
Bola.net - Begitu sulitnya menembus skuat Manchester United sampai salah satu pemainnya, Marcus Rashford, menganggap itu sebagai keistimewaan. Namun tantangannya tidak hanya sampai di situ saja.
Rashford sedang menjelma menjadi salah satu pemain penting di Manchester United saat ini. Terlebih setelah adanya peralihan sosok di kursi kepelatihan, dari Jose Mourinho ke Ole Gunnar Solskjaer.
Kebijakan Solskjaer yang mempercayakan pemain muda membuat peran Rashford menjadi lebih penting. Kini, ia sudah tidak lagi berada di bawah bayang-bayang pemain berpengalaman seperti Romelu Lukaku ataupun Alexis Sanchez.
Musim ini, penyerang berumur 22 tahun tersebut sempat mengalami kesulitan. Namun performanya mulai menanjak seiring dengan hasil-hasil positif yang ditorehkan Manchester United. Dari lima pertandingan terakhir, ia berhasil membukukan lima gol dan satu assist.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Tantangan Terberat di MU
Cukup banyak yang tahu bahwa Rashford merupakan pemain binaan tim muda Manchester United. Namanya mulai dikenal publik setelah diberi kesempatan melakoni laga debutnya pada tahun 2015 lalu oleh sang pelatih pada saat itu, Louis Van Gaal.
Bisa menembus skuat inti Manchester United adalah keistimewaan besar, dan Rashford mempercayai itu. Namun bukan berarti tantangan untuk pemain kelahiran Wythenshawe itu berhenti sampai di situ saja. Ada tantangan yang lebih sulit, yakni bertahan di dalam skuat.
"Bagi saya, saya telah berada di United selama bertahun-tahun dan telah melihat banyak teman datang dan pergi, dan itu membuat anda merasa istimewa karena bisa mendapatkan kesempatan ini," ujarnya kepada majalah Inside United.
"Namun begitu anda mendapatkan kesempatan itu, yang paling sulit adalah bertahan di sana. Jadi itulah tantangannya," lanjutnya.
Tetap Merendah
Menjadi seorang pemain Manchester United membuat kehidupan Rashford berubah 180 derajat. Namun itu tidak menjadikan dirinya sebagai sosok yang sombong. Ia memilih tetap memijakkan kakinya di bumi.
"Beberapa pertandingan pertama yang anda mainkan bisa terasa berat, saat anda kembali ke rumah atau pergi berbelanja. Paling sederhana saat anda pergi untuk membeli sesuatu - biasanya hanya butuh dua atau lima menit, sekarang butuh 30 menit," tambahnya.
"Saya hanya mencoba untuk tetap tenang. Anda tahu, mau menang atau kalah, bila anda tetap merasakan hal yang sama dan tetap tenang, itu akan membantu anda. Jadi saya tak suka merasa rendah diri ataupun terlalu tinggi," tutupnya.
(Goal International)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saingi MU, Bayern Munchen Kejar Erling Haaland
Bundesliga 14 November 2019, 21:30
-
Desember, Mandzukic Segera Merapat ke Manchester United
Liga Inggris 14 November 2019, 19:26
-
Dirumorkan Gabung Manchester United, Begini Respon Erling Haaland
Liga Inggris 14 November 2019, 19:15
-
Jadon Sancho Minta Dijual di Musim Panas 2020
Bundesliga 14 November 2019, 19:00
-
Bangganya Marcus Rashford jadi Pemain Manchester United
Liga Inggris 14 November 2019, 18:45
LATEST UPDATE
-
Real Madrid vs Girona: Misi Wajib Menang El Real Demi Kejar Barcelona!
Liga Spanyol 10 April 2026, 15:12
-
3 Alasan MotoGP Sulit Terapkan Pembalap Cadangan Permanen Seperti Formula 1
Otomotif 10 April 2026, 14:56
-
Arsenal vs Bournemouth: Jangan Sampai Terpeleset, Gunners!
Liga Inggris 10 April 2026, 14:52
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 11-14 April 2026
Liga Inggris 10 April 2026, 14:33
-
Tempat Menonton Semifinal Piala AFF Futsal 2026: Indonesia vs Vietnam
Tim Nasional 10 April 2026, 14:00
-
Prediksi Atalanta vs Juventus 12 April 2026
Liga Italia 10 April 2026, 13:41
-
Prediksi St. Pauli vs Bayern 11 April 2026
Bundesliga 10 April 2026, 13:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
























KOMENTAR