Bola.net - Manchester United mengambil langkah berani dengan mendatangkan Edinson Cavani di bursa transfer musim panas ini. Striker Uruguay ini sudah 33 tahun dan lama tidak bermain di klub lamanya, PSG.
MU diyakini membeli Cavani untuk pengalaman dan mental juaranya yang penting untuk skuad muda Setan Merah. Namun, di sisi lain transfer Cavani ini tampak seperti pembelian panik, MU seharusnya membutuhkan striker muda yang lebih tangguh.
Salah satu yang terheran-heran dengan pembelian Cavani adalah legenda MU sendiri, Paul Scholes. Dia tahu alasan di balik transfer Cavani, tapi menurutnya klub sebesar MU tidak seharusnya mengambil langkah demikian.
Apa maksud Scholes? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Dulu iya, tapi tidak sekarang
Cavani hebat, pernah jadi salah satu striker no. 9 terbaik di Eropa, Scholes tau betul soal itu. Namun, baginya Cavani yang sekarang sudah tidak sehebat dahulu, level terbaiknya sudah lewat.
"Ya, kita hanya bisa menunggu dan melihat kan? Jelas pada masa-masa terbaiknya, dia adalah striker kualitas top. Itu tidak perlu diragukan lagi," ujar Scholes dikutip dari Metro.
"Tapi sekarang dia sudah 33 tahun, sepertinya dia akan pensiun. Dia sudah lama tidak bermain untuk PSG musim lalu."
"Lima atau enam tahun lalu, dia bisa jadi pembelian hebat, dia mungkin akan membawa kami ke level berikutnya. Namun, saya kira sekarang dia tidak bisa melakukan itu," imbuhnya.
Transfer aneh
Karena itulah transfer Cavani ini aneh menurut Scholes. Standar MU untuk pembelian pemain sudah turun, akibatnya mereka lebih sering melakukan pembelian panik dan tak perlu. Seharusnya Cavani hanya didatangkan dengan status pinjaman.
"Tapi sepertinya begitulah MU sekarang. Jika saya melihat lini serang kami, seharusnya Cavani hanya jadi pinjaman," sambung Scholes.
"Jika Anda kesulitan tanpa striker, seharusnya Anda hanya perlu meminjam dua tiga bulan untuk melewati masa-masa sulit."
"Saya kira Cavani bagus untuk itu, tidak untuk pemain 33 tahun yang meneken kontrak dua tahun. Saya kira ini sangat aneh," tandasnya.
Sumber: Metro
Baca ini juga ya!
- Kabar Gembira Arsenal! Gabriel Martinelli Bisa Merumput Kembali Sebelum Tahun Baru
- Aouar Dinilai Sebagai Gabungan Ozil dan Cazorla
- Sebelum ke Arsenal, Thomas Partey Sempat Digoda Juventus dan Chelsea
- Demi Messi, Manchester City Siap Korbankan Bomber Terbaiknya, Aguero
- Uang, Alasan Sesunguhnya Mesut Ozil Ngotot Bertahan di Arsenal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sudah Ada Cavani, Manchester United Masih Dambakan Erling Haaland?
Bundesliga 13 Oktober 2020, 21:00
-
Edinson Cavani Disebut Perekrutan Panik Manchester United, Sepakat?
Liga Inggris 13 Oktober 2020, 20:40
-
Manchester United Jadi Penantang Gelar? Kok Sulit Ya?
Liga Inggris 13 Oktober 2020, 20:20
-
Januari, Manchester United Coba Kejar Lagi Dayot Upamecano
Bundesliga 13 Oktober 2020, 20:00
-
Dua Pilihan untuk Solskjaer: Kejam ke Pemain Manchester United atau Dipecat
Liga Inggris 13 Oktober 2020, 19:40
LATEST UPDATE
-
Kata-Kata Harry Kane Usai Bawa Bayern Munchen Menang di Bernabeu
Liga Champions 8 April 2026, 07:59
-
Harry Kane Puas Bayern Bungkam Madrid di Bernabeu: Selalu Sulit!
Liga Champions 8 April 2026, 07:48
-
Kompany Puji Penampilan Spesial Manuel Neuer: Konsistensi!
Liga Champions 8 April 2026, 07:38
-
Man of the Match Sporting CP vs Arsenal: David Raya
Liga Champions 8 April 2026, 06:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32























KOMENTAR