
Bola.net - Pandit sepak bola Inggris, Troy Deeney, masih merasa aneh dengan keputusan Manchester United pada awal musim 2018/2019 lalu. Saat itu, Setan Merah melepas Romelu Lukaku ke Inter Milan.
Romelu Lukaku menjadi pemain United selama dua musim, setelah dibeli dari Everton pada 2017. Pada era Jose Mourinho, pemain asal Belgia itu menjadi tumpuan di lini depan.
Akan tetapi, segalanya berubah saat Ole Gunnar Solskjaer datang sebagai pengganti Mourinho. Pelan tapi pasti, Lukaku kehilangan tempat di tim utama. Lukaku pun pindah ke Inter dengan harga 74 juta pounds.
Sebelum resmi menjadi milik Inter Milan, Lukaku sempat dekat dengan Juventus. Akan tetapi, pada tahap akhir negosiasi, pihak klub tidak mendapat kesepakatan. Lukaku pun urung pindah ke Juventus.
Bikin Lukaku Frustrasi
Catatan Romelu Lukaku di United tidak buruk. Selama dua musim, mantan pemain Chelsea itu mampu mencetak 42 gol dari 96 laga di semua kompetisi. Namun, Solskjaer memilih melepas pemain dengan catatan apik itu.
"Lukaku sangat bagus, dan saya selalu berpikir itu aneh ketika United melepasnya," buka Troy Deeney dikutip dari talkSPORT.
"Mereka menginginkan pemain yang lengkap karena rekor golnya tidak seburuk itu, jujur saja. Tapi saya mengerti mengapa orang-orang menjadi sedikit frustrasi ketika dia masih di United," sambung penyerang Watford.
Musim terakhir Lukaku di United memang tidak berjalan mulus. Sebab, Solskjaer sempat memainkan Lukaku sebagai winger kanan. Sebuah posisi yang tidak lazim bagi Lukaku. Dia bermain sebagai penyerang tengah sejak level junior.
Bersinar di Italia
Romelu Lukaku kemudian menikmati momen-momen indah bersama Inter Milan. Walau belum ada gelar juara yang diraih, Lukaku membawa Inter ke final Liga Europa. Gol demi gol pun lahir dari aksi sang bomber.
"Ketika Lukaku pergi ke Italia, Anda dapat melihat sisi taktisnya dan pelatihnya telah benar-benar meningkatkan permainannya. Dia punya poin untuk dibuktikan," kata Troy Deeney.
"Lukaku telah menjadi manusia super sejak dia berusia 16 tahun; semua orang berkata 'lihat bakatnya'. Pada permainan Anda dapat melihat seberapa kuat dia, permainan link-up juga bagus," tutup Troy Deeney.
Sumber: talkSPORT
Baca Ini Juga:
- Juventus Merekrut Kembali Paul Pogba, Seberapa Besar Kemungkinannya?
- Paul Pogba Diminta Berhati-hati Saat Berbicara Soal Manchester United
- Ternyata False Alarm, Alex Telles Sudah Negatif Covid-19
- Sebut Kyle Walker Idiot, Manchester City Anggap Legenda MU Ini Sudah Kelewatan
- Kisah Paul Scholes, Legenda Manchester United yang Hampir Membelot ke Everton
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Matthaus Optimis Bayern Bisa Kalahkan MU dan Liverpool Dalam Perburuan Upamecano
Bundesliga 17 November 2020, 22:28
-
Juventus Mulai Ragu Datangkan Paul Pogba?
Liga Italia 17 November 2020, 21:26
-
Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Manchester United untuk Rekrut Ismael Bennacer
Liga Inggris 17 November 2020, 20:56
-
Akhiri Paceklik, Manchester United Wajib Menangkan Carabao Cup
Liga Inggris 17 November 2020, 20:30
-
Ketika Wonderkid Manchester United Idolakan Legenda Liverpool
Liga Inggris 17 November 2020, 20:15
LATEST UPDATE
-
Jadi Incaran MU, Bintang Newcastle Ini Siap Hijrah ke Old Trafford
Liga Inggris 19 Mei 2026, 22:40
-
Nonton Live Streaming Liga Inggris: Bournemouth vs Man City
Liga Inggris 19 Mei 2026, 21:47
-
Jadwal TV: 20-21 Mei 2026
Jadwal Televisi 19 Mei 2026, 20:56
-
Timnas Indonesia Krisis Striker Lokal
Tim Nasional 19 Mei 2026, 20:37
LATEST EDITORIAL
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
-
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di Bawah Xabi Alonso
Editorial 18 Mei 2026, 12:13

























KOMENTAR