Bola.net - Kekalahan Liverpool dari rival terberat, Manchester United, memunculkan banyak komentar negatif dari sejumlah pihak, tak terkecuali dari dalam tubuh The Reds sendiri. Ya, direktur olahraga Si Merah, Damien Comolli, membeberkan jika hal tersebut ada hubungannya dengan pembelian yang dilakukan oleh Brendan Rodgers.
Saat diwawancarai secara ekslusif oleh Talk Sport, pria 43 tahun itu mengungkapkan jika Rodgers memaksa untuk melakukan perjudian dengan merombak sebagian besar susunan tim. Sama seperti musim lalu, skuat yang sukses bertengger di peringkat kedua di bawah Manchester City dalam sekejap diubah.
Hasilnya? Bisa diketahui bersama, Liverpool tercecer di posisi keenam klasemen akhir. Kini, hal tersebut sepertinya akan terulang, bahkan bisa lebih parah. Pembelian besar-besaran yang dilakukan oleh manajer asal Irlandia Utara tersebut tampaknya tak akan berarti banyak.
"Seperti yang pernah saya bilang sebelum musim ini bergulir, itu (pembelian pemain) adalah perjudian besar. Dia melakukan perubahan susunan tim dan mendatangkan banyak pemain sebanyak mungkin di musim panas, seperti yang dia lakukan di musim panas sebelumnya," kata Comolli.
"Jika kalian lihat pada pertandingan hari Sabtu kemarin, dua full-back yang baru saja dibeli dan satu bek di sisi kiri bukanlah seorang bek kiri. Kalian bisa lihat gol ketiga United,"
"Kemudian, tiga orang di tengah, bagi saya mereka bermain dengan dua pemain baru. Emre Can memang sudah di klub sejak musim lalu, tapi sebelumnya dia tidak pernah bermain sebagai gelandang, tapi bek,"
"Di lini depan, ada tiga pemain baru. Jadi total kemarin mereka bermain dengan tujuh pemain baru. Mereka pun sangat terlihat belum pernah bermain bersama." tukasnya.[initial]
Saat diwawancarai secara ekslusif oleh Talk Sport, pria 43 tahun itu mengungkapkan jika Rodgers memaksa untuk melakukan perjudian dengan merombak sebagian besar susunan tim. Sama seperti musim lalu, skuat yang sukses bertengger di peringkat kedua di bawah Manchester City dalam sekejap diubah.
Hasilnya? Bisa diketahui bersama, Liverpool tercecer di posisi keenam klasemen akhir. Kini, hal tersebut sepertinya akan terulang, bahkan bisa lebih parah. Pembelian besar-besaran yang dilakukan oleh manajer asal Irlandia Utara tersebut tampaknya tak akan berarti banyak.
"Seperti yang pernah saya bilang sebelum musim ini bergulir, itu (pembelian pemain) adalah perjudian besar. Dia melakukan perubahan susunan tim dan mendatangkan banyak pemain sebanyak mungkin di musim panas, seperti yang dia lakukan di musim panas sebelumnya," kata Comolli.
"Jika kalian lihat pada pertandingan hari Sabtu kemarin, dua full-back yang baru saja dibeli dan satu bek di sisi kiri bukanlah seorang bek kiri. Kalian bisa lihat gol ketiga United,"
"Kemudian, tiga orang di tengah, bagi saya mereka bermain dengan dua pemain baru. Emre Can memang sudah di klub sejak musim lalu, tapi sebelumnya dia tidak pernah bermain sebagai gelandang, tapi bek,"
"Di lini depan, ada tiga pemain baru. Jadi total kemarin mereka bermain dengan tujuh pemain baru. Mereka pun sangat terlihat belum pernah bermain bersama." tukasnya.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gerrard: Pemain Kunci Kembali, Liverpool Akan Kembali Garang
Liga Inggris 15 September 2015, 19:03
-
Kalah dari MU, Gerrard Sarankan Fans Liverpool Tak Resah
Liga Inggris 15 September 2015, 18:43
-
Saat 'Dunia Milik Berdua' Juan Mata dan Ashley Young
Open Play 15 September 2015, 15:24
-
Aldridge: Fans Berhak Marah, Liverpool Sudah Kehilangan Identitas
Liga Inggris 15 September 2015, 15:02
-
Cedera Misterius, Liverpool Kirim Sang Kapten ke AS
Liga Inggris 15 September 2015, 14:25
LATEST UPDATE
-
Hasil Dewa United vs PSIM: Gol Penalti Alex Martins Jadi Penentu!
Bola Indonesia 3 April 2026, 21:10
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13


























KOMENTAR