VAR, Salto, dan Gol Menit Akhir: Kronologi Kekalahan Menyakitkan Tottenham di Kandang Bournemouth

VAR, Salto, dan Gol Menit Akhir: Kronologi Kekalahan Menyakitkan Tottenham di Kandang Bournemouth
Aksi Mathys Tel di laga Bournemouth vs Tottenham, 8 Januari 2026. (c) Andrew Matthews/PA via AP

Bola.net - Malam yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan Tottenham Hotspur justru berakhir dengan tragedi menyakitkan di Vitality Stadium, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB.

Gol Antoine Semenyo di masa injury time (menit ke-95) memaksa Spurs pulang dengan tangan hampa setelah kalah tipis 3-2 dari Bournemouth.

Kekalahan ini kian membenamkan posisi The Lilywhites di peringkat ke-14 klasemen sementara Premier League. Tekanan terhadap manajer Thomas Frank pun semakin memuncak seiring rekor buruk delapan kekalahan musim ini.

Tak hanya soal hasil, malam buruk Spurs diperparah dengan cedera pemain muda andalan dan insiden konyol di pinggir lapangan yang melibatkan logo sang rival, Arsenal.

1 dari 3 halaman

Drama Kejar-Mengejar Gol

Laga sejatinya dimulai dengan manis bagi tim tamu. Mathys Tel langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan lima menit, memanfaatkan umpan backheel cerdik dari Xavi Simons.

Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Tuan rumah merespons cepat lewat gol Evanilson di menit ke-22, sebelum Junior Kroupi membalikkan keadaan menjadi 2-1 jelang turun minum.

Spurs menunjukkan mentalitas petarung di babak kedua. Sempat kecewa karena penalti Micky van de Ven dibatalkan VAR, mereka akhirnya menyamakan kedudukan lewat gol spektakuler Joao Palhinha di menit ke-78.

Gelandang Portugal itu melakukan tendangan salto (overhead kick) memukau yang gagal dihalau kiper Djordje Petrovic. Momentum seolah berbalik ke arah Spurs ketika sundulan Van de Ven nyaris menjadi gol kemenangan, namun Petrovic melakukan penyelamatan gemilang.

Sayangnya, sepak bola bisa sangat kejam. Di detik-detik akhir laga, Antoine Semenyo melepaskan tembakan keras ke sudut jauh yang menjadi penentu kemenangan perdana Bournemouth dalam 12 laga terakhir.

"Duduk di sini setelah kebobolan di masa tambahan waktu sangat menyakitkan, sangat berat, tapi itulah sepak bola," ujar Thomas Frank usai laga.

"Setelah gol penyeimbang, saya pikir kami lebih dekat dengan kemenangan dibanding Bournemouth."

2 dari 3 halaman

Kecemasan Cedera Lucas Bergvall

Selain hilangnya poin, Spurs juga harus membayar mahal laga ini dengan tumbangnya Lucas Bergvall. Gelandang muda Swedia itu terpaksa ditarik keluar sebelum satu jam pertandingan karena cedera.

Ini menjadi pukulan telak bagi Frank, mengingat Bergvall baru saja kembali mendapatkan kepercayaan tampil sebagai starter menggantikan peran Archie Gray.

"Saya belum tahu update pastinya," ungkap Frank dengan nada khawatir.

"Pikiran awal saya, kondisinya mungkin tidak terlalu baik bagi Lucas. Dia keluar lapangan karena cedera untuk kedua kalinya, seperti saat melawan Crystal Palace," tambahnya.

3 dari 3 halaman

Klarifikasi Insiden 'Gelas Arsenal'

Di tengah sorotan performa tim, ada satu momen unik yang viral di media sosial. Thomas Frank tertangkap kamera meminum kopi dari gelas kertas berlogo Arsenal, rival abadi Tottenham, sebelum pertandingan dimulai.

Wartawan pun mencecar Frank mengenai hal ini. Sang manajer menjelaskan bahwa itu murni ketidaksengajaan karena Arsenal baru saja bertanding di stadion yang sama pada hari Sabtu sebelumnya.

"Akan sangat bodoh, benar-benar bodoh jika saya sengaja mengambil gelas berlogo Arsenal," tegas Frank.

Ia menyayangkan bahwa hal sepele seperti itu harus menjadi topik pembahasan di tengah situasi sulit timnya. Menurutnya, gelas itu hanyalah sisa dari ruang ganti yang digunakan tim sebelumnya.

"Siapapun yang berpikir saya atau staf sengaja melakukannya, (perlu tahu) mereka (Arsenal) ada di ruang ganti sebelum kami. Sangat normal mengambil gelas untuk espresso, saya melakukannya setiap laga."

"Tentu saja saya tidak akan pernah melakukan itu (dengan sengaja), itu benar-benar bodoh," tutupnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL