Liverpool-nya Andoni Iraola: Penguasaan Bola hingga 70 Persen, tapi Gagal Menang!

Liverpool-nya Andoni Iraola: Penguasaan Bola hingga 70 Persen, tapi Gagal Menang!
Pelatih Liverpool, Andoni Iraola (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Liverpool mengawali Premier League 2026/2027 bersama Andoni Iraola dengan hasil yang belum sesuai harapan. The Reds hanya meraih dua poin setelah dua pertandingan pertama berakhir dengan skor identik 2-2.

Menariknya, Liverpool tampil dominan dalam penguasaan bola pada kedua laga tersebut. Mereka mencatat 60 persen penguasaan bola saat menghadapi Newcastle United dan meningkat menjadi 70 persen ketika bertemu Nottingham Forest.

Namun, dominasi tersebut belum berbanding lurus dengan hasil pertandingan. Liverpool selalu tertinggal lebih dulu dan hingga kini belum pernah memimpin pertandingan di Premier League musim ini.

Kondisi tersebut menjadi tantangan awal bagi Iraola di Anfield. Sang pelatih perlu menemukan cara agar penguasaan bola yang tinggi dapat berubah menjadi kontrol pertandingan dan kemenangan.

1 dari 2 halaman

Dominasi Bola Belum Berbuah Kemenangan

Skuad Liverpool merayakan gol Florian Wirtz ke gawang Nottingham Forest yang kemudian dianulir VAR (c) AP Photo/Jon Super

Skuad Liverpool merayakan gol Florian Wirtz ke gawang Nottingham Forest yang kemudian dianulir VAR (c) AP Photo/Jon Super

Dua hasil imbang 2-2 menunjukkan Liverpool masih kesulitan memaksimalkan dominasi permainan. Penguasaan bola yang tinggi belum membuat mereka mampu mengendalikan jalannya pertandingan secara efektif.

Situasi tersebut juga menghadirkan tantangan berbeda bagi Alexander Isak. Penyerang Liverpool itu sebelumnya dikenal efektif dalam permainan transisi dan serangan balik bersama Newcastle, sementara menghadapi pertahanan blok rendah membutuhkan pendekatan berbeda.

Masalah ini bukan sepenuhnya baru bagi Iraola. Musim lalu bersama Bournemouth, timnya hanya memenangi empat dari 19 pertandingan Premier League ketika mereka mendominasi penguasaan bola.

Sebaliknya, Bournemouth meraih sembilan kemenangan dari 19 pertandingan lainnya. The Cherries juga tidak pernah menang ketika penguasaan bola mereka mencapai lebih dari 58,8 persen, menunjukkan bahwa gaya permainan Iraola sebelumnya lebih efektif ketika timnya tidak terlalu dominan dalam menguasai bola.

2 dari 2 halaman

Tantangan Besar untuk Iraola

Pemain Liverpool, Florian Wirtz, beraksi dalam pertandingan Premier League melawan Nottingham Forest di Anfield, Sabtu (29/8/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Pemain Liverpool, Florian Wirtz, beraksi dalam pertandingan Premier League melawan Nottingham Forest di Anfield, Sabtu (29/8/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Perubahan situasi di Liverpool menjadi tantangan tersendiri bagi Iraola. Berbeda dari Bournemouth yang kerap mengandalkan counter-pressing dan transisi cepat, Liverpool kini lebih sering berada dalam posisi sebagai tim yang menguasai bola.

Pandit Premier League, Joe Hart, menilai permainan Liverpool belum mengalir seperti yang diharapkan. Ia juga melihat lawan mampu memanfaatkan ketidakpastian Liverpool dalam menerapkan strategi.

"Sebagai tim dengan kekuatan menyerang, permainan Liverpool belum mengalir dengan baik. Mengingat karakteristik fisik Premier League dan ketidakpastian mereka mengenai strategi saat ini, tim-tim lawan mampu mendominasi dan menekan mereka dengan keras," ujar pandit Premier League, Joe Hart, pada BBC Sport.

"Dibutuhkan kerja keras dari Iraola dan stafnya di lapangan latihan, namun ia adalah pelatih hebat dan mereka memiliki pemain-pemain berkualitas tinggi," kata Hart yang pernah membela Timnas Inggris.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL