
Bola.net - Baru beberapa pekan melatih Chelsea, Thomas Tuchel sepertinya sudah mulai memahami potensi terbaik Timo Werner. Werner kian rajin berkontribusi dan akhirnya mencetak gol.
Selasa (16/2) kemarin Chelsea menaklukan Newcastle dengan skor 2-0, Werner mencetak satu gol di antaranya. Ini adalah gol pertama Werner setelah melewati paceklik gol panjang.
Artinya, ada peran Tuchel di balik kembalinya gol-gol Werner. Dan itu pun dipengaruhi oleh keberanian Tuchel yang memainkan kembali pemain-pemain lama, termasuk Marcos Alonso.
Duet Alonso-Werner di sisi kiri lini serang Chelsea inilah yang tampaknya jadi senjata Tuchel, apa maksudnya?
Alonso buka ruang
Alonso bermain sebagai wing-back kiri dalam formasi tiga bek, artinya dia lebih leluasa naik ke depan dan membantu serangan. Menurut Football London, gaya main Alonso inilah yang sangat membantu Werner.
Ketika Alonso naik dan menusuk ke dalam, dia jadi menguasai lini tengah, dan salah satu bek lawan wajib meninggalkan posisinya. Ruang kosong pun terbuka, dan itulah yang dimanfaatkan Timo Werner.
Selain itu, keberadaan Alonso di wilayah bermain lawan pun melindungi Chelsea dari serangan balik cepat.
Werner pun tidak perlu sering-sering mundur seperti sebelumnya, sebab bola akan dijemput Alonso dan diberikan padanya.
Ofensif dan defensif
Sekilas keputusan taktik seperti ini tampak mudah, tapi sebenarnya Tuchel patut dipuji untuk kejeliannya. Dia bisa memahami kekuatan pemain-pemain Chelsea dan mengombinasikannya.
Hal serupa sebenarnya pernah dilakukan Pep Guardiola di Manchester City. Kyle Walker dan Joao Cancelo bakal naik dan mengisi lini tengah, alhasil Sterling dan Mahrez boleh menunggu di depan.
Kini, Tuchel tampaknya paham betul potensi Werner dan kemampuan pemain-pemain lainnya. Duel Alonso-Werner bakal jadi salah satu senjata terbaik Chelsea di sisa musim ini.
Sumber: Football London
Baca ini juga ya!
- High Press dan Low Press, Inilah Teknik Bertahan yang Sedang Coba Dikuasai MU
- Baru Beberapa Pekan Latih Odegaard, Arteta Lihat Potensi Pemain Terbaik di Dunia
- 5 Pelajaran Kemenangan Man City atas Everton: Makin Gacor, Lupa Rasanya Ketinggalan
- Ironi Manchester United: Tim dengan Gol Terbanyak tapi Para Penyerang Tumpul
- Nicolas Pepe Mulai Bermain Layaknya Pemain Termahal Arsenal, Berkat Arteta Nih?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Upamecano Lepas, Chelsea Fokus Datangkan Niklas Sule
Bundesliga 18 Februari 2021, 17:00
-
Data dan Fakta Premier League: Southampton vs Chelsea
Liga Inggris 18 Februari 2021, 16:02
-
Prediksi Southampton vs Chelsea 20 Februari 2021
Liga Inggris 18 Februari 2021, 16:01
-
Chelsea Unggul Jauh di Empat Besar, Arsenal Fokus ke Liga Europa Aja Nih?
Liga Inggris 18 Februari 2021, 14:00
-
Chelsea Diprediksi Bisa Melangkah Jauh di Liga Champions Bersama Tuchel, Setuju?
Liga Champions 18 Februari 2021, 12:09
LATEST UPDATE
-
Al-Hilal Goda Gabriel Martinelli untuk Cabut dari Arsenal
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:25
-
Here We Go! Man City Keluarkan Rp 2 Triliun untuk Datangkan Ayyoub Bouaddi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:07
-
Wow! Barcelona Bakal Lepas Alejandro Balde ke Manchester United?
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 20:00
-
Dipermalukan Tim Promosi, Luke Shaw Yakin MU Bakal Bersinar di Musim 2026/2027
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 19:30
-
Peringatan Inter Milan untuk Barcelona: Lautaro Martinez Tidak Dijual, Titik!
Liga Italia 23 Agustus 2026, 19:00
-
Mantap! Como Segera Datangkan Mantan Bek Manchester United
Liga Italia 23 Agustus 2026, 18:30
-
Absen Lawan Hull City, Seberapa Parah Cedera Amad Diallo?
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 18:00
-
Bawa Real Madrid Bekuk Espanyol, Jose Mourinho Sanjung Habis Carlos Espi
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 17:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59



















KOMENTAR