
Bola.net - Leeds United berhasil mengamankan tiga poin penting dalam pertandingan pembuka mereka di Premier League 2025/2026. Kemenangan tipis 1-0 atas Everton ini diwarnai oleh insiden kontroversial. Gol tunggal Leeds dicetak oleh pemain barunya, Lukas Nmecha, melalui tendangan penalti.
Momen krusial ini terjadi pada menit ke-84 pertandingan yang berlangsung sengit. Penalti tersebut menjadi penentu hasil akhir, memberikan Leeds awal musim yang positif di kandang. Namun, keputusan wasit untuk memberikan penalti tersebut langsung menimbulkan perdebatan luas di kalangan penggemar dan pakar sepak bola.
Insiden yang melibatkan kapten Everton, James Tarkowski, menjadi pusat kontroversi. Banyak pihak mempertanyakan keabsahan keputusan tersebut mengingat posisi lengan Tarkowski saat bola mengenainya. Penalti yang dieksekusi dengan tenang oleh Lukas Nmecha ini pun menjadi topik hangat yang dibicarakan.
Gol Penentu dan Insiden Kontroversial
Leeds United sukses meraih kemenangan perdana mereka di musim ini berkat gol tunggal yang dicetak. Penyerang anyar, Lukas Nmecha, menunjukkan ketenangannya saat menjadi eksekutor penalti penting tersebut. Gol ini memastikan Leeds mengawali kampanye Premier League mereka dengan hasil maksimal di kandang sendiri.
Momen penalti terjadi ketika tembakan Anton Stach mengenai James Tarkowski di dalam area kotak terlarang. Bola yang melaju kencang tiba-tiba berubah arah setelah menyentuh tubuh pemain bertahan Everton tersebut. Wasit Chris Kavanagh tanpa ragu langsung menunjuk titik putih, memicu protes dari para pemain Everton.
Meskipun lengan Tarkowski terlihat berada di samping tubuhnya, keputusan penalti tetap diberikan oleh wasit. Ada jeda singkat saat VAR memeriksa insiden tersebut, tapi keputusan awal wasit akhirnya dikonfirmasi. Konfirmasi VAR ini semakin menambah kebingungan dan kekecewaan di kubu Everton.
Keputusan tersebut secara langsung mempengaruhi jalannya pertandingan yang sebelumnya berjalan imbang tanpa gol. Gol dari Lukas Nmecha ini mengubah arah permainan di menit-menit akhir. Leeds berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan, mengunci kemenangan tipis mereka.
Kebingungan James Tarkowski atas Keputusan Wasit
James Tarkowski, kapten Everton, mengungkapkan kebingungannya yang mendalam terkait keputusan penalti. Ia sangat yakin bahwa insiden tersebut seharusnya tidak berujung pada tendangan penalti bagi Leeds. Tarkowski bahkan mengira keputusan wasit akan dibatalkan setelah tinjauan VAR.
Pemain bertahan ini berargumen bahwa lengannya berada dalam posisi alami di samping tubuhnya. Menurutnya, bola diizinkan untuk mengenai lengan jika posisinya tidak 'tidak wajar' atau diperpanjang. Tarkowski merasa aturan tersebut tidak diterapkan dengan benar dalam situasi ini.
Ia juga mempertanyakan pandangan hakim garis yang berada sekitar 45 meter dari lokasi kejadian. Tarkowski tidak mengerti bagaimana hakim garis bisa melihat dengan jelas posisi lengannya dari jarak sejauh itu. Baginya, insiden ini sangat aneh dan merugikan timnya secara signifikan.
Tarkowski menjelaskan bahwa ia sedang bergerak dan bola datang dengan sangat cepat setelah defleksi. Sulit baginya untuk bereaksi secara instan dalam kondisi tersebut. Ia merasa bahwa tubuhnya bergerak sesuai dengan arah bola, yang seharusnya tidak dianggap sebagai pelanggaran handball disengaja.
Dampak dan Perdebatan Aturan Handball
Penalti yang sukses dieksekusi oleh Lukas Nmecha ini memiliki dampak langsung pada hasil pertandingan. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda, memastikan Leeds mengantongi tiga poin penting. Ini merupakan awal yang kurang ideal bagi Everton di musim baru Premier League.
Insiden ini kembali memicu perdebatan sengit mengenai interpretasi aturan handball dalam sepak bola modern. Banyak pihak merasa aturan saat ini terlalu ambigu dan seringkali menimbulkan keputusan kontroversial. Konsistensi dalam penerapan aturan menjadi sorotan utama setelah kejadian ini.
Kasus James Tarkowski menyoroti kesulitan bagi pemain untuk menghindari kontak bola dengan tangan dalam situasi tertentu, terutama ketika bola datang secara tak terduga atau dari jarak dekat. Para pakar dan penggemar menyerukan kejelasan lebih lanjut dari badan pengatur sepak bola.
Kejadian ini berpotensi memengaruhi cara wasit dan VAR meninjau insiden handball di pertandingan mendatang. Penting bagi otoritas sepak bola untuk memberikan panduan yang lebih jelas. Hal ini akan mengurangi kontroversi dan memastikan keadilan dalam setiap keputusan yang diambil di lapangan.
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Usai Dipermalukan Arsenal, Ferdinand Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Man United
Liga Inggris 19 Agustus 2025, 23:20
-
Kritikan Pedas Eks Man United Lihat Gyokeres di Arsenal: Disfungsional
Liga Italia 19 Agustus 2025, 22:51
-
Casemiro Tegaskan Komitmen di Man United: Keluarga Bahagia, Fokus Kejar Kemenangan
Liga Inggris 19 Agustus 2025, 20:30
-
Mimpi Buruk Debut Viktor Gyokeres: Main Kesulitan, Eh Kena Serang Media Portugal
Liga Inggris 19 Agustus 2025, 19:53
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs PSIM Yogyakarta 10 Januari 2026
Bola Indonesia 9 Januari 2026, 14:06
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Malut United 10 Januari 2026
Bola Indonesia 9 Januari 2026, 14:00
-
Jadwal Lengkap Manchester United 2025/2026
Liga Inggris 9 Januari 2026, 13:46
-
Jadwal Lengkap La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 13:41
-
Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
Liga Italia 9 Januari 2026, 13:33
-
Daftar Tanggal Launching 11 Tim Formula 1 Jelang Musim 2026
Otomotif 9 Januari 2026, 13:15
-
Federico Valverde Anggap Real Madrid Beruntung Menang atas Atletico
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 12:53
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52

























KOMENTAR