
Bola.net - Dedikasi Cristiano Ronaldo terhadap sepak bola tak perlu diragukan lagi. Hal itulah yang diungkapkan oleh eks rekannya di Manchester United, Nicky Butt.
Pada 2003 silam, Ronaldo yang baru berusia 18 tahun membuat sensasi dengan direkrut United seharga 12,24 juta poundsterling. Nilai itu membuatnya menjadi remaja termahal dalam sejarah sepak bola Inggris.
Keputusan United terbukti sangat jitu. Ronaldo sukses menjelma jadi salah satu pesepakbola terhebat sepanjang sejarah berkat sederet prestasi yang ia torehkan.
Penilaian Nicky Butt
Dalam kata pengantar yang ia tulis untuk buku bertajuk 'Viva Ronaldo!: The Second Coming of Cristiano' karangan Harry Harris, Butt pun memberikan penilaiannya terhadap dedikasi CR7.
“Ronaldo muncul sebagai seorang jenius tetapi bukan hanya tentang bakatnya yang membawanya ke puncak. Sering dikatakan bahwa pemain tertentu bekerja keras, bertahan untuk beberapa latihan ekstra atau untuk melatih teknik mereka, tetapi dengan Cristiano itu adalah dedikasi total, komitmen total, dan kerja keras total," tulis Butt seperti dikutip The Sun.
“Dia tidak memiliki fisik yang diberikan Tuhan, itu tidak diberikan, dia bekerja keras untuk mencapainya. Dia benar-benar datang kepada kami sebagai anak muda kurus kurus, dan bekerja keras untuk mendapatkan fisik itu selama bertahun-tahun,"
Tuntutan Premier League
Bagi Butt, Ronaldo melakukan aktivitas untuk memperbesar badannya karena itu merupakan tuntutan dari Premier League yang memang sangat mengandalkan fisik.
“Dia harus mencapai tingkat kekuatan fisik yang baru karena Premier League menuntutnya, dan dia memiliki banyak kesempatan untuk melihat secara langsung betapa fisik dan tangguhnya saat dia melawan, bahkan dalam latihan, orang-orang seperti Roy Keane dan Jaap Stam,"
“Kami juga akan melihatnya bekerja tanpa henti pada tendangan bebasnya dan dia akan memberi tahu kami tentang sesuatu yang telah dia lihat di suatu tempat, dan dia ingin menyempurnakannya, dan dia akan bekerja lagi tanpa henti sampai dia melakukannya.
Kisah Nicky Butt
Butt pun mengisahkan bahwa pelatih United saat itu, Sir Alex Ferguson kerap memaksa Ronaldo untuk menghentikan latihan karena takut itu akan membuatnya terlalu kelelahan.
“Dia adalah orang terakhir yang meninggalkan gedung. Faktanya, Anda tidak bisa mengeluarkannya dari lapangan latihan saat dia bekerja tanpa henti pada tekniknya, karena kami semua berjalan keluar dia membawa sekantong bola untuk melatih teknik tersebut," ungkap Butt.
“Kami akan makan siang di kantin atau bersiap-siap untuk pulang dan Anda bisa mendengar suara Sir Alex berteriak di lapangan latihan pada pukul dua atau tiga sore, meneriaki Cristiano bahwa sudah waktunya untuk keluar lapangan karena 'kita memiliki pertandingan dalam dua hari - cukup untuk sekarang'!"
Klasemen Premier League
Sumber: The Sun
Jangan Lewatkan!
- Sopir Cristiano Ronaldo Rela Menunggu 7 Jam untuk Isi Bahan Bakar Mobil Mewah, Hasilnya Zonk!
- Chant #VIVARONALDO Berkumandang, Yuk Intip Keriuhan Fans MU di Laga vs Villarreal
- Jesse Lingard Offside, Gol Cristiano Ronaldo di Laga MU vs Villarreal Harusnya Dianulir?
- Wow! Cristiano Ronaldo Ternyata Sudah Yakin Betul Bakal Bobol Gawang Villarreal
- Jadi Pahlawan Kemenangan Dramatis MU, Cristiano Ronaldo: Inilah Mengapa Saya Kembali!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Main di Hari Sabtu, Solskjaer Mencak-mencak
Liga Inggris 1 Oktober 2021, 21:15
-
Pengakuan Solskjaer: MU Lemah Kena Serangan Balik
Liga Inggris 1 Oktober 2021, 21:04
-
Donny van de Beek Kedapatan Ngambek, Begini Kata Solskjaer
Liga Inggris 1 Oktober 2021, 20:43
-
Kehilangan Ronaldo, Apa yang Kini Dilakukan Juventus?
Liga Italia 1 Oktober 2021, 18:58
LATEST UPDATE
-
Arsenal Tersandung dan Dituding Kena Mental, Arteta Membantah!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 05:30
-
Jalan Pulang Lionel Messi ke Barcelona
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 05:00
-
Hasil Al Nassr vs Al Hazm: Dua Gol Ronaldo Genapkan Kemenangan 4-0
Asia 22 Februari 2026, 04:27
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 22 Februari 2026
Voli 22 Februari 2026, 04:00
-
Man of the Match Lecce vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 22 Februari 2026, 03:18
-
Pertandingan 'Gila' di Championship: Wrexham Jungkalkan Ipswich Town 5-3
Liga Inggris 22 Februari 2026, 03:02
-
Man of the Match Osasuna vs Madrid: Ante Budimir
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:47
-
Man of the Match Chelsea vs Burnley: Joao Pedro
Liga Inggris 22 Februari 2026, 02:41
-
Hasil Osasuna vs Madrid: Bobol Menit Akhir, Los Blancos Tersungkur di El Sadar
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:38
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR