
Bola.net - Keputusan Jorginho meninggalkan Arsenal pada musim panas lalu kini terungkap lebih dalam. Gelandang asal Italia itu mengakui bahwa masa-masa terakhirnya di London utara tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Didatangkan dari Chelsea pada 2023, Jorginho awalnya diproyeksikan sebagai bagian penting dalam proyek Mikel Arteta. Namun seiring waktu, perannya di dalam tim mulai berkurang dan lebih sering berada di bangku cadangan.
Situasi tersebut perlahan memengaruhi kondisi mentalnya sebagai pemain. Pada akhirnya, ia memilih hengkang sebagai agen bebas dan melanjutkan karier bersama Flamengo demi menemukan kembali motivasi bermain.
Minim Peran dan Motivasi Jadi Alasan Utama

Jorginho mengungkapkan bahwa keputusannya meninggalkan Arsenal didorong oleh kebutuhan untuk kembali menikmati sepak bola. Ia merasa sulit menjaga semangat ketika tidak mendapat cukup kesempatan bermain.
“Saya ingin merasa hidup dan menjadi penting bagi tim. Ketika seorang pemain tidak berada di lapangan, sulit untuk tetap termotivasi. Saya merasa perlu pergi ke tempat di mana saya bisa bermain dengan penuh kegembiraan," ungkap Jorginho.
Selama berseragam Arsenal, ia mencatatkan 79 penampilan, tetapi hanya 27 di antaranya sebagai starter. Peran sebagai pemain pelapis membuatnya kesulitan merasa benar-benar menjadi bagian inti tim.
Pengalaman tersebut pada akhirnya memengaruhi pendekatan mentalnya terhadap permainan. Ia menilai bahwa kebahagiaan di lapangan menjadi faktor utama dalam menentukan langkah karier berikutnya.
Kritik pada Pendekatan Taktik Arteta
Selain soal menit bermain, Jorginho juga menyinggung pendekatan taktik yang diterapkan Mikel Arteta. Ia menggambarkan latihan set-piece di Arsenal sebagai sesuatu yang terasa seperti PR.
“ rasanya seperti PR, itu faktanya. Tapi ketika Anda mengerjakan pekerjaan rumah dan kemudian menghadapi ujian, Anda mendapatkan hasil yang baik," lanjut Jorginho.
Ia mengakui bahwa pendekatan tersebut memberikan hasil konkret di lapangan. Namun, ia juga mempertanyakan apakah fokus berlebihan pada aspek tertentu dapat berdampak pada gaya bermain tim secara keseluruhan.
“Saya pikir orang-orang sekarang mulai menyadari pentingnya situasi bola mati. Mengapa harus fokus dan bekerja lebih dalam hal itu? Karena Anda mendapatkan hasil yang membuat semua orang senang.”
Meski demikian, Jorginho mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan. Ia menilai bahwa terlalu fokus pada detail tertentu bisa membuat aspek lain dari permainan menjadi terabaikan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man City vs Arsenal, Aaron Ramsey Ingin The Gunners Keluar Sebagai Pemenang
Liga Inggris 17 April 2026, 19:58
-
Prediksi Man City vs Arsenal 19 April 2026
Liga Inggris 17 April 2026, 17:00
-
Arsenal Sudah Lolos Semifinal UCL, Sekarang Waktunya Gempur Man City!
Liga Champions 17 April 2026, 15:45
-
Declan Rice Kirim Peringatan: Arsenal Harus Bangkit Lawan Man City!
Liga Inggris 17 April 2026, 14:14
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR