Bola.net - Manajer Manchester City Roberto Mancini menyesali kekalahan 0-1 dari Swansea City (11/3). Itu membuat Manchester City dikudeta dari puncak klasemen sementara Premier League oleh Manchester United dengan selisih satu angka. Akan tetapi, Mancini optimis peluang City menuju tangga juara masih terbuka di 10 laga yang tersisa.
Gol tunggal Luke Moore pada menit ke-82 membuat City takluk di Liberty Stadium dan harus rela berada di bawah United dalam perburuan gelar juara liga musim ini.
"Swansea bermain sangat baik di 30 menit pertama," ujar Mancini. "Mereka tampil agresif dan lebih banyak menguasai bola. Setelah itu, kamilah yang menguasai permainan. Melihat banyaknya peluang, seharusnya kami bisa mencetak gol. Kemudian, kami membuat kesalahan di menit-menit akhir dan kebobolan satu gol."
"Menciptakan peluang saja tidak cukup, tapi kami harus mencetak gol. Jika tidak bisa mencetak gol dan ditambah kelalaian di lini belakang, beginilah jadinya. Kami tak boleh mengulangi permainan seperti ini lagi."
Mancini mengungkapkan alasannya menggantikan Gareth Barry dengan Sergio Aguero di babak pertama.
"Kami mendominasi penguasaan bola, dan dibutuhkan tambahan striker untuk memaksimalkannya. Tidak mudah bagi Mario Balotelli bekerja sendirian di depan, jadi saya melakukan pergantian itu."
Meski tertinggal dari United, Mancini optimis bahwa City masih bisa merengkuh gelar juara liga musim ini, gelar yang tak pernah lagi hadir di Eastlands sejak 1968 silam.
"Masih ada banyak pertandingan tersisa, jadi penting bagi kami untuk kembali mencetak gol dan memenangi pertandingan. Kami masih punya energi untuk kembali ke puncak klasemen."
"Semuanya tergantung pada diri kami sendiri. Dengan 10 pertandingan tersisa, segala kemungkinan masih bisa terjadi," pungkas Mancini. (mcfc/gia)
Gol tunggal Luke Moore pada menit ke-82 membuat City takluk di Liberty Stadium dan harus rela berada di bawah United dalam perburuan gelar juara liga musim ini.
"Swansea bermain sangat baik di 30 menit pertama," ujar Mancini. "Mereka tampil agresif dan lebih banyak menguasai bola. Setelah itu, kamilah yang menguasai permainan. Melihat banyaknya peluang, seharusnya kami bisa mencetak gol. Kemudian, kami membuat kesalahan di menit-menit akhir dan kebobolan satu gol."
"Menciptakan peluang saja tidak cukup, tapi kami harus mencetak gol. Jika tidak bisa mencetak gol dan ditambah kelalaian di lini belakang, beginilah jadinya. Kami tak boleh mengulangi permainan seperti ini lagi."
Mancini mengungkapkan alasannya menggantikan Gareth Barry dengan Sergio Aguero di babak pertama.
"Kami mendominasi penguasaan bola, dan dibutuhkan tambahan striker untuk memaksimalkannya. Tidak mudah bagi Mario Balotelli bekerja sendirian di depan, jadi saya melakukan pergantian itu."
Meski tertinggal dari United, Mancini optimis bahwa City masih bisa merengkuh gelar juara liga musim ini, gelar yang tak pernah lagi hadir di Eastlands sejak 1968 silam.
"Masih ada banyak pertandingan tersisa, jadi penting bagi kami untuk kembali mencetak gol dan memenangi pertandingan. Kami masih punya energi untuk kembali ke puncak klasemen."
"Semuanya tergantung pada diri kami sendiri. Dengan 10 pertandingan tersisa, segala kemungkinan masih bisa terjadi," pungkas Mancini. (mcfc/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Lengkap Thomas Cup dan Uber Cup 2026
Bulu Tangkis 25 April 2026, 22:59
-
Timnas Indonesia Resmi Hadapi Oman di Jakarta pada FIFA Matchday 5 Juni 2026
Tim Nasional 25 April 2026, 22:22
-
Klasemen Pembalap Red Bull Rookies Cup 2026
Otomotif 25 April 2026, 21:55
-
Nonton Live Streaming Liga Inggris: Arsenal vs Newcastle
Liga Inggris 25 April 2026, 20:58
LATEST EDITORIAL
-
9 Pelatih Terbaik Chelsea Sejak 2000-an
Editorial 24 April 2026, 15:46
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46




















KOMENTAR