
Bola.net - Manajer Josep Guardiola memilih melihat sisi positif setelah Manchester City bermain imbang 3-3 di kandang Everton. Hasil ini memang membuat City tertinggal lima poin dari Arsenal, tetapi Guardiola justru terkesan dengan respons timnya di momen sulit. Ia menilai kemampuan mengejar ketertinggalan di menit akhir menunjukkan kekuatan mental para pemain.
Laga di Hill Dickinson Stadium, Selasa (5/5/2026) dini hari berlangsung penuh tensi dan sempat menguras emosi Guardiola di pinggir lapangan. City awalnya tampil dominan dan sempat unggul, namun situasi berubah hingga mereka tertinggal dua gol. Di bawah tekanan suporter tuan rumah, City tetap bertahan dan akhirnya menyamakan skor lewat gol Jeremy Doku di masa injury time.
Guardiola mengakui hasil ini bukan skenario ideal dalam perburuan gelar. Namun, ia tetap bangga melihat reaksi tim setelah melakukan kesalahan yang berujung gol lawan. Menurutnya, semangat menyerang hingga detik terakhir merupakan identitas utama City.
Meski peluang juara tidak sepenuhnya berada di tangan sendiri, Guardiola menilai satu poin ini tetap penting. Ia melihat laga tersebut memberi pelajaran tentang cara menghadapi tekanan fisik yang intens. Kini, fokusnya beralih pada menjaga konsistensi permainan di sisa musim Premier League.
Pujian untuk Karakter Tim

Dalam wawancara usai laga, Guardiola menyoroti karakter para pemainnya yang tidak mudah goyah. Saat tertinggal 3-1 di kandang lawan, situasi jelas tidak menguntungkan bagi tim mana pun. Namun, Erling Haaland dan rekan-rekannya tetap tenang dan terus menekan hingga mencetak dua gol balasan di fase akhir.
Bagi Guardiola, kemampuan bangkit dari tekanan menunjukkan bahwa timnya masih memiliki ambisi besar. Ia tidak ingin larut dalam kekecewaan karena kehilangan poin penuh. Hasil imbang ini justru ia lihat sebagai gambaran tim dengan mental bertarung yang kuat.
"Ini lebih baik daripada kalah. Hasil ini menunjukkan tim seperti apa mereka (Manchester City) sebenarnya," ujar Josep Guardiola dengan nada bangga.
Sorotan pada Performa Individu Doku

Guardiola juga memberi perhatian khusus kepada Jeremy Doku yang tampil menonjol sepanjang pertandingan. Pemain asal Belgia itu menjadi ancaman utama, terutama saat tim membutuhkan gol di menit krusial. Pergerakan dari sisi kiri dinilai sangat efektif berkat kontribusinya.
City sempat kesulitan memaksimalkan peluang di babak kedua, tetapi peran Doku tetap terlihat jelas. Guardiola menilai alur permainan tim sebenarnya sudah berjalan baik, meski hasil akhir belum maksimal. Kehadiran Doku disebut mampu membuka ruang di tengah kebuntuan taktik.
"Secara umum kami bagus dalam proses permainan kami. Kami sampai di sisi kiri dan Doku tampil sangat luar biasa. Sayangnya kami tidak bisa memanfaatkannya dengan maksimal, terutama seperti yang kami lakukan di babak pertama," ucap Guardiola.
Tetap Berjuang Hingga Akhir Musim
Menatap sisa musim, Guardiola memilih bersikap realistis sekaligus optimistis. Ia memahami posisi Arsenal kini lebih diunggulkan dalam perebutan gelar. Meski begitu, ia menegaskan bahwa City tidak akan berhenti menekan hingga akhir kompetisi.
Guardiola juga mengingatkan bahwa laga tandang di Premier League selalu menghadirkan tantangan berbeda. Ia memastikan timnya akan terus bersiap di setiap pertandingan selama peluang masih ada. Baginya, persaingan belum selesai sampai laga terakhir dimainkan.
"Kami mengambil satu poin ini dan sampai semuanya berakhir, kami akan terus melanjutkannya. Everton di kandang mereka sendiri selalu sulit untuk dihadapi," pungkas manajer asal Spanyol tersebut.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
13 Menit yang Mengguncang Manchester City
Liga Inggris 5 Mei 2026, 22:30
-
Phil Foden Sepakat Perpanjang Kontrak di Manchester City
Liga Inggris 5 Mei 2026, 20:14
LATEST UPDATE
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR