
Bola.net - Ketika membahas striker kelas dunia, nama Alexander Isak sering menjadi referensi utama. Pemain berpostur tinggi dengan naluri gol yang mematikan tersebut memang menarik perhatian banyak klub besar.
Namun Arsenal memilih pendekatan yang berbeda pada bursa transfer musim ini. Viktor Gyokeres muncul sebagai pilihan utama Mikel Arteta meskipun bukan sosok penyerang ideal dalam blueprint awal The Gunners.
Melalui etos kerja dan mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkannya, Gyokeres berhasil menarik perhatian manajemen Arsenal. Akhirnya, kesepakatan pun tercapai untuk memboyong striker Swedia tersebut dari Sporting Lisbon.
Di tengah pencarian striker yang bernilai sekaligus sesuai kebutuhan tim, keputusan ini menunjukkan arah yang jelas. Gyokeres mungkin bukan opsi paling glamor di atas kertas, namun ia merepresentasikan karakter yang sangat dibutuhkan Arsenal saat ini.
Arsenal dan Dilema Striker Baru

Alexander Isak sempat masuk dalam radar transfer Arsenal, namun biaya tinggi serta dampaknya terhadap rencana transfer lainnya membuatnya sulit terjangkau. Meskipun pemain Newcastle tersebut dikabarkan ingin pindah, kesepakatan tetap terasa mustahil direalisasikan.
Arsenal kemudian mempersempit pilihan pada tiga nama: Gyokeres, Benjamin Sesko dari RB Leipzig, dan Ollie Watkins dari Aston Villa. Setiap kandidat membawa kombinasi kualitas dan tanda tanya yang berbeda bagi skema Arteta.
Gyokeres unggul dalam aspek yang tidak selalu tercantum dalam kriteria formal sebuah transfer. Ia memiliki ambisi besar dan semangat tak kenal lelah, yang terlihat jelas dari gaya bermainnya serta perjalanan panjang mencapai level tertinggi.
Keputusan yang Didorong Hasrat dan Tekad
Sepanjang jendela transfer musim panas, Gyokeres terlihat aktif mengupayakan kepindahan ke London Utara. Berbeda dengan Sesko yang lebih bersikap pasif, striker berusia 27 tahun ini membuka diri sepenuhnya untuk Arsenal.
Ia bahkan menolak berbagai tawaran dari klub lain dan hanya memfokuskan diri pada satu tujuan. Komitmennya tampak begitu nyata, seolah-olah ia rela berjalan kaki dari Lisbon menuju Emirates Stadium demi mewujudkan impiannya.
Reputasinya sebagai pekerja keras terbentuk melalui latihan tambahan dan dedikasi tinggi setiap harinya. Pada akhirnya, Arsenal harus menetapkan satu nama untuk dijadikan investasi terbesar musim ini, dengan Arteta melihat tur Asia sebagai momen krusial mengintegrasikan striker baru tersebut.
Mentalitas Seorang Pejuang

Gyokeres datang sebagai pemain yang sudah matang di usia 27 tahun, mengingatkan pada kisah Ian Wright yang bersinar pada usia hampir serupa. Seperti halnya Wright, ia juga menyimpan rasa lapar luar biasa untuk mencetak gol.
Ketika memasuki ruang ganti Arsenal, ia akan membawa semangat ekstra yang dibutuhkan tim. Namun, tidak semua suporter Arsenal menyambutnya tanpa keraguan di era digital ketika opini publik mudah terbentuk dan sering bernada negatif.
Kasus seperti Noni Madueke hingga Kai Havertz menjadi contoh bagaimana penerimaan awal supporter bisa beragam. Sebaliknya, Ben White dan David Raya membuktikan bahwa sambutan awal tidak selalu menentukan kesuksesan karier pemain di Emirates Stadium.
Antara Skeptisisme dan Optimisme
Kritik yang diarahkan pada Gyokeres menyebutkan kekurangannya dalam hal teknik individual. Ada juga pandangan bahwa ia datang dari liga yang dianggap lebih lemah, serta kurang dominan dalam duel udara meskipun memiliki postur tinggi dan kekar.
Keraguan tersebut wajar mengingat ekspektasi besar yang dibebankan padanya. Namun, sisi positif yang dibawanya juga tidak bisa diabaikan begitu saja.
Ia menghadirkan gaya klasik penyerang tengah ala Inggris yang belum dimiliki Arsenal saat ini. Insting mencetak golnya terbilang tajam, intensitas permainannya tinggi, dan pergerakannya mampu membuka ruang bagi rekan setimnya.
Dengan kehadiran Gyokeres, lawan tidak lagi bisa dengan mudah memfokuskan penjagaan hanya pada Bukayo Saka. Arsenal menambah elemen baru yang mampu mengguncang sistem pertahanan lawan melalui pendekatan yang berbeda dari sebelumnya.
Jangan sampai ketinggalan infonya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Arsenal vs Newcastle: Skor 3-2
Liga Inggris 27 Juli 2025, 20:51
-
Janji Viktor Gyokeres Usai Gabung Arsenal
Liga Inggris 27 Juli 2025, 10:00
-
Melihat Alasan Arsenal: Kenapa Viktor Gyokeres yang Dipilih?
Liga Inggris 27 Juli 2025, 09:54
LATEST UPDATE
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR