Man City vs Bournemouth: Dua Bek Bawa City Epic Comeback di Laga Perdana EPL!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:58
-
Al-Hilal Goda Gabriel Martinelli untuk Cabut dari Arsenal
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:25
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR