
Bola.net - Sebuah partai big match tersaji di Premier League kemarin malam. Manchester United menjamu Chelsea di Old Trafford pada pertandingan pekan keenam EPL.
Laga ini banyak ditunggu-tunggu oleh para pecinta sepakbola. Maklum, kedua tim ini memiliki reputasi sebagai tim dengan lini serang yang ciamik.
Namun laga yang diduga akan berakhir dengan hujan gol berakhir antiklimaks. Karena tidak ada satupun gol yang tercipta selama 90 menit pertandingan.
Meski tidak ada gol yang tercipta di laga ini, ada beberapa momen yang cukup menarik untuk dibahas lebih lanjut. Apa saja itu? Yuk intip di bawah ini.
Maguire akhirnya Insyaf?
Pelajaran pertama yang bisa dipetik dari laga ini adalah bagaimana pertahanan United berhasil meraih clean sheet pertama mereka di EPL musim ini.
Keberhasilan MU mendapatkan clean sheet itu tidak terlepas dari performa Harry Maguire yang dipasang sebagai starter di jantung pertahanan MU. Padahal sang bek baru saja pulih dari cedera ringan yang menimpanya.
Terlepas insiden 'pelukan'-nya dengan Cesar Azpilicueta yang seharusnya membuat MU diganjar penalti, penampilan Maguire tergolong solid di laga ini. Ia dan Lindelof sangat tumben mampu berkoordinasi dengan baik sehingga David De Gea tidak mendapatkan ancaman berarti dari lini serang Chelsea.
Sudah, Buang Saja Kepa!
Pelajaran kedua yang mungkin bisa dipetik dari Chelsea adalah mereka sudah bisa move on dari Kepa.
Ya, untuk apa mereka membutuhkan kiper Spanyol itu ketika mereka memiliki kiper yang jauh lebih oke pada diri Edouard Mendy?
Kiper Timnas Senegal itu tampil sangat menawan di laga melawan United. Jika tidak ada Mendy, Chelsea paling tidak kebobolan tiga gol di laga ini.
Jadi persoalan kiper Chelsea sudah case closed dan Petr Cech kayaknya gak perlu turun gunung untuk membenahi masalah ini.
Solskjaer Salah Pilih Komposisi Pemain
Pelajaran ketiga yang bisa diambil dari laga ini adalah manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer salah memilih komposisi pemain di laga ini.
Banyak fans MU mempermasalahkan kenapa Solskjaer memilih memainkan skema 4-2-3-1, padahal Setan Merah bermain dengan apik melawan PSG dengan skema 3-4-1-2.
Namun skema 4-2-3-1 Solskjaer ini sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Karena terbukti, sepanjang pertandingan, United tampil lebih mengancam ketimbang Chelsea.
Namun permasalahannya adalah Solskjaer tidak memasang beberapa pemain yang tepat agar mereka memenangkan laga ini. Ada beberapa pemain yang Luke Shaw, Daniel James yang bisa dikatakan minim kontribusi di laga ini.
Ketika MU mengalami kebuntuan membongkar pertahanan Chelsea, Solskjaer memilih mengabaikan gelandang kreatif di timnya, Donny van de Beek. Padahal gelandang asal Belanda itu berpotensi membantu memecah kebuntuan di laga itu.
Thiago Silva sudah bisa diandalkan?
Pelajaran keempat yang bisa dipetik dari laga MU vs Chelsea ini adalah Chelsea nampaknya sudah bisa mengandalkan sosok Thiago Silva.
Bek Timnas Brasil itu direkrut sebagai free agent pada musim panas ini. Banyak yang meragukan apakah Silva bisa memberikan kontribusi yang apik di Chelsea mengingat usianya sudah menginjak 35 tahun.
Keraguan ini semakin meningkat setelah pada laga debutnya Silva membuat blunder sehingga Chelsea ditahan imbbang West Bromwich Albion dengan skor 3-3.
Namun di laga kontra MU ini, Silva mulai bisa menunjukkan bahwa ia belum habis. Ia mampu memimpin Kurt Zouma dan Cesar Azpilicueta sehingga mereka sukses meredam serangan-serangan MU.
Cavani Menjanjikan
Pelajaran terakhir yang bisa dipetik dari laga ini adalah Manchester United nampaknya bakal banyak menggunakan tenaga Cavani musim ini.
Sama seperti Silva di Chelsea, Cavani bergabung dengan MU sebagai free agent setelah tidak memperpanjang kontrak di PSG.
Setelah menunggu cukup lama, Cavani akhirnya debut di tim utama MU saat menghadapi Chelsea. Ia masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.
Namun baru satu menit di laga itu, Cavani langsung memberikan ancaman nyata ke gawang Chelsea. Ia juga memiliki peluang bagus, namun diblok oleh Thiago Silva.
Memang satu kendala Cavani sejauh ini adalah supply bola untuk sang striker masih kurang, dan ini wajar karena ia baru sebentar mengenal rekan-rekannya. Namun dengan start yang apik ini, Cavani berpotensi jadi mesin gol yang mematikan bagi United.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dicadangkan di Laga Sebesar MU vs Chelsea, Waktunya Paul Pogba Move On ke Madrid?
Liga Inggris 25 Oktober 2020, 22:30
-
Lebih Hidup di Lapangan, Luke Shaw Indikasikan Musim MU Baru Dimulai
Liga Inggris 25 Oktober 2020, 22:00
-
Ada yang Aneh dengan Bahasa Tubuh Bruno Fernandes, Frustrasi Salah Posisi?
Liga Inggris 25 Oktober 2020, 18:40
-
Merasa MU Pantas Menang, Begini Pujian Luke Shaw untuk Edouard Mendy
Liga Inggris 25 Oktober 2020, 18:00
-
Kontroversi Harry Maguire 'Rangkul' Azpilicueta: Harusnya Chelsea Dapat Penalti?
Liga Inggris 25 Oktober 2020, 17:40
LATEST UPDATE
-
Real Madrid Tunggu Tawaran di Kisaran Rp195 Miliar untuk Beknya
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 14:27
-
Robert Lewandowski Masih Menunda Keputusan Masa Depannya di Barcelona
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 14:18
-
Barcelona vs Athletic Club: 3 Topik Penting jelang Semifinal Piala Super Spanyol
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 14:11
-
Calon Nomor Punggung Joao Cancelo di Barcelona
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 12:42
-
Dua Pemain Binaan Persija Tampil Gemilang, Siap Tantang Persib
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 12:27
-
Prediksi Everton vs Wolves 8 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 12:13
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58



















KOMENTAR