Kesalahan Warisan Era Roman Abramovich Bikin Chelsea Dijatuhi Denda Rp220 Miliar dan Larangan Transfer

Kesalahan Warisan Era Roman Abramovich Bikin Chelsea Dijatuhi Denda Rp220 Miliar dan Larangan Transfer
Xabi Alonso memberikan instruksi kepada para pemain Chelsea dalam sesi pra musim (c) Chelsea FC Official

Bola.net - Chelsea kembali menjadi sorotan setelah dijatuhi sanksi oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). Klub asal London itu didenda sekitar Rp220 miliar serta dikenai larangan sementara mendaftarkan pemain baru selama dua periode bursa transfer.

Sanksi tersebut berkaitan dengan pelanggaran aturan pembayaran kepada agen yang terjadi dalam rentang 2009 hingga 2022. Seluruh pelanggaran itu berasal dari periode ketika Chelsea masih dimiliki Roman Abramovich.

Kasus ini terungkap setelah pemilik baru Chelsea, Todd Boehly dan Clearlake Capital, melaporkan sendiri 74 dugaan pelanggaran regulasi kepada FA setelah mengambil alih klub pada 2022. Langkah tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang meringankan hukuman.

Meski tetap menerima sanksi finansial yang besar, Chelsea berhasil mengurangi besaran denda melalui proses kerja sama dengan otoritas sepak bola Inggris. Klub juga terhindar dari pengurangan poin setelah mengajukan banding.

1 dari 2 halaman

Pelaporan Mandiri Jadi Faktor yang Meringankan Hukuman Chelsea

Selebrasi Enzo Fernandez usai Chelsea mengalahkan Tottenham di Stamford Bridge, 20 Mei 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Selebrasi Enzo Fernandez usai Chelsea mengalahkan Tottenham di Stamford Bridge, 20 Mei 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

FA menyatakan Chelsea melanggar aturan terkait pembayaran kepada agen dan pihak ketiga yang tidak terdaftar dalam sejumlah transfer pemain pada periode 2011 hingga 2018. Nilai pembayaran rahasia tersebut mencapai £47 juta atau sekitar Rp1,03 triliun.

Komisi Regulasi FA awalnya menjatuhkan denda sebesar £26 juta atau sekitar Rp572 miliar. Namun, hukuman itu dipangkas sepertiga menjadi sekitar Rp379,5 miliar karena Chelsea melaporkan sendiri pelanggaran yang ditemukan.

Besaran denda kembali dikurangi sepertiga menjadi sekitar Rp250,8 miliar setelah Chelsea mengakui kesalahan lebih awal. Nilai akhir kemudian ditetapkan menjadi £10 juta atau sekitar Rp220 miliar, dengan mempertimbangkan sanksi yang lebih dulu dijatuhkan UEFA dan Premier League.

FA menilai hukuman tersebut sudah proporsional karena mampu memberikan efek jera sekaligus menjaga integritas kompetisi. Seluruh dana denda sekitar Rp220 miliar itu akan dialokasikan untuk pengembangan sepak bola akar rumput di Inggris.

2 dari 2 halaman

Chelsea Akhiri Proses Regulasi, FA Masih Selidiki Individu Terkait

Skuad Chelsea usai laga versus Leeds United di semifinal FA Cup  2025/2026, Minggu (26/4/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Skuad Chelsea usai laga versus Leeds United di semifinal FA Cup 2025/2026, Minggu (26/4/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Selain denda dan larangan registrasi pemain selama dua jendela transfer, Chelsea sempat terancam pengurangan enam poin. Namun, hukuman tersebut ditangguhkan hingga 30 Juni 2027 dan akhirnya dibatalkan setelah proses banding.

FA menegaskan penyelidikan terhadap individu yang terkait dengan kasus tersebut masih berlangsung. Sementara itu, proses regulasi terhadap Chelsea sebagai klub dinyatakan telah selesai.

Dalam pernyataannya, Chelsea menyampaikan apresiasi kepada FA, UEFA, dan Premier League atas proses yang telah berjalan. Klub juga menegaskan bahwa seluruh proses regulasi terhadap mereka kini telah berakhir.

Sebelumnya, pada Maret lalu Chelsea juga menerima larangan mendaftarkan pemain akademi selama sembilan bulan serta denda £750.000 atau sekitar Rp16,5 miliar terkait proses registrasi pemain akademi pada periode 2019 hingga 2022. Seluruh pelanggaran tersebut berkaitan dengan masa kepemilikan Roman Abramovich.

Sumber: BBC Sport


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL