Pengakuan Kapten Chelsea: Situasi Bola Mati Arsenal Sulit Dihentikan!

Pengakuan Kapten Chelsea: Situasi Bola Mati Arsenal Sulit Dihentikan!
Jurrien Timber merayakan golnya dalam laga Liga Inggris antara Arsenal vs Chelsea di Emirates Stadium, 1 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Reece James tidak bisa menutupi rasa kecewanya setelah Chelsea dipaksa menyerah 1-2 oleh Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (2/3/2026) malam kemarin.

Bek kanan sekaligus kapten The Blues itu memberikan pengakuan jujur soal betapa ngerinya ancaman bola mati tim asuhan Mikel Arteta.

Kekalahan ini sekaligus memantapkan posisi Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris dengan keunggulan lima poin atas Manchester City.

Bagi Reece James, cara Arsenal mencetak gol adalah bukti nyata pergeseran tren sepak bola modern saat ini.

1 dari 4 halaman

Terhukum oleh Skema Bola Mati

Momen gol Jurrien Timber (3 dari kiri) mencetak gol ke gawang Chelsea di situasi tendangan sudut, 1 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Momen gol Jurrien Timber (3 dari kiri) mencetak gol ke gawang Chelsea di situasi tendangan sudut, 1 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Arsenal sebenarnya tidak tampil dalam performa terbaiknya jika melihat statistik penguasaan bola yang hanya menyentuh 42 persen.

Namun, efektivitas mereka dalam situasi bola mati menjadi pembeda yang sangat kejam bagi tim tamu.

William Saliba membuka keunggulan lewat skema sepak pojok, sebelum Jurrien Timber mengunci kemenangan melalui umpan tendangan sudut Declan Rice.

Chelsea sempat menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri, tapi itu tetap tidak cukup untuk membendung agresi Meriam London.

2 dari 4 halaman

Pengakuan Jujur Reece James

Joao Pedro dikawal ketat Gabriel Magalhaes dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Arsenal di Emirates Stadium, 1 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Joao Pedro dikawal ketat Gabriel Magalhaes dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Arsenal di Emirates Stadium, 1 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Usai laga, James menyoroti bagaimana Arsenal telah berevolusi menjadi tim yang paling ditakuti dalam situasi set-piece.

"Inilah sepak bola sekarang di tahun 2026, 90% gol mungkin berasal dari bola mati," ujar James kepada Sky Sports.

Menurutnya, tim asuhan Arteta telah mencapai level yang berbeda dibandingkan tim-tim lain di dunia dalam aspek ini.

"Mereka adalah salah satu pemimpin di dunia ," tambahnya.

James mengakui bahwa meski timnya sudah bersiap, menghentikan pergerakan pemain Arsenal di kotak penalti tetaplah perkara sulit.

3 dari 4 halaman

Tembok Kokoh Bernama David Raya

Chelsea sebenarnya punya momentum besar untuk mencuri poin, terutama di 30 menit terakhir pertandingan.

Meski harus bermain dengan sepuluh orang setelah kartu merah Pedro Neto, The Blues justru tampil lebih menekan.

Sayangnya, mereka membentur tembok kokoh bernama David Raya yang tampil luar biasa di bawah mistar gawang Arsenal.

Kiper asal Spanyol itu melakukan penyelamatan krusial di masa injury time yang menggagalkan peluang emas Chelsea untuk menyamakan skor.

"Mereka sulit dihentikan, mereka mencetak dua gol hari ini. Kecewa," tegas James menutup wawancaranya.

4 dari 4 halaman

Persaingan Gelar yang Makin Panas

Tiga poin di Emirates memastikan Arsenal tetap memegang kendali dalam perburuan gelar juara Premier League.

Meski Manchester City masih memiliki satu tabungan pertandingan melawan Crystal Palace, tekanan kini berada di pundak Pep Guardiola.

Arsenal tidak punya banyak waktu untuk merayakan kemenangan ini karena jadwal padat sudah menanti.

Hari Rabu besok, Bukayo Saka dan kawan-kawan dijadwalkan bertandang ke markas Brighton & Hove Albion.

Target mereka jelas: menyapu bersih kemenangan demi menjaga jarak dari kejaran sang juara bertahan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL