
Bola.net - Manchester United membutuhkan perubahan besar untuk keluar dari keterpurukan yang kembali membayangi klub pada musim 2026/2027. Kemerosotan performa di bawah Michael Carrick memperpanjang persoalan yang sudah menghantui Setan Merah sejak era Sir Alex Ferguson berakhir.
Situasi tersebut bukan berarti Manchester United tidak bisa kembali bersaing di papan atas Premier League. Arsenal pernah menghadapi masalah serupa sebelum perlahan membangun kembali kekuatan mereka di bawah asuhan Mikel Arteta.
Ketika Arteta mengambil alih Arsenal pada 2019, klub London Utara itu memiliki sejumlah pemain bergaji tinggi yang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan tim. Perombakan skuad, keberanian memberi kesempatan kepada pemain muda, dan dukungan manajemen menjadi bagian penting dari proses kebangkitan mereka.
Manchester United kini menghadapi tantangan untuk menentukan arah pembangunan tim. Klub perlu mengevaluasi pemain yang tidak memenuhi ekspektasi sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan talenta muda.
Pengalaman Arsenal bisa menjadi acuan bagi Manchester United untuk memperbaiki kondisi tersebut. Berikut tiga pelajaran penting dari proyek pembangunan kembali Arsenal yang dapat diterapkan Setan Merah.
1. Berani Melepas Pemain Bergaji Tinggi yang Tidak Memenuhi Ekspektasi

Salah satu persoalan Manchester United adalah keberadaan pemain bergaji besar yang belum mampu memberikan kontribusi sesuai harapan. Nama seperti Joshua Zirkzee, Manuel Ugarte, Diogo Dalot, Harry Maguire, dan Luke Shaw menjadi contoh pemain yang masa depan serta perannya di klub layak dievaluasi.
Situasi ini mengingatkan pada kondisi Arsenal ketika Arteta mulai menangani tim pada 2019. Mesut Ozil, Shkodran Mustafi, Sead Kolasinac, dan Sokratis Papastathopoulos memiliki kontrak bernilai besar, tetapi tidak lagi sesuai dengan kebutuhan pelatih asal Spanyol tersebut.
Arsenal kemudian mengambil langkah tegas dengan melepas sejumlah pemain senior, termasuk melalui pemutusan kontrak. Keputusan itu membutuhkan biaya besar karena klub harus menyelesaikan kontrak mereka, tetapi manajemen menganggapnya sebagai investasi untuk masa depan.
Langkah tersebut membuka ruang dalam skuad sekaligus mengurangi beban gaji. Arsenal pun memiliki kesempatan lebih besar untuk mendatangkan pemain yang sesuai dengan rencana Arteta, alih-alih terus mempertahankan pemain yang tidak masuk dalam proyek jangka panjangnya.
Manchester United bisa menerapkan pendekatan serupa dengan mengevaluasi kontribusi, usia, gaji, dan kebutuhan tim sebelum menentukan masa depan setiap pemain. Namun, keputusan melepas pemain harus didasarkan pada pertimbangan sepak bola dan finansial, bukan sekadar keinginan melakukan perombakan besar-besaran.
2. Memberikan Kepercayaan kepada Pemain Muda

Pemain muda menjadi fondasi penting dalam pembangunan kembali Arsenal. Bukayo Saka dan Emile Smith Rowe, dua lulusan akademi klub, muncul sebagai bagian penting dari proyek Arteta sebelum Arsenal memperkuat skuad melalui perekrutan pemain muda lainnya.
Pada bursa transfer musim panas 2021, Arsenal mendatangkan sejumlah pemain yang masih berada dalam usia produktif, termasuk Ben White, Martin Odegaard, dan Aaron Ramsdale. Kehadiran mereka membantu memberikan energi baru kepada tim dan membangun kembali antusiasme suporter di Emirates Stadium.
Manchester United juga memiliki sejumlah pemain muda yang bisa dikembangkan untuk membangun masa depan klub. Kobbie Mainoo dan Shea Lacey merupakan talenta dari akademi, sedangkan Ayden Heaven, Leny Yoro, Patrick Dorgu, Andrey Santos, Carlos Baleba, dan Benjamin Sesko termasuk nama-nama muda yang disebut dalam rencana pembangunan skuad.
Meski demikian, memberikan kesempatan kepada pemain muda berarti klub harus siap menghadapi kesalahan dan performa yang belum konsisten. Arsenal sendiri finis di posisi kedelapan dalam dua musim pertama Arteta, sebelum naik ke peringkat kelima pada musim ketiganya.
Manajemen Arsenal tetap mempertahankan Arteta dan memberi waktu kepada para pemain untuk berkembang. Manchester United perlu memiliki kesabaran serupa jika ingin membangun tim yang lebih kompetitif, terutama apabila mereka memutuskan menjadikan talenta muda sebagai bagian utama proyek jangka panjang.
3. Membangun Budaya Tim dan Mendukung Otoritas Pelatih

Perombakan skuad tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak disertai perubahan budaya di dalam tim. Arsenal memahami bahwa pemain muda membutuhkan lingkungan yang sehat agar bisa berkembang, sehingga klub tidak hanya melepas pemain senior untuk mengurangi beban gaji, tetapi juga memastikan mereka tidak menghambat perubahan yang sedang dibangun.
Di Manchester United, sejumlah pernyataan pemain senior setelah pertandingan memunculkan pertanyaan mengenai kondisi internal tim. Komentar Lisandro Martinez dan Bruno Fernandes dalam beberapa hari terakhir menjadi bagian dari pembicaraan mengenai suasana skuad dan pengaruh para pemain berpengalaman terhadap rekan-rekan mereka.
Arteta menunjukkan ketegasannya dengan menyingkirkan sejumlah pemain penting yang dinilai tidak lagi sesuai dengan standar tim. Ozil dan Pierre-Emerick Aubameyang termasuk nama besar yang akhirnya tidak lagi menjadi bagian dari rencana Arsenal.
Keputusan tersebut juga didukung manajemen klub, yang memberikan kewenangan kepada Arteta untuk menegakkan standar yang diinginkannya. Seiring waktu, Arsenal semakin mencerminkan identitas dan pendekatan yang dibangun sang pelatih.
Manchester United perlu memastikan pelatih mereka memiliki dukungan serupa, siapa pun yang nantinya memimpin tim. Pada era sebelumnya, Ruben Amorim dan Erik ten Hag sempat mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah pemain, tetapi keduanya kemudian kehilangan pekerjaan, sehingga konsistensi dukungan manajemen terhadap pelatih menjadi persoalan penting.
Jika Carrick tetap bertahan atau digantikan pelatih baru, klub harus menetapkan standar yang jelas dan memastikan semua pemain mematuhinya. Tanpa kesatuan visi antara pelatih, pemain, dan manajemen, perombakan skuad berisiko hanya menjadi perubahan jangka pendek tanpa menyelesaikan persoalan mendasar.
Sumber: The Telegraph
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
LATEST UPDATE
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR