
Bola.net - Enam bulan berlalu sejak kedatangan Viktor Gyokeres di London Utara. Namun, Arsenal justru kembali terperosok ke dalam situasi familiar yang tak diinginkan.
Mendatangkan Gyokeres seharga £64 juta dari Sporting awalnya dianggap sebagai solusi instan untuk juara lewat gol demi gol yang diharapkan. Dia diproyeksikan menjadi kepingan terakhir yang akan membawa skuad Mikel Arteta menyegel gelar Premier League.
Realitas di lapangan justru berbanding terbalik. Pemain berusia 27 tahun itu malah menjadi teka-teki rumit yang membuat Arteta pusing tujuh keliling.
Penampilannya kerap terlihat tanpa arah. Bingung sendiri. Level permainannya pun dianggap berada di bawah standar rekan-rekan setimnya di Emirates Stadium.
Tak heran jika bursa transfer kembali memanas lebih cepat. Setidaknya bagi Arsenal. The Gunners sekali lagi berada di posisi yang memaksa mereka mencari peningkatan kualitas individu di lini depan.
Julian Alvarez kini muncul sebagai nama yang digadang-gadang bisa menjadi penyelamat. Mantan bintang Manchester City ini masuk radar Arsenal jika ia berminat kembali merumput di Inggris.
Bayang-Bayang Kegagalan Striker Utama

Ketertarikan Arsenal bukan tanpa alasan yang kuat. Ada indikasi bahwa Atletico Madrid bersedia melepas sang pemain di akhir musim dengan mahar fantastis sekitar £86 juta.
Nama Alvarez sejatinya bukan hal baru bagi manajemen Arsenal. Penyerang Argentina ini sudah masuk dalam daftar incaran mereka musim panas lalu saat berburu juru gedor.
Langkah ini terasa logis mengingat kondisi internal tim. Arsenal masih belum memiliki striker utama yang jelas meski musim kompetisi sudah berjalan lebih dari separuh.
Gyokeres memang mencetak sembilan gol di semua kompetisi. Namun, fakta menyakitkan berbicara bahwa ia belum mencetak satu pun gol non-penalti di Premier League selama hampir tiga bulan.
Kemandulan ini memaksa Gabriel Jesus turun tangan saat melawan Manchester United, Minggu lalu. Sayangnya, penyerang asal Brasil itu juga kesulitan memberikan dampak signifikan.
Masa depan Jesus di klub pun kini berada di ujung tanduk. Kontraknya akan habis akhir musim depan, membuat posisinya semakin tidak aman.
Meski Jesus secara terbuka menyatakan hasratnya untuk bertahan, Arsenal mungkin berpikir lain. Opsi melepas pemain 28 tahun ini di musim panas demi biaya transfer yang layak sangat terbuka lebar.
Situasi makin pelik dengan absennya Kai Havertz. Pilihan favorit Arteta itu belum menjadi starter selama hampir setahun akibat cedera hamstring dan lutut yang berkepanjangan.
Statistik Menggoda Alvarez
Kekosongan lini depan ini menciptakan celah yang mungkin bisa ditutup oleh Alvarez. Pengalamannya dua musim di Premier League bersama Manchester City menjadi nilai jual utama.
Faktor adaptasi ini sangat krusial. Terutama di tengah perjuangan Gyokeres yang gagal mereplikasi performa ganasnya di Sporting saat pindah ke Inggris.
Rekam jejak Alvarez cukup mentereng dengan torehan 17 dan 19 gol di semua kompetisi bersama City. Angka yang sangat terhormat, apalagi ia bermain di bawah bayang-bayang dominasi Erling Haaland.
Musim ini, Alvarez tampil impresif di Liga Champions dengan empat gol dari enam laga. Di bawah asuhan Diego Simeone, ia kerap bermain sebagai penyerang kedua di belakang Alexander Sorloth.
Fleksibilitas ini memunculkan harapan baru bagi The Gunners. Alvarez bisa saja diduetkan dengan Gyokeres untuk mengeluarkan potensi terbaik keduanya.
Data statistik pun berpihak pada Alvarez. Ia mencatatkan performa finishing di atas rata-rata xG (Expected Goals) musim ini, sesuatu yang sangat dirindukan Arsenal.
Sebaliknya, Gyokeres justru tampil mengecewakan. Ia hanya mengemas lima gol liga dari total xG sebesar 6,52.
Tak hanya soal gol, kontribusi permainan Alvarez jauh lebih hidup. Ia unggul dalam jumlah tembakan, assist, operan, dan penciptaan peluang per 90 menit dibanding Gyokeres maupun Jesus.
Bukan Sekadar Solusi Instan
Serangan Arsenal selalu terlihat paling cair saat memiliki striker yang mau turun menjemput bola. Alvarez menawarkan atribut tersebut, gaya main yang lebih mirip Jesus ketimbang Gyokeres yang statis.
Namun, menganggap Alvarez sebagai solusi tunggal adalah penyederhanaan masalah yang naif. Banyaknya penyerang Arsenal yang tumpul musim ini mengindikasikan adanya masalah sistemik.
Bermain sebagai striker tunggal dalam skema Arsenal akan menjadi tantangan berat. Bahkan Alvarez sendiri belum mencetak gol di La Liga sejak 1 November lalu ketika dimainkan dengan peran yang lebih dalam.
Arsenal paham betul bahwa tidak ada jaminan sukses dalam dunia transfer, terutama untuk posisi striker.
Minat terhadap Alvarez senilai £86 juta ini bukan hanya soal kehebatannya. Ini adalah cerminan dari keputusasaan Arsenal atas tumpulnya barisan depan mereka saat ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arsenal Krisis Gol: Penyerang Tumpul dan Tak Mampu Cetak Gol dari Open Play
Liga Inggris 27 Januari 2026, 21:32
-
Prediksi Arsenal vs Kairat 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 13:40
-
Rooney Soroti Pergantian Arteta Saat Arsenal Kalah dari Man United: Terlihat Panik
Liga Inggris 27 Januari 2026, 12:28
-
Man Utd Bungkam Arsenal, Michael Carrick Ukir Rekor Sempurna atas Arteta
Liga Inggris 27 Januari 2026, 12:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Como vs Roma 16 Maret 2026
Liga Italia 15 Maret 2026, 00:01
-
Hasil Bundesliga: 9 Pemain Bayern Tertahan di Markas Leverkusen
Bundesliga 14 Maret 2026, 23:58
-
Prediksi Liverpool vs Tottenham 15 Maret 2026
Liga Inggris 14 Maret 2026, 23:30
-
Prediksi Lazio vs Milan 16 Maret 2026
Liga Italia 14 Maret 2026, 22:15
-
Prediksi Barcelona vs Sevilla 15 Maret 2026
Liga Spanyol 14 Maret 2026, 22:15
-
Prediksi Man Utd vs Aston Villa 15 Maret 2026
Liga Inggris 14 Maret 2026, 21:00
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Persib 15 Maret 2026
Bola Indonesia 14 Maret 2026, 20:12
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Dewa United 15 Maret 2026
Bola Indonesia 14 Maret 2026, 19:41
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54
























KOMENTAR