
Bola.net - Arsenal akhirnya melihat gol pertama Viktor Gyokeres ketika mereka menaklukkan Leeds United dengan skor telak 5-0 akhir pekan lalu. Striker anyar asal Swedia itu langsung menampilkan ciri khas permainan yang telah lama melekat padanya.
Bagi penggemar yang mengikuti kiprahnya di Sporting, gol tersebut bukanlah hal asing. Dari 97 gol yang ia ciptakan di Portugal, sebagian besar berawal dari akselerasi eksplosif di sisi kiri sebelum diselesaikan dengan kaki kanan.
Gol kontra Leeds menegaskan kembali konsistensi pola serangan Gyokeres yang efektif sekaligus sulit dihentikan. Selain piawai mengeksekusi penalti, ia juga terkenal dengan sprint di sisi kiri yang kerap membuka jalur serangan tim.
Kini, pertanyaannya adalah bagaimana Arsenal dapat mengoptimalkan keunggulan itu di Premier League yang jauh lebih kompetitif. Gol debut ini memberi isyarat awal tentang arah permainan Mikel Arteta bersama penyerang barunya.
Gyokeres dan Pola Gol Khas dari Sisi Kiri
Sejak berseragam Sporting, Gyokeres terbiasa membawa bola ke sisi kiri lalu memotong ke dalam. Dari posisi itu, ia sering melepaskan tembakan cepat ke tiang dekat yang mengecoh kiper. Pola serupa kembali terlihat saat melawan Leeds.
Contoh paling menonjol dapat ditemukan saat ia mencetak gol ke gawang Boavista, Porto, Dumiense, hingga Estoril musim lalu. Hampir semuanya lahir dari pola yang sama: sprint di flank kiri, duel satu lawan satu, lalu penyelesaian ke arah tiang dekat.
Meski demikian, Gyokeres juga mampu menghadirkan variasi. Sesekali ia melepaskan tembakan silang ke tiang jauh, seperti saat menghadapi Rio Ave. Namun, pola dasarnya tetap berawal dari eksploitasi ruang di sisi kiri.
Bagi Arsenal, karakteristik ini bisa menjadi jawaban atas kelemahan musim lalu. Data mencatat hanya 32,9 persen sentuhan menyerang mereka datang dari sepertiga kiri, persentase terendah di Premier League. Kehadiran Gyokeres berpotensi menutup kekurangan tersebut.
Data Sprint dan Tantangan di Premier League

Berdasarkan catatan SkillCorner, Gyokeres mencatat 85 sprint di belakang garis pertahanan musim lalu. Angka itu bahkan 24 kali lebih banyak dibanding Nicolas Jackson, pemain dengan jumlah tertinggi di Premier League pada kategori serupa.
Catatan impresif itu menimbulkan pertanyaan: apakah gaya bermainnya akan efektif di Inggris? Banyak lawan Arsenal lebih memilih bertahan dalam, membuat ruang berlari seperti di Portugal tidak selalu tersedia.
Namun, duel melawan Manchester United memberi indikasi lain. Meski gagal mengonversi peluang, Gyokeres sempat memanfaatkan transisi dengan berlari ke channel kiri dan mengekspos ruang di belakang bek lawan.
Hal ini menunjukkan Arsenal memiliki opsi berbeda baik saat menguasai bola maupun melakukan serangan balik. Kecepatan dan kekuatan Gyokeres bisa menjadi senjata yang sebelumnya belum mereka miliki.
Senjata Baru Arsenal di Musim Ini
Kehadiran Gyokeres membawa dimensi baru bagi lini depan Arsenal. Jika musim lalu ancaman lebih sering datang dari sisi kanan, kini serangan dari kiri menjadi senjata tambahan yang signifikan.
Bagi Arteta, ini bukan sekadar variasi serangan. Lebih jauh, Gyokeres bisa menjadi kunci untuk membongkar pertahanan rapat, terutama melawan tim-tim yang memilih bermain bertahan saat menghadapi Arsenal.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Keputusan Berani Casemiro: Tolak Godaan Uang Saudi demi Fokus di MU
- Nasib Fermin Lopez Ditentukan Hari Ini: Bisakah Chelsea Rayu Barcelona?
- Kalah Memalukan dari Grimsby, Apakah Ruben Amorim Masih Aman di Manchester United?
- Sedikit Lagi! Chelsea Segera Rampungkan Transfer Alejandro Garnacho
- Chelsea Masih PHP, Xavi Simons Berpaling ke Klub Inggris Ini?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gol Perdana Viktor Gyokeres: Senjata Baru Arsenal dari Sayap Kiri
Liga Inggris 28 Agustus 2025, 20:00
-
Eksklusif Premier League 2025/2026: Liverpool vs Arsenal Tayang di Vidio
Liga Inggris 27 Agustus 2025, 17:21
LATEST UPDATE
-
Hasil Club Brugge vs Atletico Madrid: Drama 6 Gol, Tak Ada Pemenang di Belgia
Liga Champions 19 Februari 2026, 05:18
-
Hasil Wolves vs Arsenal: The Gunners Terpeleset dalam Drama Injury Time
Liga Inggris 19 Februari 2026, 05:13
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Brace Patrik Schick Bungkam Tuan Rumah
Liga Champions 19 Februari 2026, 05:10
-
Hasil Bodo/Glimt vs Inter: Kalah Telak, Aspmyra Jadi Mimpi Buruk Nerazzurri
Liga Champions 19 Februari 2026, 05:04
-
Hasil Milan vs Como: Blunder Maignan Jadi Awal Petaka, Rossoneri Gagal Amankan Tiga Poin
Liga Italia 19 Februari 2026, 05:01
-
Prediksi Eks Liverpool Soal Masa Depan Arne Slot di Anfield, Didepak Atau Dipertahankan?
Liga Inggris 19 Februari 2026, 03:52
-
Hasil Al Nassr vs Arkadag: Menang Tipis 1-0, Al Nassr ke Perempat Final
Asia 19 Februari 2026, 03:34
-
Manchester United Sudah Putuskan Nasib Jadon Sancho, Dipertahankan Atau Dilepas?
Liga Inggris 19 Februari 2026, 03:24
-
Hasil Qarabag vs Newcastle: The Magpies Pesta Gol di Azerbaijan
Liga Champions 19 Februari 2026, 02:58
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
























KOMENTAR