Bola.net - - Claudio Ranieri menyatakan mimpinya berakhir setelah dipecat Leicester City. Sebab setelah menjadi juara Premier League musim lalu, pelatih asal Italia tersebut sebenarnya ingin terus bersama klub yang dicintainya tersebut.
Leicester City memutuskan melepas Ranieri setelah hasil yang mengecewakan di Premier League musim ini. Hingga pekan ke-25, The Foxes masih tertinggal di peringkat 17 dan hanya berjarak satu poin dari zona degradasi.
Selain memecat Ranieri, Leicester juga melepas sejumlah staf yang dibawa Ranieri ke King Power Stadium di antaranya Paolo Benetti dan Andrea Azzalin.
Leicester mengumumkan pemecatan Ranieri pada hari Kamis (23/2) setelah mengalami kekalahan di leg pertama babak 16 besar Liga Champions menghadapi Sevilla. Dengan demikian, perjalanan Leicester bersama Ranieri pun berakhir.
"Kemarin mimpi saya mati. Setelah euforia musim lalu sebagai juara Premier League, saya berharap bertahan bersama Leicester City, klub yang saya cinta, selalu. Sayangnya tak terwujud," pernyataan Ranieri pertama kalinya setelah tak menjabat pelatih Leicester.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk istri saya Rosanna dan seluruh keluarga saya yang terus memberikan dukungan selama saya di Leicester. Terima kasih juga untuk Paolo dan Andrea yang menemani saya dalam perjalanan luar biasa ini. Untuk Steve Kutner dan Franco Granello [agen Ranieri] yang memberikan kesempatan pada saya menjadi seorang juara."
"Terima kasih banyak pada Leicester City FC. Petualangan ini luar biasa dan akan terus saya ingat. Terima kasih untuk semua jurnalis dan media yang menikmati dalam melaporkan cerita hebat dalam sepakbola."
"Terima kasih dari dalam hati untuk semua orang di klub, semua pemain, staf, dan semua orang yang menjadi bagian terhadap apa yang kami capai. Tapi khususnya untuk para suporter. Kalian menyimpan saya dalam hati sejak hari pertama dan mencintai saya. Saya juga cinta kalian."
Pada pertandingan selanjutnya, Leicester akan menjalani pertandingan menghadapi Liverpool. Untuk sementara, klub bermarkas di King Power Stadium tersebut akan ditangani oleh Craig Shakespeare. Sementara itu, mantan pelatih Inter Milan dan Manchester City Roberto Mancini difavoritkan menjadi pelatih permanen pengganti Ranieri.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Pertandingan Chelsea vs Swansea City: Skor 3-1
Liga Inggris 25 Februari 2017, 23:58
-
Henry Kecam Pemecatan Claudio Ranieri: Gila!
Liga Inggris 25 Februari 2017, 23:00
-
Santi Cazorla Tak Tahu Kapan Bakal Pulih
Liga Inggris 25 Februari 2017, 22:40
-
Evra: Tidak Ada Masalah dengan Luis Suarez
Liga Inggris 25 Februari 2017, 22:20
-
Selamat Tinggal Dari Ranieri Untuk Leicester
Liga Inggris 25 Februari 2017, 22:15
LATEST UPDATE
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55























KOMENTAR