Meski Cetak Dua Gol, Benjamin Sesko Dinilai Tak Layak Bela Man Utd

Meski Cetak Dua Gol, Benjamin Sesko Dinilai Tak Layak Bela Man Utd
Pemain Manchester United, Benjamin Sesko, mencetak gol dalam pertandingan Liga Inggris melawan Burnley, Kamis (8/1/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Tim Sherwood menilai Benjamin Sesko belum cukup bagus untuk bermain di Manchester United. Pernyataan ini muncul usai penyerang asal Slovenia mencetak dua gol dalam laga imbang 2-2 melawan Burnley, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB.

Manchester United berada dalam situasi kurang bagus setelah kehilangan pelatih hanya dua hari sebelum pertandingan di Turf Moor. Darren Fletcher kemudian ditunjuk sebagai pelatih sementara menggantikan Ruben Amorim yang dipecat.

Burnley sempat unggul lebih dulu pada menit ke-13 melalui gol bunuh diri Ayden Heaven hasil sepakan Bashir Humphreys. Namun, Sesko berhasil membalas dua gol dengan selang sepuluh menit pada babak kedua, membawa skor menjadi imbang.

Gol Jaidon Anthony pada menit ke-66 memastikan Burnley tetap membawa satu poin dari laga tersebut. Hasil ini membuat Manchester United menjalani tiga pertandingan beruntun tanpa kemenangan di Liga Inggris.

1 dari 4 halaman

Sesko Dinilai Belum Meyakinkan

Pemain Manchester United, Benjamin Sesko, membawa bola ke tengah lapangan setelah mencetak gol dalam pertandingan Liga Inggris kontra Burnley, Kamis (8/1/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Pemain Manchester United, Benjamin Sesko, membawa bola ke tengah lapangan setelah mencetak gol dalam pertandingan Liga Inggris kontra Burnley, Kamis (8/1/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Meski Sesko tampil gemilang di babak kedua, Sherwood tetap meragukan kualitas penyerang 22 tahun itu. Menurutnya, performa Sesko tidak cukup untuk standar Manchester United.

Sherwood menilai bahwa gol-gol yang dicetak Sesko tidak bisa menutupi kekurangan kualitasnya. Ia bahkan menyarankan Fletcher untuk mengganti pemain tersebut pada pertengahan babak pertama.

“Saya pikir yang positif adalah Sesko mencetak gol. Dua gol… semoga itu menambah kepercayaan dirinya,” kata Sherwood.

“Perlu enam bulan baginya untuk tampil di Manchester United dan saya senang untuk anak itu. Dia sudah melalui periode sulit dan saya bilang seharusnya dia diganti saat babak pertama, supaya tidak pernah memakai kostum Manchester United lagi,” ujar Sherwood.

2 dari 4 halaman

Penegasan Kualitas Sesko

Pemain Manchester United, Benjamin Sesko (kiri), dan pemain Burnley, Maxime Esteve, saling berebut bola dalam pertandingan Liga Inggris, Kamis (8/1/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Pemain Manchester United, Benjamin Sesko (kiri), dan pemain Burnley, Maxime Esteve, saling berebut bola dalam pertandingan Liga Inggris, Kamis (8/1/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Saat komentarnya menimbulkan tawa dari pembawa acara, Sherwood kembali menegaskan penilaiannya terhadap Sesko. Ia yakin pemain itu belum cukup kompeten untuk membela Manchester United.

Meskipun gol-gol yang dicetak memberi Sesko sedikit kepercayaan diri, Sherwood tetap skeptis. Ia menekankan bahwa performa ini hanya terlihat melawan tim yang kemungkinan besar akan terdegradasi.

“Dengar, saya tetap pada pendapat saya: dia belum cukup bagus untuk bermain di Manchester United,” ucap Sherwood.

“Tidak, dia hanya tampil bagus di satu laga melawan Burnley yang akan terdegradasi. Fair play untuknya, semoga ini menambah kepercayaan diri dan kita bisa melihat sesuatu yang berbeda dari dia. Sekarang saya bisa memasukkannya ke tim fantasi saya!” tambah Sherwood.

3 dari 4 halaman

Kehilangan Kendali Setelah Pergantian Fernandes

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes melakukan pemanasan jelang kick off melawan Burnley pada lanjutan Liga Inggris, 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes melakukan pemanasan jelang kick off melawan Burnley pada lanjutan Liga Inggris, 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bruno Fernandes yang baru kembali dari cedera digantikan oleh Mason Mount setelah satu jam pertandingan. Sherwood menilai pergantian ini membuat Manchester United kehilangan kontrol permainan.

Ia menekankan pentingnya pemain yang mampu mengatur tempo dan menjaga ritme permainan. Menurutnya, United saat itu kekurangan kualitas pemain yang bisa mengisi kekosongan tersebut.

"Ketika Bruno keluar, saya pikir mereka kehilangan kendali," ujar Sherwood.

"Saya pikir dia satu-satunya yang bisa menahan bola, mengatur tempo, dan mengoper ke pemain di waktu yang tepat. Mereka kekurangan kualitas, itulah masalah Manchester United. Anda harus bisa mengakhiri permainan, mengendalikan ritme, dan mereka tidak melakukan itu, bahkan saat unggul," tambahnya.

Sumber: Metro

4 dari 4 halaman

Klasemen Premier League


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL