Marc Guehi Dilarang Bela Man City di Final Carabao Cup, Wajarkah Guardiola Protes?

Marc Guehi Dilarang Bela Man City di Final Carabao Cup, Wajarkah Guardiola Protes?
Pemain Manchester City Marc Guehi (kiri) berbincang dengan pelatih Pep Guardiola di pinggir lapangan pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Wolves, 24 Januari 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Manajer Manchester City Pep Guardiola menilai logika sederhana seharusnya memungkinkan Marc Guehi tampil di final Carabao Cup. Namun, pandangan itu berbenturan dengan regulasi yang membuat sang bek tetap dilarang bermain di laga puncak.

Marc Guehi dipastikan absen saat Manchester City menghadapi Arsenal di Wembley pada 22 Maret. Penyebabnya adalah status cup-tied setelah ia tampil tiga kali bersama Crystal Palace di kompetisi yang sama.

Kasus ini menjadi sorotan karena musim ini justru menjadi periode ketika aturan cup-tied di Carabao Cup dilonggarkan. Meski demikian, satu klausul spesifik membuat Guehi menjadi satu-satunya pemain yang terkena pembatasan tersebut.

1 dari 5 halaman

Aturan yang Menghalangi Marc Guehi

Bek baru Manchester City, Marc Guehi saat diperkenalkan sebagai pemain baru The Citizens, 19 Januari 2026. (c) dok.ManCity

Bek baru Manchester City, Marc Guehi saat diperkenalkan sebagai pemain baru The Citizens, 19 Januari 2026. (c) dok.ManCity

Marc Guehi sejatinya berada dalam situasi yang tidak sepenuhnya sederhana. Musim ini, EFL mengubah regulasi agar pemain dapat membela dua klub dalam satu edisi Carabao Cup.

Namun, perubahan itu disertai batasan penting. Seorang pemain harus didaftarkan sebelum leg pertama semifinal, dalam hal ini kemenangan agregat 5-1 Manchester City atas Newcastle.

Guehi gagal memenuhi tenggat tersebut karena menandatangani kontraknya setelah batas waktu. Akibatnya, ia menjadi satu-satunya pemain yang tetap berstatus cup-tied di Carabao Cup musim ini.

2 dari 5 halaman

Guardiola Menilai Ada Ketidakkonsistenan

Guardiola menyatakan EFL seharusnya mempertimbangkan ulang aturan tersebut. Namun, BBC Sport memahami bahwa permintaan itu tidak akan dikabulkan.

Selain itu, Arsenal disebut akan mengajukan keberatan jika aturan diubah secara mendadak demi memungkinkan Guehi tampil di final. Faktor ini membuat EFL enggan mengambil langkah revisi di tengah kompetisi.

Situasi ini mendorong pertanyaan lebih besar. Apakah Guardiola benar-benar memiliki dasar logis untuk memprotes aturan yang berlaku?

3 dari 5 halaman

Alasan Aturan Cup-Tied Diubah

Sebelum musim ini, pemain yang tampil di Carabao Cup otomatis tidak bisa membela klub lain dalam kompetisi yang sama. Aturan tersebut lama dipertahankan demi menjaga integritas turnamen.

Namun, pembatasan jendela transfer membuat konsep cup-tied mulai dianggap ketinggalan zaman. Pada 2018, UEFA menghapus sepenuhnya aturan cup-tied di kompetisi Eropa.

Mengikuti arah tersebut, sepak bola Inggris melakukan penyesuaian. Musim ini, pemain diizinkan membela dua klub di FA Cup, dan EFL kemudian menerapkan kebijakan serupa di Carabao Cup dengan alasan banyak pemain tampil di putaran awal saat bursa transfer masih terbuka.

4 dari 5 halaman

Di Mana Letak Masalahnya?

Guardiola dinilai memiliki argumen jika melihat perbedaan antara FA Cup dan Carabao Cup. FA Cup tidak memiliki tenggat selain penutupan bursa transfer musim dingin.

Akibatnya, meski Guehi tampil untuk Crystal Palace di putaran ketiga FA Cup, ia tetap bisa membela Manchester City di putaran keempat melawan Salford pada 14 Februari. Situasi ini kontras dengan Carabao Cup yang menerapkan batas tambahan di fase semifinal.

Dari sudut pandang Guardiola, tanggal tersebut terlihat arbitrer. Terlebih, jika Guehi tidak tampil untuk Palace sebelumnya atau direkrut dari klub luar Inggris, ia akan memenuhi syarat tampil di semifinal dan final.

5 dari 5 halaman

Pembelaan EFL dan Preseden Musim Ini

EFL menegaskan bahwa aturan sudah ditetapkan sejak awal musim dan klub mengetahui tenggat pendaftaran pemain. Dengan demikian, Manchester City dianggap sadar akan risikonya.

Meski begitu, EFL sebenarnya sudah melakukan penyesuaian aturan di tengah musim. Awalnya, regulasi hanya mengatur pemain yang dipinjamkan ke klub lain, bukan yang ditarik kembali dari masa peminjaman.

Kasus Marc Guiu menjadi contohnya. Penyerang itu sempat dipinjamkan Chelsea ke Sunderland, lalu ditarik kembali sebelum bursa transfer ditutup. Setelah EFL mengklarifikasi aturan, Guiu akhirnya diizinkan tampil untuk Chelsea di Carabao Cup, termasuk saat menghadapi Arsenal.

Kasus tersebut menunjukkan bahwa meski aturan bisa diubah, dalam kasus Marc Guehi, EFL memilih mempertahankan regulasi yang ada hingga final berlangsung.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL