
Bola.net - - Mantan pemain Danny Mills mengatakan bahwa para pemain Manchester United tak memberikan yang terbaik dari kemampuan mereka ketika masih dilatih Jose Mourinho.
Jose Mourinho harus mengakhiri periodenya sebagai pelatih Manchester United pada pertengahan Desember lalu. Tepatnya setelah United dikalahkan Liverpool yang membuat mereka saat itu tertinggal 19 poin dari puncak klasemen Premier League.
Sebagai gantinya, pihak Manchester United menunjuk pelatih interim Ole Gunnar Solskjaer. Dan semenjak itu, performa Setan Merah dan para pemainnya membaik, termasuk saat mengalahkan Tottenham Hotspur akhir pekan lalu.
Tudingan bahwa Paul Pogba dkk tak memberikan yang terbaik seperti yang mereka lakukan saat ini ketika masih dilatih Mourinho pun kembali muncul.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters!
Sengaja Tampil Buruk?
Saat masih dilatih Jose Mourinho, beberapa pemain memang mendapatkan kritikan terbuka dari sang pelatih. Mulai dari Paul Pogba hingga Luke Shaw beberapa kali dikabarkan memiliki hubungan yang memanas.
Bahkan Pogba dalam beberapa kesempatan diparkir oleh Mourinho dengan alasan taktik. Namun segera setelah Mourinho angkat kaki, Pogba tampil gemilang di bawah arahan Ole Gunnar Solskjaer.
Bukan hanya Pogba, performa secara keseluruhan Manchester United pun membaik. Terbaru, mereka mengalahkan tim kuat Tottenham dengan skor 1-0 di Wembley.
Dugaan bahwa pemain United tak mengeluarkan kemampuan terbaik saat masih dilatih Jose Mourinho pun menyeruak. Dan salah satunya dari Danny Mills yang mengomentarinya usai kemenangan atas Spurs pekan lalu.
"Man United bekerja keras dan berusaha keras. Mereka tidak melakukannya di bawah Mourinho. Lupakan taktik, lupakan hal lain. Itu tergantung pada para pemain itu sendiri," ujarnya.
"Ini agak memalukan bagaimana, para pemain United pergi seperti dalam pikiran mereka 'sebenarnya, kita tidak akan berusaha keras. Oh, manajernya sudah pergi, sekarang kita akan melakukan segalanya'. Itu tidak ada hubungannya dengan manajer atau apa pun. Itu karena sikap para pemain," tandasnya.
Pembelaan Pogba
Salah satu pemain yang paling disorot sejak awal musim ini adalah Paul Pogba. Saat masih dilatih Mourinho, Pogba banyak disebut sebagai pemain yang tak menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan berbagai alasan.
Namun setelah dilatih Solskjaer, gelandang asal Prancis tersebut tampil begitu luar biasa. Pogba sendiri mengatakan bahwa saat ini dirinya tengah menikmati permainan yang memang ia inginkan, yakni bermain menyerang.
"Saya menikmati sepak bola saat ini. Saya suka lebih menyerang, saya harus banyak bertahan sebelumnya dan itu bukan atribut terbaik saya. Inilah posisi terbaik saya," ujarnya.
"Pelatih mengatakan pada saya untuk menerobos kotak penalti dan mencetak gol. Contoh terbaik adalah Frank Lampard," tandasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sheringham Anggap Pogba Pantas Masuk Skuat MU 1999
Liga Inggris 15 Januari 2019, 22:55
-
Berkat Solskjaer, United Bukan Lagi Tim Penakut
Liga Inggris 15 Januari 2019, 22:24
-
Carragher Bantah Klaim Ince Soal Solskjaer
Liga Inggris 15 Januari 2019, 21:54
-
Pogba Tak Bersinar Karena Konflik yang Ditimbulkan Mourinho
Liga Inggris 15 Januari 2019, 21:30
-
David De Gea Segera Perpanjang Kontrak di Manchester United
Liga Inggris 15 Januari 2019, 21:20
LATEST UPDATE
-
YPP Wujudkan Impian Rumah Sejahtera Terpadu untuk Warga Magelang
Lain Lain 9 Juli 2026, 08:59
-
Manchester United Siapkan Kontrak 5 Tahun untuk Aurelien Tchouameni
Liga Inggris 9 Juli 2026, 02:03
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia 11 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:30
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris 12 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:01
-
3 Alasan Bikin Fede Valverde Terancam Gagal jadi Kapten Real Madrid
Liga Spanyol 8 Juli 2026, 20:16
-
RESMI: PSIM Yogyakarta dan Fahreza Sudin Berpisah
Bola Indonesia 8 Juli 2026, 19:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR