
Bola.net - Gelandang andalan Chelsea, Enzo Fernandez, menyerukan rekan-rekannya untuk segera bangkit dari keterpurukan. Pemain asal Argentina ini menilai kepercayaan diri skuad The Blues perlahan tumbuh di bawah arahan pelatih kepala, Liam Rosenior.
Kekecewaan memang sempat melanda ruang ganti Chelsea usai gagal melaju ke final Carabao Cup akibat ditekuk Arsenal. Namun, Fernandez menegaskan bahwa meratapi nasib bukanlah opsi bagi tim sebesar Chelsea.
Saat ini, Chelsea masih bertengger di peringkat kelima klasemen Premier League setelah menjalani 24 pertandingan. Fokus mereka kini terpecah ke berbagai kompetisi, termasuk laga putaran keempat FA Cup melawan Hull City pekan depan.
Tak hanya di level domestik, The Blues juga telah mengunci satu tempat di babak 16 besar Liga Champions. Mereka menanti undian untuk menghadapi salah satu dari Monaco, PSG, Qarabag, atau Newcastle United.
Fokus Penuh Gempur Markas Wolves

Sebelum memikirkan trofi lain, perhatian terdekat Chelsea tertuju pada lawatan ke Molineux hari ini. Mereka akan menantang Wolverhampton Wanderers, tim yang sebenarnya sudah dua kali mereka kalahkan musim ini.
Meski punya rekor pertemuan apik, Fernandez enggan memandang remeh tim asuhan Rob Edwards yang kini berada di dasar klasemen. Ia berharap bisa menyapu bersih kemenangan ketiga atas Wolves musim ini.
"Kami sudah melupakan laga melawan Arsenal, itu sudah jadi masa lalu sekarang," tegas Enzo Fernandez.
"Jelas, kami kecewa karena tidak bisa bermain di final lainnya bersama Chelsea, tapi sekarang kami harus menatap ke depan," sambungnya.
Fernandez mengingatkan bahwa musim masih panjang dan peluang juara masih terbuka lebar. Konsistensi di setiap pertandingan menjadi kunci utama jika ingin mengakhiri musim dengan manis.
"Kami masih berada di tiga kompetisi yang sangat penting dan ingin mengangkat trofi di akhir musim. Tapi kami akan menjalaninya satu per satu," ujar eks pemain Benfica tersebut.
"Kami ingin memenangkan setiap pertandingan yang kami mainkan; kami akan keluar dan mencoba memenangkan pertandingan," imbuhnya penuh ambisi.
"Kami akan memiliki rencana permainan kami sendiri, jadi kami akan mencoba melakukan yang terbaik sebagai tim dan mendapatkan tiga poin," pungkasnya.
Ketajaman dan Mentalitas Pantang Menyerah
Inspirasi untuk bangkit sebenarnya masih segar dalam ingatan Fernandez dan skuad Chelsea. Belum lama ini, mereka sukses melakukan comeback dramatis saat melawan Napoli dan West Ham.
Fernandez bahkan menjadi protagonis dengan mencetak gol di kedua laga tersebut, termasuk gol kemenangan di masa injury time kontra West Ham. Dengan koleksi 11 gol di semua kompetisi, ini adalah kampanye tersubur sepanjang kariernya.
"Sungguh gila apa yang terjadi di Stamford Bridge saat melawan West Ham," kenang Fernandez dengan antusias.
"Kami sempat tertinggal 2-0, lalu kami membalikkannya menjadi 3-2. Jujur saja, perasaan mencetak gol di menit terakhir adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan," tuturnya.
Ketajaman ini tidak datang begitu saja, melainkan buah dari kerja keras dan keinginan untuk terus berkembang. Fernandez mengaku sangat menikmati perannya saat ini dalam membantu tim.
"Saya merasa sangat baik. Saya sudah mengatakannya sebelumnya, saya bekerja keras untuk sampai ke titik ini," ungkap gelandang Timnas Argentina itu.
"Saya bekerja setiap hari untuk memberikan yang terbaik setiap kali saya mengenakan seragam Chelsea. Saya selalu menginginkan lebih, tapi saya juga senang dengan posisi saya sekarang," tambahnya.
Era Baru Bersama Liam Rosenior
Secara kolektif, Fernandez melihat adanya progres positif sejak kedatangan Liam Rosenior. Gaya sepak bola menyerang yang diusung sang pelatih dinilai sangat cocok dengan karakter para pemain Chelsea.
Adaptasi tim terhadap taktik Rosenior berjalan mulus dalam satu bulan terakhir. Hal ini menjadi modal berharga untuk membangun fondasi tim yang lebih solid di masa depan.
"Kami merasa nyaman selama sebulan yang telah dihabiskan bersama kami sejauh ini," puji Fernandez.
"Dia telah memberikan kepercayaan diri yang besar kepada kami masing-masing, baik secara individu maupun sebagai grup, dan dia adalah pelatih yang menyukai sepak bola menyerang, yang sangat cocok untuk kami," jelasnya.
"Kami senang dengan pendekatannya. Kami sedang berupaya untuk mengenalnya lebih baik, mengenal stafnya, dan membangun sesuatu yang lebih baik untuk masa depan Chelsea," lanjut Fernandez.
Kebanggaan Menjadi Kapten
Selain performa di lapangan, Fernandez juga menikmati tanggung jawab lebih sebagai bagian dari kelompok pemimpin di skuad. Ia beberapa kali dipercaya mengenakan ban kapten saat Reece James absen.
Bagi Fernandez, memimpin rekan-rekannya di lapangan adalah impian masa kecil yang menjadi nyata. Momen-momen tersebut memberikan kepuasan batin tersendiri baginya.
"Ketika Reece (James) tidak ada di lapangan, saya bisa mengenakan ban kapten," ujarnya.
"Saya sangat menikmati momen-momen itu karena saya selalu bermimpi menjadi kapten dan, sejujurnya, saya sangat menikmatinya," aku Fernandez.
"Rasanya bahkan lebih baik saat bersanding dengan seragam Chelsea karena terlihat jauh lebih bagus. Ini adalah momen-momen yang menghidupkan profesi sebagai pesepakbola, dan momen yang tak akan pernah saya lupakan," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Enzo Fernandez: Lupakan Arsenal, Saatnya Chelsea Bangkit Bersama Liam Rosenior
Liga Inggris 7 Februari 2026, 17:08
-
Live Streaming Wolves vs Chelsea - Link Nonton Premier League/Liga Inggris di Vidio
Liga Inggris 7 Februari 2026, 15:00
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR