Kisah Inspiratif Brighton: Selamatkan Hutan Ekuador dengan Tanam 33.000 Pohon dan Hemat 40 Ribu Liter Air di Amex Stadium

Bola.net - Aksi keberlanjutan (sustainability) Brighton & Hove Albion bukan sekadar slogan kosong di industri sepak bola modern. Klub Premier League ini membuktikan kepedulian nyata.
Mereka tidak bergerak sendirian dalam misi penyelamatan lingkungan berskala global ini. Ribuan suporter setia turut andil dalam gerakan masif tersebut.
Ada pengorbanan kecil namun bermakna dari para pemegang tiket musiman The Seagulls. Mereka rela menolak hadiah keanggotaan demi menghijaukan kembali bumi.
Hasilnya sungguh mencengangkan dan berdampak hingga ke benua Amerika Selatan. Ribuan pohon kini berdiri tegak di pegunungan Andes yang gundul.
Tak hanya hutan, markas mereka juga mengalami revolusi efisiensi air besar-besaran. Simak kisah inspiratif dari pantai selatan Inggris ini.
Hutan Baru di Jantung Andes

Fans Brighton membuat keputusan heroik selama dua musim terakhir kompetisi. Anggota MyAlbion+ memilih mendanai penanaman pohon daripada menerima paket hadiah.
Total donasi tersebut mencapai angka yang sangat fantastis untuk sebuah klub bola. Lebih dari 33.000 pohon telah ditanam di lahan gundul Ekuador.
Area reboisasi ini mencakup delapan hektare lahan kritis di pegunungan Andes. Luasnya setara dengan sepuluh lapangan sepak bola standar internasional.
Dampak dari keputusan sederhana para suporter ini sungguh luar biasa. Hutan yang dulu hilang kini mulai bernapas kembali.
"Secara kolektif, selama periode dua tahun, anggota MyAlbion+ mendukung penanaman lebih dari 33.000 pohon di Ekuador," ungkap Jenny Gower, Kepala Tiket dan Layanan Pendukung Albion.
Rumah Bagi Spesies Langka
Proyek ini tidak dilakukan secara asal-asalan di hutan liar. Pohon yang dipilih adalah spesies asli daerah tersebut seperti Polylepis.
Tujuannya adalah merestorasi habitat alami bagi satwa lokal yang terancam punah. Burung langka seperti Andean Condor kini memiliki rumah baru.
Selain burung, rubah lokal bernama Lobo Andino juga mendapat manfaat ekosistem ini. Keanekaragaman hayati perlahan mulai pulih di wilayah tersebut.
Inisiatif ini sangat krusial mengingat laju deforestasi Ekuador yang cepat. Brighton hadir menyelamatkan ekosistem yang rapuh tersebut.
"Kami bangga dengan pencapaian ini dan berterima kasih kepada setiap pendukung kami yang memberikan donasi," tambah Jenny Gower mengapresiasi fans.
Berdayakan Wanita Lokal Ekuador
Dampak positif gerakan ini meluas hingga ke aspek sosial ekonomi warga. Masyarakat lokal diberdayakan untuk melindungi alam sekitar mereka.
Wanita memegang peranan sangat vital dalam proyek pembibitan pohon ini. Mereka memimpin pengelolaan lokakarya dari benih hingga menjadi bibit.
Pelatihan diberikan agar mereka memiliki keahlian dan penghidupan yang layak. Sepak bola menjadi jembatan kemanusiaan di tempat yang jauh.
Selain itu, akar pohon membantu menjaga sumber air bagi komunitas pertanian. Aliran air bersih ke sungai menjadi lebih terjaga.
Program ini membuktikan kekuatan kolektif fans sepak bola di seluruh dunia. Kepedulian mereka mengubah nasib komunitas di benua lain.
Perang Melawan Kebocoran Air
Sementara itu, aksi ramah lingkungan juga terjadi di markas klub. Audit air dilakukan di American Express Stadium oleh Southern Water.
Tim ahli menemukan fakta mengejutkan di balik kemegahan stadion modern itu. Ternyata ada pemborosan air yang tidak disadari sebelumnya.
Insinyur menemukan 45 titik kebocoran tersembunyi di toilet dan keran. Padahal, fasilitas stadion selalu dirawat dengan standar tinggi.
Kebocoran halus ini membuang hampir 34.000 liter air setiap harinya. Jumlah yang sangat masif jika dibiarkan terus menerus.
"Audit air yang dilakukan oleh Southern Water telah menunjukkan penghematan yang dapat dicapai melalui audit air yang bertujuan memperbaiki kebocoran," kata Manajer Sustainability Albion, Thomas Harris.
Hemat Puluhan Ribu Liter Sehari
Perbaikan teknis segera dilakukan pada titik-titik masalah yang ditemukan. Alat penghemat air canggih dipasang di puluhan toilet stadion.
Langkah taktis ini langsung memberikan dampak instan pada efisiensi klub. Tagihan air berkurang dan sumber daya alam terselamatkan.
Totalnya, Brighton kini berhasil menghemat sekitar 41.203 liter air per hari. Ini adalah kemenangan besar bagi manajemen dan planet bumi.
Langkah audit serupa akan dilakukan di pusat latihan elit mereka. Komitmen hijau Brighton tampaknya tak akan berhenti di sini.
"Audit dilakukan dengan keahlian dan profesionalisme, dan kami berharap dapat bekerja sama dengan Southern Water di masa depan," tutup Thomas Harris.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Memancing di Air Keruh, Klub Arab Saudi Siap Angkut Mohamed Salah dari Liverpool
Liga Inggris 9 Desember 2025, 11:36
-
Cetak Gol Lagi untuk MU, Mason Mount Janji Bakal Main Lebih Oke Lagi!
Liga Inggris 9 Desember 2025, 11:15
-
Kalahkan Wolverhampton, Ruben Amorim Ingin MU Bisa Menang 20 Laga Beruntun!
Liga Inggris 9 Desember 2025, 10:54
-
Katanya Bakal Comeback Lawan Wolverhampton, Kenapa Matthijs De Ligt Absen Lagi?
Liga Inggris 9 Desember 2025, 10:41
LATEST UPDATE
-
Tak Terkalahkan, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia Juarai Putaran Pertama Proliga 2026
Voli 29 Januari 2026, 23:48
-
Akhir Pekan Ini, Manchester United Bakal Didemo Fansnya Sendiri
Liga Inggris 29 Januari 2026, 23:31
-
Jesse Lingard Segera Comeback, Serie A Jadi Tujuan Paling Realistis
Liga Italia 29 Januari 2026, 22:56
-
Espargaro Bersaudara Kompak Kuasai Hari Pertama Tes Shakedown MotoGP Sepang 2026
Otomotif 29 Januari 2026, 21:37
-
Klasemen Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026: Timnas Indonesia Peringkat Berapa?
Tim Nasional 29 Januari 2026, 21:08
LATEST EDITORIAL
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04




















KOMENTAR