
Bola.net - Nama Liam James Rosenior mendadak banyak dibicarakan penggemar Liga Inggris. Sosoknya kini santer disebut sebagai kandidat terkuat untuk menduduki kursi panas pelatih Chelsea.
Spekulasi ini mencuat tepat setelah The Blues resmi mendepak Enzo Maresca dari Stamford Bridge, Kamis (1/1/2026) malam WIB. Manajemen klub kabarnya melirik Rosenior sebagai opsi pengganti yang paling ideal saat ini.
Reputasi pelatih berusia 41 tahun tersebut memang sedang meroket bersama RC Strasbourg di Liga Prancis. Kinerjanya dalam memoles pemain muda dianggap sejalan dengan visi jangka panjang Chelsea.
Namun, siapakah sebenarnya sosok juru taktik yang sedang naik daun ini? Perjalanannya ternyata bermula dari seorang bek pekerja keras yang bertransformasi menjadi arsitek sepak bola modern.
Darah Sepak Bola yang Mengalir Deras

Rosenior tumbuh besar di lingkungan di mana sepak bola lebih dari sekadar hobi semata. Bagi keluarganya, sepak bola adalah bahasa, budaya, dan panggilan hidup yang tak terelakkan.
Ayahnya, Leroy Rosenior, adalah mantan striker profesional yang kemudian beralih profesi menjadi pelatih. Sejak kecil, Liam sudah terbiasa diajak masuk ke ruang ganti pemain sebelum pertandingan dimulai.
Ia menyerap atmosfer taktik dan diskusi sepak bola dari jarak yang sangat dekat. Meski sang ayah tidak pernah memaksanya bermain, pengaruh lingkungan tersebut merasuk secara alami dan kuat.
Pada usia sembilan tahun, Rosenior kecil sudah lahap membaca berbagai buku manual kepelatihan. Dua tahun kemudian, ia bahkan sudah mulai mengatur sesi latihan untuk tim sekolahnya.
Kebiasaan awal inilah yang menjadi fondasi kuat bagi kariernya di masa depan. Rasa ingin tahu, disiplin, dan keinginan belajar mandiri telah membentuknya menjadi seorang arsitek permainan sejati.
Perjalanan Karier Sebagai Pemain Profesional

Rosenior memulai langkah profesionalnya dari akademi Bristol City pada tahun 2001 silam. Ia bukan sekadar pemain muda biasa, melainkan sosok yang sudah membawa pola pikir taktis yang matang.
Setahun kemudian, ia berhasil menembus tim utama dan langsung mencetak sejarah manis. Golnya di final Football League Trophy 2003 membantu Bristol City mengangkat piala juara.
Bakatnya kemudian tercium oleh klub Premier League, Fulham, yang merekrutnya pada November 2003. Meski sempat kesulitan menembus tim inti, masa peminjaman di Torquay United memberinya pengalaman berharga.
Sekembalinya ke Fulham, ia berhasil menyegel tempat di skuad utama dan mencatatkan hampir 80 penampilan liga. Salah satu momen paling dikenangnya adalah debut Premier League melawan raksasa Manchester United.
Namun, masa bakti paling stabil dalam kariernya justru terjadi saat berseragam Hull City mulai tahun 2010. Selama lima tahun, ia menjadi pilar tak tergantikan di posisi bek sayap The Tigers.
Puncak kariernya sebagai pemain terjadi saat ia tampil di final Piala FA 2014 melawan Arsenal. Laga tersebut menjadi salah satu pertandingan paling menentukan sepanjang perjalanan profesionalnya.
Transformasi Menjadi Pelatih Modern
Transisi Rosenior ke dunia kepelatihan berjalan sangat mulus dan terencana dengan baik. Bahkan saat masih aktif bermain, ia sudah mengantongi lisensi UEFA Pro pada usia 32 tahun.
Setelah gantung sepatu di Brighton pada 2018, ia langsung dipercaya menjadi asisten pelatih tim U-23. Peran ganda sebagai pelatih dan pundit Sky Sports semakin mengasah kemampuan analisisnya.
Karier manajerialnya melesat cepat saat bergabung dengan Derby County pada tahun 2019. Ia bekerja sama dengan Phillip Cocu sebelum akhirnya menjadi tangan kanan Wayne Rooney.
Duetnya dengan Rooney terbukti solid berkat kombinasi aura bintang dan kecerdasan taktik Rosenior. Ketika Rooney pergi pada 2022, ia sempat memegang kendali sebagai manajer interim di tengah situasi klub yang kacau.
Pengalaman memimpin Derby dengan sumber daya minim membuktikan ketangguhan mentalnya. Ia kemudian ditunjuk melatih Hull City, klub yang pernah dibelanya sebagai pemain selama lima tahun.
Revolusi di Strasbourg
Babak baru karier Rosenior dimulai pada Juli 2024 saat menerima tawaran melatih RC Strasbourg Alsace. Ia mencatat sejarah sebagai pelatih Inggris pertama di era profesional modern klub tersebut.
Di Prancis, ia langsung membuat gebrakan berani dengan filosofi yang mengandalkan pemain muda. Pada laga debutnya melawan Montpellier, ia menurunkan starting XI dengan seluruh pemain outfield berusia di bawah 23 tahun.
Perjudian tersebut menjadi bukti nyata visi sepak bola yang diusungnya. Ia ingin membangun tim berbasis penguasaan bola, pressing tinggi, dan budaya tim yang kuat.
Hasilnya mulai terlihat pada musim semi 2025 saat Strasbourg finis di peringkat ketujuh. Pencapaian ini mengantarkan klub lolos ke kompetisi UEFA Conference League musim depan.
Kesuksesan inilah yang membuat namanya kini santer dikaitkan dengan Chelsea. Filosofi permainannya dinilai sangat cocok untuk menangani skuad muda The Blues yang ditinggalkan Maresca.
Profil Singkat Liam Rosenior
- Nama Lengkap: Liam James Rosenior
- Tanggal Lahir: 9 Juli 1984 (Wandsworth, London)
- Lisensi Kepelatihan: UEFA Pro Licence (didapat saat usia 32 tahun)
- Posisi Saat Ini: Pelatih RC Strasbourg Alsace
- Status Terkini: Kandidat Kuat Pelatih Baru Chelsea
- Karier Bermain: Bristol City, Fulham, Torquay United, Reading, Ipswich Town, Hull City, Brighton (Total 393 penampilan)
- Prestasi: Finalis Piala FA 2014, Kualifikasi UEFA Conference League bersama Strasbourg
- Gaya Melatih: Modern, berbasis penguasaan bola, dan mengandalkan pemain muda.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dipecat Chelsea, Jejak Komunikasi Enzo Maresca dengan Man City Terungkap
Liga Inggris 1 Januari 2026, 22:38
-
Inilah Alasan Chelsea Pecat Enzo Maresca Meski Sukses Persembahkan 2 Trofi
Liga Inggris 1 Januari 2026, 20:21
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 18 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:57
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
-
Club Brugge yang Kuat di Kandang, Atletico Madrid yang Berpengalaman di Fase Gugur
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:29
-
Inter Milan Punya Nama Besar, tapi Bodo/Glimt Bukan Sekadar Penggembira
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:01
-
Rekor Buruk Qarabag FK, Performa Stabil Newcastle
Liga Champions 17 Februari 2026, 15:34
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48























KOMENTAR