Erling Haaland Bergulat dengan Gabriel, Man City pun Menang

Erling Haaland Bergulat dengan Gabriel, Man City pun Menang
Pemain Manchester City, Erling Haaland, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Premier League melawan Arsenal, Minggu (19/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Pertarungan Manchester City melawan Arsenal tidak hanya ditentukan oleh taktik, tetapi juga duel fisik tanpa kompromi di lini depan. Di tengah kerasnya permainan, Erling Haaland muncul sebagai pembeda lewat gol krusial yang membawa City meraih kemenangan penting.

Striker asal Norwegia itu harus menghadapi tekanan konstan dari duet bek tengah Arsenal, Gabriel dan William Saliba. Namun, di tengah pertarungan yang nyaris menyerupai gulat, Haaland tetap menemukan cara untuk mencetak gol penentu.

Kemenangan ini membuka peluang besar bagi City untuk terus menekan dalam perburuan gelar Premier League, sekaligus memperlihatkan ketangguhan Haaland dalam laga penuh tekanan.

1 dari 3 halaman

Gulat di Lapangan: Duel Panas dengan Gabriel

Erling Haaland dalam laga Manchester City vs Arsenal, Minggu (19/4/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Erling Haaland dalam laga Manchester City vs Arsenal, Minggu (19/4/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Sepanjang pertandingan, Haaland terlibat duel fisik intens dengan Gabriel. Keduanya beberapa kali saling menarik jersey, bahkan hingga pakaian Haaland sempat robek.

Dalam satu momen, wasit Anthony Taylor sempat menegur keduanya dengan mengatakan bahwa mereka sama-sama terlibat dalam kontak fisik. Hal itu menggambarkan betapa kerasnya duel yang terjadi.

Gol penentu Haaland pun lahir dari situasi serupa. Dalam prosesnya, ia dan Gabriel kembali terlibat tarik-menarik, sebelum Haaland berhasil melepaskan diri dan mencetak gol kemenangan.

Haaland sendiri mengakui kerasnya pertandingan tersebut. Ia menyebut bahwa situasi seperti itu sudah menjadi “realitas Premier League”, dengan banyak duel dan kontak fisik di setiap laga.

2 dari 3 halaman

Guardiola Soroti Beban Fisik Haaland

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, tidak terlalu menikmati duel fisik semacam itu. Ia bahkan secara terbuka mengaku lebih memilih “membaca buku” daripada melihat Haaland terus bertarung dengan bek lawan.

Guardiola menyoroti bahwa duel melawan pemain seperti Gabriel dan Saliba sangat menguras tenaga. Ia juga menyebut situasi tersebut tidak berkelanjutan dalam jangka panjang bagi kondisi fisik Haaland.

Musim ini, Haaland memang lebih sering terlibat duel udara akibat pola permainan City yang kerap menggunakan bola panjang. Hal itu membuatnya harus menghadapi benturan fisik lebih sering dibanding sebelumnya.

Meski demikian, Guardiola melihat adanya peningkatan kondisi fisik Haaland dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah mendapat waktu istirahat yang lebih cukup.

3 dari 3 halaman

Istirahat Jadi Kunci Kebangkitan Haaland

Setelah sempat mengalami kelelahan dan penurunan performa, Haaland kini kembali tajam. Ia sebelumnya hanya mencetak sedikit gol dalam periode padat pertandingan, bahkan disebut Guardiola dalam kondisi “kelelahan”.

Istirahat menjadi titik balik penting. Haaland mendapat waktu pemulihan, termasuk saat jeda internasional, yang membantunya kembali bugar.

“Jeda di tim nasional sangat bagus. Saya senang mereka membantu saya untuk beristirahat setelah memainkan 50 pertandingan musim ini,” ungkap Haaland.

Ia menambahkan bahwa waktu tersebut digunakan untuk memulihkan kondisi tubuh sebelum memasuki fase paling krusial musim ini.

Kebugaran itu langsung terlihat di lapangan, termasuk saat ia mencetak hattrick melawan Liverpool di FA Cup dan kini menjadi penentu kemenangan atas Arsenal.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL