Dongeng Sunderland: Dari League One ke Liga Europa

Dongeng Sunderland: Dari League One ke Liga Europa
Cody Gakpo berebut bola dengan Noah Sadiki dan Enzo Le Fee dalam laga Premier League antara Sunderland vs Liverpool di Stadium of Light, 12 Februari 2026 (c) Danny Lawson/PA via AP

Bola.net - Sunderland menjadi cerita paling mengejutkan di Premier League 2025/2026. Berstatus tim promosi, The Black Cats sukses merebut tiket ke Liga Europa usai menutup musim dengan kemenangan dramatis atas Chelsea.

Kemenangan 2-1 atas Chelsea pada pekan ke-34 menjadi penegasan bahwa Sunderland bukan sekadar tim pelengkap. Granit Xhaka dan kolega berhasil mengubah prediksi pesimistis menjadi kisah yang sulit dipercaya.

Sunderland finis di posisi ketujuh klasemen akhir Premier League dengan koleksi 54 poin. Catatan itu sangat impresif untuk tim yang baru satu musim kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Keberhasilan ini terasa semakin spesial karena Sunderland baru empat tahun lalu masih bermain di League One. Kini, mereka justru bersiap tampil di Liga Europa dan bersaing di level antarklub Eropa.

1 dari 4 halaman

Sunderland dan Keajaiban Tim Promosi

Selebrasi Trai Hume dalam laga Sunderland vs Chelsea di Premier League, Minggu (24/5/2026). (c) Dok. Sunderland AFC

Selebrasi Trai Hume dalam laga Sunderland vs Chelsea di Premier League, Minggu (24/5/2026). (c) Dok. Sunderland AFC

Sunderland menutup musim dengan 14 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 12 kekalahan. Mereka hanya terpaut enam poin dari Liverpool yang berada di zona Liga Champions.

Jumlah 54 poin menjadi pencapaian terbaik tim promosi sejak Leeds United meraih 59 poin pada musim 2020/2021. Sunderland juga mencatat finis terbaik tim promosi sejak Wolverhampton berada di posisi ketujuh pada musim 2018/2019.

Tidak hanya itu, Sunderland kini masuk dalam daftar eksklusif tim promosi yang mampu lolos ke kompetisi Eropa. Mereka menjadi tim promosi Premier League ke-10 yang berhasil tampil di Eropa dan hanya tim kelima yang lolos lewat posisi klasemen liga.

Kemenangan atas Chelsea pada pekan terakhir terasa semakin spesial karena Sunderland sukses mencatat sapu bersih kemenangan atas The Blues musim ini. Mereka menunjukkan bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar keberuntungan sesaat.

2 dari 4 halaman

Perjalanan Panjang dari League One

Riccardo Calafiori mencoba merebut bola dari kaki Trai Hume di laga Arsenal vs Sunderland, Sabtu (7/2/2026) (c) AP Photo/Kin Cheung

Riccardo Calafiori mencoba merebut bola dari kaki Trai Hume di laga Arsenal vs Sunderland, Sabtu (7/2/2026) (c) AP Photo/Kin Cheung

Empat tahun lalu, Sunderland masih berjuang di League One dan memenangkan final play-off melawan Wycombe Wanderers di Wembley. Kemenangan itu menjadi titik awal kebangkitan klub yang sempat lama terpuruk.

Perubahan besar mulai terasa ketika Regis Le Bris datang pada 2024. Pelatih asal Prancis itu perlahan membangun identitas permainan yang membuat Sunderland berkembang sangat cepat.

Pada musim pertamanya, Sunderland finis jauh di belakang Burnley dan Leeds United dalam perebutan tiket promosi otomatis. Mereka bahkan hanya mencetak 58 gol dari 46 pertandingan Championship.

Namun, Sunderland menemukan momentum pada babak play-off Championship. Mereka menyingkirkan Coventry City lewat gol menit akhir sebelum mengalahkan Sheffield United di final melalui gol dramatis Tom Watson di Wembley.

3 dari 4 halaman

Regis Le Bris dan Mentalitas Baru Sunderland

Penjaga gawang Sunderland, Robin Roefs. (c) AFC Sunderland Official

Penjaga gawang Sunderland, Robin Roefs. (c) AFC Sunderland Official

Saat kembali ke Premier League, Sunderland tidak banyak dijagokan untuk bertahan. Banyak pengamat memprediksi mereka akan langsung kembali terdegradasi ke Championship.

Prediksi itu muncul karena dalam dua musim sebelumnya seluruh tim promosi langsung turun kasta. Namun, Sunderland justru tampil kompetitif dan mampu bersaing melawan klub-klub besar Inggris.

Regis Le Bris berhasil membentuk tim dengan identitas permainan yang jelas dan mentalitas kuat. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Granit Xhaka membuat Sunderland memiliki keseimbangan yang sangat penting sepanjang musim.

“Luar biasa. Menakjubkan. Stadion sekarang gila dan para penggemar pantas mendapatkan ini. Planet-planet sejajar hari ini tetapi kami perlu melakukan pekerjaan itu," kata Regis Le Bris dikutip dari BBC Sport.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL