
Bola.net - Reece James tidak bisa menutupi rasa kecewanya setelah Chelsea dipaksa menyerah 1-2 oleh Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (2/3/2026) malam kemarin.
Bek kanan sekaligus kapten The Blues itu memberikan pengakuan jujur soal betapa ngerinya ancaman bola mati tim asuhan Mikel Arteta.
Kekalahan ini sekaligus memantapkan posisi Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris dengan keunggulan lima poin atas Manchester City.
Bagi Reece James, cara Arsenal mencetak gol adalah bukti nyata pergeseran tren sepak bola modern saat ini.
Terhukum oleh Skema Bola Mati

Arsenal sebenarnya tidak tampil dalam performa terbaiknya jika melihat statistik penguasaan bola yang hanya menyentuh 42 persen.
Namun, efektivitas mereka dalam situasi bola mati menjadi pembeda yang sangat kejam bagi tim tamu.
William Saliba membuka keunggulan lewat skema sepak pojok, sebelum Jurrien Timber mengunci kemenangan melalui umpan tendangan sudut Declan Rice.
Chelsea sempat menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri, tapi itu tetap tidak cukup untuk membendung agresi Meriam London.
Pengakuan Jujur Reece James

Usai laga, James menyoroti bagaimana Arsenal telah berevolusi menjadi tim yang paling ditakuti dalam situasi set-piece.
"Inilah sepak bola sekarang di tahun 2026, 90% gol mungkin berasal dari bola mati," ujar James kepada Sky Sports.
Menurutnya, tim asuhan Arteta telah mencapai level yang berbeda dibandingkan tim-tim lain di dunia dalam aspek ini.
"Mereka adalah salah satu pemimpin di dunia ," tambahnya.
James mengakui bahwa meski timnya sudah bersiap, menghentikan pergerakan pemain Arsenal di kotak penalti tetaplah perkara sulit.
Tembok Kokoh Bernama David Raya
Chelsea sebenarnya punya momentum besar untuk mencuri poin, terutama di 30 menit terakhir pertandingan.
Meski harus bermain dengan sepuluh orang setelah kartu merah Pedro Neto, The Blues justru tampil lebih menekan.
Sayangnya, mereka membentur tembok kokoh bernama David Raya yang tampil luar biasa di bawah mistar gawang Arsenal.
Kiper asal Spanyol itu melakukan penyelamatan krusial di masa injury time yang menggagalkan peluang emas Chelsea untuk menyamakan skor.
"Mereka sulit dihentikan, mereka mencetak dua gol hari ini. Kecewa," tegas James menutup wawancaranya.
Persaingan Gelar yang Makin Panas
Tiga poin di Emirates memastikan Arsenal tetap memegang kendali dalam perburuan gelar juara Premier League.
Meski Manchester City masih memiliki satu tabungan pertandingan melawan Crystal Palace, tekanan kini berada di pundak Pep Guardiola.
Arsenal tidak punya banyak waktu untuk merayakan kemenangan ini karena jadwal padat sudah menanti.
Hari Rabu besok, Bukayo Saka dan kawan-kawan dijadwalkan bertandang ke markas Brighton & Hove Albion.
Target mereka jelas: menyapu bersih kemenangan demi menjaga jarak dari kejaran sang juara bertahan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tren Performa Aston Villa, Rekor Tandang Chelsea, Duel Pemain Kunci
Liga Inggris 2 Maret 2026, 17:47
-
Dapat Kartu Merah di Laga Arsenal vs Chelsea, Pedro Neto Dicap Idiot
Liga Inggris 2 Maret 2026, 15:07
-
Arsenal Kalahkan Chelsea dengan Cara Paling Arsenal!
Liga Inggris 2 Maret 2026, 14:51
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Paraguay vs Prancis 5 Juli 2026
Piala Dunia 3 Juli 2026, 20:54
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko 5 Juli 2026
Piala Dunia 3 Juli 2026, 20:49
-
Testimoni Cristiano Ronaldo untuk Luka Modric: Dia Legenda!
Piala Dunia 3 Juli 2026, 20:23
-
Rekap Transfer Persib Hari Ini: 3 Pemain Baru, 9 Resmi Dilepas
Bola Indonesia 3 Juli 2026, 20:12
-
RESMI: Real Madrid Bantah Rumor Transfer Enzo Fernandez dari Chelsea
Liga Spanyol 3 Juli 2026, 20:01
-
Granit Xhaka Pamer Levelnya di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 3 Juli 2026, 19:19
-
Mengintip Tren Social Run, Saat Lari Tak Lagi Sekadar Olahraga
Olahraga Lain-Lain 3 Juli 2026, 19:05
-
Akhir Perjalanan Riyad Mahrez Bersama Aljazair
Piala Dunia 3 Juli 2026, 18:08
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55























KOMENTAR