Premier League Jadi Liga Paling Kompetitif di Eropa Musim Ini, Juara Masih Misterius!

Premier League Jadi Liga Paling Kompetitif di Eropa Musim Ini, Juara Masih Misterius!
Viktor Gyokeres mempertahankan bola dari gangguan Rodri dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026 (c) AP Photo/Maja Smiejkowska

Bola.net - Premier League musim 2025/2026 layak disebut sebagai liga paling kompetitif di Eropa. Saat empat liga top lainnya sudah memastikan juara, Liga Inggris justru masih menyajikan pertarungan sengit hingga dua pekan terakhir musim ini.

Persaingan gelar kini hanya melibatkan dua tim: Arsenal dan Manchester City. Arsenal memimpin klasemen dengan 79 poin dari 36 pertandingan, sementara Manchester City terus membayangi dengan 77 poin.

Dengan selisih hanya dua angka, perebutan trofi Premier League berpotensi ditentukan sampai pekan terakhir. Situasi ini membuat Liga Inggris menjadi satu-satunya liga elite Eropa yang belum mengetahui siapa kampiunnya.

Sebaliknya, empat kompetisi top lain sudah memiliki juara lebih cepat. Barcelona memastikan gelar La Liga, Inter Milan menguasai Serie A, Bayern Munich kembali menjadi raja Bundesliga, sementara Paris Saint-Germain mempertahankan dominasi mereka di Ligue 1.

1 dari 4 halaman

Arsenal di Posisi Terdepan

Jeremy Doku berduel dengan Martin Zubimendi  dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026 (c) AP Photo/Richard Pelham

Jeremy Doku berduel dengan Martin Zubimendi dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026 (c) AP Photo/Richard Pelham

Arsenal sebenarnya berada dalam posisi terbaik untuk mengakhiri puasa gelar Premier League yang sudah berlangsung selama 22 tahun. Pasukan Mikel Arteta hanya perlu memenangkan dua laga tersisa untuk memastikan trofi tanpa bergantung pada hasil Manchester City.

Momentum Arsenal juga cukup positif dalam beberapa pekan terakhir. Mereka sukses mengalahkan Newcastle, Fulham, dan West Ham United dalam periode krusial, sekaligus memastikan tiket ke final Liga Champions usai menyingkirkan Atletico Madrid.

Meski begitu, tekanan besar tetap ada. Arsenal sempat kehilangan momentum setelah kalah 1-2 dari Manchester City di Etihad Stadium bulan lalu. Kekalahan itu membuat persaingan kembali terbuka.

Kini The Gunners masih harus menghadapi Burnley dan Crystal Palace dalam dua laga penentu musim mereka.

2 dari 4 halaman

Manchester City Belum Menyerah

Erling Haaland mencoba melewati William Saliba dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026 (c) AP Photo/Maja Smiejkowska

Erling Haaland mencoba melewati William Saliba dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026 (c) AP Photo/Maja Smiejkowska

Di sisi lain, Manchester City terus menunjukkan mental juara. Tim asuhan Pep Guardiola menjaga peluang mempertahankan gelar lewat kemenangan penting 3-0 atas Crystal Palace.

Kemenangan tersebut sangat vital karena City sebelumnya sempat terpeleset setelah bermain imbang 3-3 melawan Everton. Hasil itu membuat Arsenal sempat membuka jarak lima poin.

Meski begitu, City berhasil memangkas selisih menjadi dua angka dan bahkan unggul tipis dalam selisih gol. Saat ini City memiliki goal difference +43, sedangkan Arsenal +42.

Faktor selisih gol menjadi sangat penting karena peluang kedua tim finis dengan poin sama masih terbuka.

Jika Arsenal terpeleset sekali saja, City bisa mengambil alih posisi puncak. Karena itu, tekanan justru kini berada di kubu London Utara.

3 dari 4 halaman

Kenapa Premier League Lebih Kompetitif?

Duel antara bek Manchester City, Nathan Ake dengan penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres di final Carabao Cup, 22 Maret 2026 di Wembley. (c) AP Photo/Richard Pelham

Duel antara bek Manchester City, Nathan Ake dengan penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres di final Carabao Cup, 22 Maret 2026 di Wembley. (c) AP Photo/Richard Pelham

Musim ini memperlihatkan betapa ketatnya persaingan di Premier League dibanding liga top Eropa lainnya.

Di Spanyol, Barcelona mampu mengunci gelar lebih cepat setelah rival-rival mereka kehilangan konsistensi. Situasi serupa terjadi di Jerman ketika Bayern Munchen kembali mendominasi Bundesliga.

PSG bahkan sudah nyaris tanpa pesaing serius di Prancis, sedangkan Inter Milan tampil stabil sepanjang musim di Italia.

Premier League berbeda. Persaingan berlangsung intens hampir sepanjang musim dan kualitas dua tim teratas benar-benar sulit dipisahkan.

Arsenal dan Manchester City saling menekan sampai pekan-pekan akhir. Bahkan detail kecil seperti VAR, jadwal padat, rotasi pemain, hingga selisih gol kini menjadi faktor penentu.

Bukan hanya soal perebutan gelar, Premier League juga masih menghadirkan persaingan ketat di zona Eropa maupun papan bawah. Situasi inilah yang membuat kompetisi Inggris tetap dianggap sebagai liga paling menarik di dunia.

4 dari 4 halaman

Skenario Juara Masih Terbuka

Arsenal sebenarnya bisa memastikan gelar lebih cepat andaikan City gagal menang dalam laga tersisa. Namun, kemenangan City atas Crystal Palace membuat perburuan trofi dipastikan terus hidup.

The Gunners kini wajib fokus penuh saat menghadapi Burnley. Jika Arsenal menang lalu City terpeleset melawan Bournemouth, gelar bisa langsung terkunci sebelum pekan terakhir.

Di sisi lain, jika kedua tim sama-sama menang, maka penentuan juara akan berlangsung dramatis sampai laga terakhir musim ini.

Menariknya lagi, regulasi Premier League juga membuka kemungkinan sangat langka jika dua tim finis dengan poin, selisih gol, dan produktivitas gol yang sama.

Dalam situasi tersebut, penentuan posisi akan melihat rekor head-to-head. Jika masih imbang, maka bisa digelar laga play-off di venue netral untuk menentukan juara.

Skenario itu memang sangat kecil kemungkinannya terjadi, tetapi fakta bahwa kemungkinan tersebut masih dibicarakan sudah cukup menunjukkan betapa ketatnya persaingan Premier League musim ini.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL