Dua Kali Imbang Lawan Tim Papan Bawah, Allegri Semprot Fokus Pemain Milan: Konyol!

Dua Kali Imbang Lawan Tim Papan Bawah, Allegri Semprot Fokus Pemain Milan: Konyol!
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri memberikan arahan di laga melawan Genoa, 9 Januari 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - AC Milan kembali tersandung kerikil tajam di ajang Serie A. Rossoneri dipaksa bermain imbang 1-1 melawan Fiorentina, sebuah hasil yang memicu kekecewaan mendalam bagi Massimiliano Allegri.

Hasil ini seolah menjadi ulangan kisah kelam beberapa hari sebelumnya. Milan lagi-lagi harus puas berbagi satu poin melawan tim papan bawah, persis seperti saat mereka ditahan imbang Genoa dengan skor identik.

Dalam laga ini, gawang Milan bobol lebih dulu lewat sundulan Pietro Comuzzo. Beruntung, Christopher Nkunku mampu menyelamatkan wajah tim tamu lewat tembakan kerasnya usai menerima umpan terobosan Youssouf Fofana.

Jantung fans Milan bahkan nyaris copot di masa injury time. Sepakan Marco Brescianini menghantam mistar gawang, momen yang membuat Allegri memilih melenggang masuk ke lorong stadion bahkan sebelum peluit akhir berbunyi.

Sang pelatih tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya. Ia menilai anak asuhnya jatuh ke dalam lubang kesalahan yang sama persis seperti pekan lalu.

1 dari 3 halaman

Penyakit Lama yang Kambuh

Allegri menyoroti hilangnya fokus pemain saat pertandingan memasuki fase krusial. Setelah berhasil menyamakan kedudukan, Milan justru kehilangan kendali permainan alih-alih berbalik menekan.

"Setelah tertinggal satu gol, kami punya kesabaran untuk membawa bola ke sepertiga akhir, tetapi setelah menyamakan kedudukan, kami membuat kesalahan yang sama seperti yang kami lakukan saat melawan Genoa," ujar Allegri kepada DAZN Italia.

Kesalahan mendasar dalam penguasaan bola menjadi sorotan utama sang allenatore. Ia menyayangkan keputusan-keputusan ceroboh pemainnya saat waktu masih tersisa cukup banyak.

"Masih ada tujuh menit tersisa dan dengan waktu sebanyak itu Anda tidak boleh kehilangan bola dengan mudah, Anda harus memainkannya dengan lebih baik di dekat area penalti. Para pemain tahu ini," tegasnya.

2 dari 3 halaman

Adaptasi Jashari dan Curhat Modric

Laga ini juga menjadi panggung ujian bagi Ardon Jashari yang tampil sebagai starter menggantikan peran Luka Modric. Meski sempat kesulitan, Allegri tetap memberikan kredit positif bagi pemain yang baru pulih dari cedera tersebut.

"Saya pikir Jashari melakukannya dengan baik, dia belum banyak bermain setelah cedera serius, itu sama sekali tidak mudah," puji Allegri.

Namun, Allegri mengingatkan bahwa sepak bola Italia memiliki kerumitan taktis tersendiri. Hal ini bahkan dirasakan oleh pemain sekelas Luka Modric yang sempat mengeluhkan ketatnya penjagaan di Serie A.

"Dia (Jashari) memiliki banyak kualitas, dia perlu memahami sepak bola Italia, yang mungkin tampak sederhana dari luar, tetapi sangat sulit secara taktis. Banyak yang berjuang untuk menyesuaikan diri," imbuh eks pelatih Juventus tersebut.

"Saya bercanda dengan Luka Modric setelah pertandingan melawan Genoa, dia berkata dia tidak pernah memiliki seseorang yang menjaganya (man-marking) di mana-mana. Sepak bola Italia sangat sulit untuk itu," kenangnya.

3 dari 3 halaman

Rotasi Pemain dan Target Empat Besar

Milan memang tampil dengan wajah berbeda karena sejumlah pilar seperti Modric, Adrien Rabiot, dan Rafael Leao diistirahatkan. Allegri menilai langkah ini krusial untuk menjaga kebugaran tim dalam jangka panjang.

"Tim menghabiskan banyak energi di babak pertama, Loftus-Cheek, Jashari, Ricci, dan Estupinan bermain dengan baik, kami perlu mengistirahatkan beberapa pemain yang menjadi pemain reguler sejauh musim ini," jelasnya.

"Dibutuhkan kesabaran, karena kami ingin mencapai akhir Mei di empat besar, dan itu tidak mudah," pungkas Allegri menutup pembicaraan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL