
Bola.net - Fans Manchester United mengenang Memphis Depay sebagai pemain gagal dengan nomor punggung 7. Namun, di balik kegagalan itu, ada satu momen emas yang sempat diukir pria asal Belanda.
Manchester United membeli Memphis Depay pada awal musim 2015/2016. Saat itu, Louis van Gaal duduk di kursi manajer. Pria asal Belanda itu menggantikan peran David Moyes yang dianggap gagal pada musim sebelumnya.
Memphis Depay datang ke Old Trafford dengan predikat mentereng. Dia bikin 22 gol di Evedivisie bersama PSV Eindhoven dan menjadi top skor pada musim 2014/2015. Memphis Depay pun dibeli dengan harga 34 juta euro.
Harapan makin besar di pundak Memphis Depay setelah dia memakai nomor punggung 7. Melihat dari dia bermain, yang gemar menyisir sisi lapangan, bayangan akan jejak Cristiano Ronaldo muncul.
Memphis Depay Gagal di Manchester United

Louis van Gaal memberi kepercayaan penuh pada Memphis Depay. Pada musim pertamanya, dia langsung menjadi pemain inti. Memphis Depay memainkan 29 pertandingan di Premier League, 16 kali sebagai pemain inti.
Dari catatan itu, Memphis Depay hanya mampu mencetak dua gol saja. Singkat cerita, transfer Memphis Depay dianggap gagal. Bayangan Cristiano Ronaldo sirna bahkan ketika musim 2015/2016 belum usai.
Performa buruk Memphis Depay membuat klub memutar otak. United tidak serta merta melepasnya begitu saja. Masih percaya dengan talenta Memphis Depay, dia dipinjamkan ke Lyon dengan harapan tampil bagus.
Pada musim 2016/2017, Memphis Depay hanya mencetak lima gol dari 17 laga di Ligue 1. Dia kemudian dilepas secara permanen dengan harga 16 juta euro. Setelah itu, Memphis Depay tampil cukup bagus di Lyon.
Satu Momen Emas Memphis Depay
Satu musim yang dilalui Memphis Depay sebagai pemain Manchester United mungkin lebih banyak diingat dengan kata kegagalan. Namun, ada satu momen emas yang ditorehkan pemain kelahiran 13 Februari 1994 itu.
Bukan soal gol atau catatan rekor, tetapi tentang kepiawanan Memphis Depay melewati lawan. Memphis Depay melakukan nutmeg dengan skill olah bola yang istimewa.
Simak pada video di bawah ini:
Brilliant #nutmeg by Memphis Depay! 😱 pic.twitter.com/v7QyaXks88
— Shnarped (@shnarped) February 26, 2016
Momen tersebut terjadi saat United berjumpa Midtjylland di Liga Europa, 26 Februari 2016. Setan Merah menang dengan skor 5-1. Memphis Depay mencetak satu gol pada duel yang disaksikan 58.609 penonton tersebut.
Benar-benar skill emas dari Memphis Depay! Sebab, bukan hanya sekali Memphis Depay melakukannya. Ini adalah momen nutmeg kedua Mephis Depay di laga tersebut:
Unbelievable Tekkers from Depay💃🏻#nutmeg #closeyourlegsson pic.twitter.com/Ala65qpNlb
— Football Feast (@FootieFeasts) February 25, 2016
Bek Lawan Hampir Menangis

Andre Romer adalah pemain yang dua kali menjadi korban nutmeg Memphis Depay. Andre Romer mendapat kartu merah (dua kartu kuning), karena melanggar Memphis Depay. Andre Romer masih ingat dengan momen kelam tersebut.
"Saya hampir menangis setelah pertandingan. Belum pernah terjadi sebelumnya. Saya hancur, dan tidak bisa tidur nyenyak," kata Andre Romer.
"Memphis Depay adalah lawan terbaik yang pernah saya hadapi. Sulit untuk berdebat untuk hal lain ketika dia bermain seperti ini. Dia adalah yang terbaik. Dia bisa melakukan apa saja. Dia menggunakan langkahnya yang luar biasa untuk melewati saya."
"Tentu saja membutuhkan pemain lain untuk melapisi saya, tetapi ketika saya yang dihancurkan berulang kali, tidak adil untuk menyalahkan rekan setim. Kartu kuning kedua adalah pengulangan. Sama sekali tidak perlu. Ini akan menjadi permainan yang saya ingat untuk waktu yang sangat lama," tutup Andre Romer.
Sumber: Give Me Sport
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alternatif Kalidou Koulibaly, MU Bidik Diego Godin
Liga Inggris 4 Juni 2020, 21:00
-
Luke Shaw Ungkap Momen Tergelap dalam Karirnya, Apa Itu?
Liga Inggris 4 Juni 2020, 20:40
-
Kai Havertz Tertarik Bergabung dengan Manchester United
Bundesliga 4 Juni 2020, 20:20
LATEST UPDATE
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR