
Bola.net - Mohamed Salah menutup perjalanan panjangnya bersama Liverpool dengan cara yang emosional di Anfield. Dalam laga terakhir Premier League melawan Brentford, Minggu (24/5/2026) malam WIB, winger asal Mesir itu resmi memainkan pertandingan terakhirnya sebelum ditarik keluar pada menit ke-74.
Perpisahan itu terasa semakin spesial karena Salah turut menyumbang assist untuk gol Curtis Jones yang membantu Liverpool mengamankan tiket Champions League. Seluruh stadion berdiri memberi tepuk tangan saat namanya dipanggil keluar lapangan.
Selama sembilan musim berseragam The Reds, Salah mempersembahkan sembilan trofi bergengsi, termasuk Premier League dan Liga Champions. Sebelum kick-off, tribun Kop bahkan membentangkan mosaik besar bertuliskan “Mo 11” sebagai penghormatan terakhir untuk sang bintang.
Di balik reputasinya sebagai pemain yang selalu tampil garang di atas lapangan, Salah ternyata menyimpan emosi yang sulit ia sembunyikan di momen perpisahan ini.
Air Mata Mo Salah
Thank you, Mo and Robbo 🫶 pic.twitter.com/VkSqBCgzpe
— Liverpool FC (@LFC) May 24, 2026
Sesaat sebelum meninggalkan lapangan, Salah bersujud lalu mencium rumput Anfield untuk terakhir kali. Rekan-rekannya langsung menghampiri dan memeluknya di tengah suasana stadion yang penuh haru.
Keputusan meninggalkan Liverpool rupanya jauh lebih berat dari yang terlihat. Salah mengaku dirinya beberapa kali menangis, termasuk saat berada di tempat latihan.
"Saya banyak menangis. Saya pikir lebih banyak daripada yang saya lakukan sepanjang hidup saya! Namun sangat sulit untuk meninggalkan tempat seperti ini," ungkapnya di situs resmi klub.
"Saya juga menangis sedikit di lapangan latihan. Saya bukan tipe pria yang emosional, kalian tidak sering melihatnya di media. Kalian selalu melihat saya tangguh, agresif, tetapi di dalam diri saya, saya menerimanya seperti seorang bayi. Ini sangat rumit," kata Mohamed Salah.
Pesan dari Ruang Ganti untuk Masa Depan Liverpool

Perpisahan itu juga menjadi akhir perjalanan Andy Robertson bersama Liverpool. Bek kiri asal Skotlandia tersebut menutup masa baktinya setelah bertahun-tahun menjadi bagian penting era sukses klub.
Salah menilai generasi mereka berhasil membawa Liverpool kembali ke level tertinggi. Karena itu, ia berharap mentalitas yang sama tetap dijaga oleh para pemain yang masih bertahan di ruang ganti.
"Kami meninggalkan masa muda kami di sini, berbagi segalanya dari awal hingga akhir. Kami bahkan tidak bermimpi tentang apa yang kami miliki, tetapi kami melakukannya untuk klub ini. Kami menempatkannya kembali ke tempat yang semestinya," ujar Salah.
"Ini adalah pesan kami kepada para pemain di ruang ganti. Lihat, klub sekarang berjuang untuk segalanya. Para penggemar tidak akan menerima yang kurang dari itu. Mereka tidak terlalu peduli dengan hasil selama Anda berkeringat dan memberikan darah Anda di sini. Mereka akan mencintai Anda selamanya," lanjutnya,
"Jadi ini pesan saya untuk kalian: ini bukan tentang bakat, ini tentang segalanya. Inilah mengapa Robertson mungkin dicintai lebih dari siapa pun, karena dia hanya memberikan segalanya di lapangan dan penggemar mencintainya karena itu. Rumit untuk meninggalkan Liverpool, tetapi inilah hidup dan kita harus move on," tambahnya.
Cinta Istimewa dari Anfield
🇪🇬👑❤️ pic.twitter.com/ki5PDxRhi3
— Liverpool FC (@LFC) May 24, 2026
Hasil imbang melawan Brentford memastikan Liverpool finis di peringkat kelima klasemen akhir dan lolos ke Champions League musim depan. Itu menjadi penutup yang cukup manis di tengah suasana emosional yang menyelimuti Anfield.
Kontribusi Salah selama hampir satu dekade jelas akan sulit dilupakan. Empat Sepatu Emas, sederet trofi, dan konsistensinya membuat nama Salah punya tempat khusus di hati para pendukung Liverpool.
"Ya, saya merasa ini adalah hidup. Saya melihat ke belakang dan berpikir, 'Apakah mereka menginginkan lebih dari apa yang telah saya capai?' Tidak juga. Secara kolektif dan individu, kami memenangkan semuanya. Hal terpenting saat kami pergi – Anda bisa melihatnya seperti hari ini – penggemar menghargai apa yang telah Anda lakukan untuk klub, saya dan dia. Ini adalah hal terpenting," tutur Salah.
"Ini bukan seperti, 'Oh, ayolah, pergi saja. Kami tidak menginginkanmu lagi.' Tidak, Anda melihat cinta dari para penggemar. Ini adalah hal terpenting bagi saya," lanjutnya.
Liverpool kini memasuki era baru tanpa dua pemain senior mereka. Sementara itu, para suporter hanya bisa berharap generasi berikutnya mampu menjaga standar tinggi yang selama ini ditinggalkan Mohamed Salah dan Andy Robertson di Anfield.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR