
Bola.net - Memang pernah ada keraguan bahwa Florian Wirtz tidak cukup bagus untuk bersinar di Premier League. Keraguan itu sempat mengemuka seiring periode adaptasinya yang tidak instan sejak hijrah ke Inggris.
Datang dengan label harga tinggi dan ekspektasi besar, Wirtz harus menyesuaikan banyak hal sekaligus. Fisik, tempo, dan tekanan sebagai pemain termahal asal Jerman menjadi tantangan awal yang nyata.
Kini, beberapa bulan berselang, gambarnya mulai berubah. Bukan semata karena statistik gol dan assist, melainkan ketenangan serta ritme permainan yang kembali melekat pada gelandang serang Liverpool itu.
Adaptasi yang Tidak Pernah Sederhana

Ketika Wirtz tiba di Inggris, tuntutan adaptasinya jauh melampaui taktik dan posisi bermain. Ia perlu menambah massa otot, menyesuaikan diri dengan standar atletik Premier League, sekaligus menghadapi sorotan publik sebagai pemain dengan nilai transfer luar biasa.
Situasi tersebut kian kompleks karena Liverpool sendiri sedang berada dalam fase transisi. Perombakan skuad membuat struktur permainan belum sepenuhnya stabil, sehingga ruang bagi Wirtz untuk mengekspresikan diri tidak selalu ideal.
Dalam konteks itu, kritik yang muncul kerap terasa tergesa-gesa. Proses adaptasi pemain kreatif jarang berjalan instan, terlebih di liga dengan intensitas setinggi Premier League.
Kilas Balik Wirtz di Leverkusen

Hampir setahun sebelum sorotan kembali mengarah kepadanya, Wirtz menampilkan salah satu laga terbaiknya bersama Bayer Leverkusen. Februari 2025, ia tampil dominan melawan Bayern Munchen di Bundesliga.
Meski laga berakhir tanpa gol, Wirtz menjadi pusat permainan. Ia berkali-kali menerima bola di antara lini tengah dan pertahanan, lalu lolos dari tekanan dengan sentuhan sederhana namun efektif.
Permainan itu mencerminkan ciri khasnya di bawah asuhan Xabi Alonso, yakni membuat sepak bola terlihat mudah. Bahkan rencana khusus Bayern untuk meredamnya nyaris tak berdampak.
Sensitivitas Permainan yang Mulai Kembali

Di puncak performanya, Wirtz memiliki kepekaan langka terhadap dinamika pertandingan. Ia tahu kapan harus mempercepat tempo, kapan memperlambat, dan kapan melepaskan bola dengan sentuhan minimal.
Ia bukan pemain dengan trik berlebihan. Tidak ada gerakan flamboyan atau aksi berisiko tinggi. Nilai utamanya justru terletak pada penguasaan dasar permainan yang presisi.
Aspek inilah yang kini mulai terlihat lagi di Liverpool. Dalam kemenangan 4-1 atas Newcastle United, performanya menuai pujian luas, termasuk dari mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher.
Koneksi yang Tumbuh Bersama Hugo Ekitike
Kebangkitan Wirtz juga berjalan seiring dengan munculnya chemistry bersama Hugo Ekitike. Awalnya, duet yang diharapkan adalah Wirtz dengan Alexander Isak, namun berbagai kendala membuat rencana itu belum terwujud.
Sebaliknya, kolaborasi Wirtz dan Ekitike justru berkembang secara perlahan namun konsisten. Keduanya telah terlibat langsung dalam enam gol di semua kompetisi musim ini, catatan terbaik di antara duet Premier League.
Koneksi itu terlihat sejak laga kompetitif pertama mereka di Community Shield, lalu semakin matang lewat momen-momen krusial, termasuk gol dan assist yang saling terhubung di liga dan kompetisi domestik.
Statistik, Kepercayaan Diri, dan Peran Baru
Dalam sepuluh penampilan terakhir, Wirtz mencetak enam gol dan menempati lebih banyak posisi berbahaya di kotak penalti lawan. Ia juga menciptakan peluang dengan kualitas lebih tinggi dibanding fase awal musim.
Perubahan ini bukan hanya soal angka. Jarak antara Wirtz dan rekan setimnya semakin rapat, mengurangi tekanan baginya untuk selalu melakukan aksi spektakuler demi mengubah jalannya laga.
Wirtz kini lebih berfungsi sebagai pengikat antar-kombinasi serangan, bukan pemain yang terpisah dan memaksakan momen. Seperti yang ia katakan kepada BBC Sport, bermain bersama Ekitike memberinya rasa saling memahami dan kenyamanan di lapangan.
Tandanya kini jelas. Florian Wirtz terlihat seperti Florian Wirtz lagi, dan Liverpool mulai menuai hasil dari kesabaran mereka.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arne Slot Sebut Florian Wirtz Kini Benar-Benar Siap untuk Premier League
Liga Inggris 5 Februari 2026, 21:13
-
Menjawab Keraguan: Florian Wirtz Akhirnya Bermain Seperti Florian Wirtz
Liga Inggris 5 Februari 2026, 20:14
LATEST UPDATE
-
Proliga 2026: 3-0, Jakarta Pertamina Enduro Bungkam Electric PLN di Malang
Voli 5 Februari 2026, 23:01
-
Sedang Bagus-bagusnya, Jadwal Mengerikan Menanti Arsenal!
Liga Inggris 5 Februari 2026, 21:43
-
Jadwal Final Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Tantang Iran di Indonesia Arena
Tim Nasional 5 Februari 2026, 21:39
-
Arne Slot Sebut Florian Wirtz Kini Benar-Benar Siap untuk Premier League
Liga Inggris 5 Februari 2026, 21:13
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Persis Solo 6 Februari 2026
Bola Indonesia 5 Februari 2026, 20:38
-
Menjawab Keraguan: Florian Wirtz Akhirnya Bermain Seperti Florian Wirtz
Liga Inggris 5 Februari 2026, 20:14
-
Di Balik Absennya Cristiano Ronaldo: Ketidakpuasan, Transfer, dan Klausul 50 Juta Euro
Asia 5 Februari 2026, 19:48
-
Manchester City vs Arsenal di Final Carabao Cup: Bara Persaingan Menuju Gelar Juara
Liga Inggris 5 Februari 2026, 19:18
LATEST EDITORIAL
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42




















KOMENTAR