
Bola.net - Bagi Josep Guardiola dan Bernardo Silva, lemari trofi mereka mungkin sudah penuh sesak. Selama satu dekade terakhir, keduanya telah mengumpulkan 18 gelar bersama Manchester City, sebuah bukti dominasi absolut di sepak bola Inggris.
Namun, saat Bernardo menatap rekan-rekan setimnya di ruang ganti jelang semifinal Carabao Cup melawan Newcastle United, pemandangan itu kini terasa asing.
Para jenderal perang Man City yang biasa berdiri di sampingnya, Kevin de Bruyne, Ilkay Gundogan, Kyle Walker, Ederson, hingga Jack Grealish, telah pergi musim panas lalu.
Mereka digantikan oleh wajah-wajah baru yang lapar namun belum teruji. Bagi skuad anyar hasil perombakan besar-besaran Guardiola ini, laga melawan Newcastle bukan sekadar memburu piala "kelas dua". Ini adalah ritus pendewasaan yang wajib dilewati.
Eksodus Para Juara dan Datangnya Darah Muda

Transformasi Man City terjadi begitu cepat dan drastis. Dalam 12 bulan terakhir, sekitar selusin pemain baru mendarat di Etihad Stadium.
Kecuali Gianluigi Donnarumma yang datang dengan status juara Euro 2020 dan Liga Champions, mayoritas rekrutan anyar ini belum pernah merasakan manisnya mengangkat trofi bergengsi di level tertinggi.
Guardiola menyadari betul urgensi situasi ini. Bagi pemain seperti Antoine Semenyo, rekrutan senilai £62,5 juta, atau bek muda Max Alleyne, Carabao Cup memiliki bobot yang jauh lebih berat dari biasanya.
"Ini bukan sekadar soal mengangkat trofi, tapi lebih kepada kesadaran diri dan berpikir, 'Oke, kami menang, kami mampu melakukannya'," ujar Guardiola menjelaskan filosofinya.
Ia menekankan pentingnya pengalaman pertama tersebut bagi mentalitas tim:
"Tapi ada beberapa pemain yang belum pernah berada di sana sebelumnya, dan penting bagi sebuah grup untuk mencoba merasakan dan belajar dari pelajaran tersebut," lanjutnya.
Potensi Starting XI Tanpa Gelar
Revolusi skuad ini membuat Guardiola berpotensi menurunkan starting XI yang berisi hingga tujuh pemain yang belum pernah memenangkan trofi mayor untuk Man City.
Nama-nama seperti James Trafford, Abdukodir Khusanov, Nico Gonzalez, Rayan Cherki, Tijjani Reijnders, hingga Semenyo diprediksi akan mengisi susunan pemain.
Khusanov, bek tengah asal Uzbekistan, menjadi sorotan khusus. Meski sempat mengalami debut traumatis melawan Chelsea, ia kini dipuji karena kecepatannya yang vital bagi garis pertahanan tinggi Man City.
"Dia pemain yang benar-benar spesial untuk cara kami bermain. Dia banyak membantu kami karena kami bermain dengan garis pertahanan sangat tinggi. Dia pemain yang cepat," puji Guardiola.
Persaingan Internal dan Masa Depan
Transisi menuju era baru ini tidak selalu mulus. Ada pemain yang langsung bersinar, ada pula yang tersisih.
Nico Gonzalez, yang sempat diragukan musim lalu, kini tampil gemilang sebagai pelapis Rodri. Sebaliknya, Rayan Ait-Nouri justru tenggelam oleh kebangkitan pemain muda lainnya, O'Reilly.
Nasib sial menimpa Ait-Nouri yang dipastikan absen melawan Newcastle karena ketinggalan pesawat transit saat pulang dari Piala Afrika (AFCON). Sementara itu, Omar Marmoush yang dibeli Januari lalu tampaknya akan makin sulit mendapat tempat seiring ketajaman Semenyo, pencetak gol terbanyak ketiga di Premier League saat ini.
Di bawah mistar gawang, James Trafford menghadapi dilema. Meski Guardiola memujinya memiliki atribut untuk klub besar, kedatangan Donnarumma membuatnya tergusur. Kiper 23 tahun ini mungkin harus pindah jika ingin bermain reguler di kompetisi bergengsi.
"Saya ingin dia bertahan selama bertahun-tahun karena dia memiliki atribut untuk bermain bagi klub besar seperti kami," kata Guardiola mengenai situasi Trafford.
Membangun Mentalitas Pemenang
Pep Guardiola menegaskan bahwa 85 persen dari skuad saat ini adalah proyeksi untuk masa depan. Bahkan Bernardo Silva, sang kapten, mungkin tidak masuk dalam rencana jangka panjang tersebut mengingat kontraknya yang akan habis akhir musim ini.
Karena itulah, kemenangan di panggung seperti Carabao Cup menjadi fondasi krusial. Para pemain yang direkrut dari klub seperti Bournemouth, Burnley, Lyon, dan Lens ini harus membuktikan bahwa mereka layak mengenakan seragam biru langit.
"Seorang pemain berkata jika saya pernah melakukannya, saya bisa melakukannya lagi," jelas Guardiola.
Ia menutup dengan sebuah pandangan visioner tentang proses pembentukan mental:
"Ketika Anda bermain di Bernabeu atau Camp Nou atau tempat-tempat tertentu, ketika Anda bermain berkali-kali, Anda menjadi lebih baik. Ini adalah masalah proses. Semakin sering Anda bermain di final dan semifinal, itu membantu masa depan klub tersebut."
Laga melawan Newcastle nanti mungkin hanyalah awal. Namun bagi Guardiola, ini adalah langkah pertama untuk memastikan Manchester City tetap menjadi raksasa, bahkan ketika era emas lamanya telah resmi berakhir.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Newcastle vs Man City - Link Nonton Carabao Cup/EFL Cup di Vidio
Liga Inggris 13 Januari 2026, 20:00
-
Nonton Live Streaming Newcastle vs Man City: Kapan dan Main Jam Berapa?
Liga Inggris 13 Januari 2026, 19:01
-
Prediksi Susunan Pemain Manchester City Lawan Newcastle: Haaland Jadi Andalan
Liga Inggris 13 Januari 2026, 16:01
-
Apakah Antoine Semenyo Bisa Bermain untuk Man City di Carabao Cup?
Liga Inggris 13 Januari 2026, 15:32
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR