
Bola.net - Awal karier Liam Rosenior sebagai manajer Premier League berjalan mengesankan. Dalam empat pekan pertamanya bersama Chelsea, ia langsung menghadapi ujian besar yang berujung hasil krusial.
Kemenangan comeback 3-2 atas West Ham pada Sabtu menjadi kemenangan liga ketiga beruntun sejak Rosenior menggantikan Enzo Maresca awal Januari. Hasil itu sekaligus mengangkat Chelsea ke empat besar klasemen.
Laga tersebut juga menegaskan ciri awal kepemimpinan Rosenior. Keputusan berani di tengah pertandingan, khususnya pada jeda babak, kembali menjadi faktor penentu.
Pergantian Pemain Paruh Waktu Ubah Arah Laga

Chelsea tertinggal 2-0 setelah tampil lemah di babak pertama. Rotasi besar usai laga Liga Champions melawan Napoli membuat West Ham, yang sedang terancam degradasi, tampil dominan dan layak unggul.
Rosenior merespons dengan tiga pergantian pemain saat turun minum. Marc Cucurella dan Joao Pedro, yang masuk dari bangku cadangan, masing-masing mencetak gol untuk menyamakan kedudukan.
Kebangkitan itu dituntaskan oleh Enzo Fernandez lewat gol penentu di masa tambahan waktu. Kemenangan ini menjadi comeback pertama Chelsea dari ketertinggalan dua gol untuk menang di Premier League.
Mentalitas Jadi Penekanan Rosenior

Usai laga, Rosenior menepis anggapan bahwa kunci kemenangan semata terletak pada pergantian pemain. Ia lebih menyoroti sikap dan respons para pemain sejak kedatangannya.
“Pembelajaran terbesar saya adalah ada semangat, perlawanan, dan ketangguhan dalam grup ini yang sangat saya sukai,” kata Rosenior. “Saya menuntut itu sejak hari pertama datang.”
Ia menambahkan bahwa pembicaraan di dalam tim berfokus pada reaksi terhadap situasi sulit. “Kami berbicara tentang bereaksi positif terhadap kemunduran, tentang respons saat kehilangan bola, pressing, energi, dan intensitas."
"Semua itu ada di babak kedua, yang tidak terlihat di babak pertama. Saya tidak mengaitkannya hanya dengan perubahan yang saya lakukan.”
Rotasi, Risiko, dan Evaluasi Skuad
Ada kritik terhadap performa Chelsea di babak pertama, termasuk keputusan melakukan banyak perubahan susunan pemain. Seluruh sisi kiri tim dinilai terlibat dalam dua gol West Ham dan ditarik keluar saat jeda.
Rosenior menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak ditujukan pada individu tertentu. “Para pemain yang keluar akan disorot, tetapi itu bukan sepenuhnya kesalahan mereka. Itu adalah performa kolektif yang buruk di babak pertama,” ujarnya.
“Para pemain tahu, mendukung saya, saya bisa membuat perubahan lebih awal. Itu tidak berarti mereka keluar dari pertimbangan saya.”
Pergantian cepat memang menjadi ciri Rosenior, baik di Chelsea maupun sebelumnya di Strasbourg. Dalam laga-laga awalnya, perubahan dari bangku cadangan kerap memberi dampak langsung.
Hasil Cepat, Tantangan Jangka Panjang
Rosenior kini menjadi manajer Inggris keempat yang memenangkan tiga laga Premier League pertamanya. Ia juga telah meraih enam kemenangan dari tujuh pertandingan di semua kompetisi.
Namun, sejumlah pihak menilai masalah kedalaman skuad masih menjadi tantangan. Mantan kiper Chelsea, Rob Green, menilai jarak kualitas antara pemain inti dan pelapis masih terasa.
“Rosenior memperbaiki kesalahan di babak kedua, tetapi dia punya masalah yang sama seperti Enzo Maresca,” kata Green. “Pemain yang tidak masuk starting XI jaraknya cukup jauh dari pemain utama.”
Chelsea kini berada di posisi keempat dan masih bersaing di empat kompetisi. Mereka harus kembali membalikkan keadaan saat menghadapi Arsenal di leg kedua semifinal Piala Liga, setelah kalah 2-3 pada leg pertama di Stamford Bridge.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Arsenal Kembali Menang, Arteta Kirim Pesan Tegas ke Para Pesaing
- Michael Carrick Ingin Pulangkan Marcus Rashford ke Man United, tapi Jalan Terjal Menanti
- Kapan Bursa Transfer Januari 2026 Ditutup? Simak Jadwal Lengkapnya
- Rapor Pemain Liverpool vs Newcastle: Hugo Ekitike Bintangnya, Florian Wirtz On Fire, Ibrahima Konate Luar Biasa Meski Berduka
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Start Impresif Liam Rosenior: Pergantian Pemain Berani Antar Chelsea ke Empat Besar
Liga Inggris 1 Februari 2026, 14:57
-
Main Buruk, Pelatih Chelsea: Saya Sendiri Akan Mencemooh Tim
Liga Italia 1 Februari 2026, 08:30
-
Rating Pemain dari Aksi Comeback Dramatis Chelsea
Liga Inggris 1 Februari 2026, 03:15
LATEST UPDATE
-
Hasil Bali United vs Sabah FC: Tuan Rumah Kalah 1-2 dari Wakil Malaysia
Bola Indonesia 13 Agustus 2026, 21:27
-
Analisis Komposisi Ideal Lini Tengah Barcelona 2026/2027
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 21:12
-
India Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia, Lebih Memilih Lawan Brasil
Tim Nasional 13 Agustus 2026, 20:04
-
Jadwal Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027, Start Kontra Borneo FC
Bola Indonesia 13 Agustus 2026, 17:37
-
Bruno Guimaraes Langsung Tunjukkan Karakter dan Kualitasnya Bersama Arsenal
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 17:25
-
Update eFootball 2027: Banyak Fitur Baru yang Menarik, Bisa Bikin Turnamen
Bolatainment 13 Agustus 2026, 16:48
-
Pertandingan Pertama Lionel Messi Setelah Sang Ayah Wafat
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 16:17
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR