
Bola.net - Manchester United dikenal sebagai klub yang punya tradisi panjang dalam memaksimalkan talenta dari akademi. Dari era Busby Babes hingga Class of '92, darah muda selalu jadi bagian penting dalam sejarah sukses klub.
Kini, di bawah arahan Ruben Amorim, komitmen terhadap pemain muda kembali ditekankan. Pelatih asal Portugal ini melihat masa depan klub tak bisa dilepaskan dari peran penting akademi.
Setelah kegagalan menjuarai Liga Europa, Man United harus mengatur ulang rencana. Absennya tiket Liga Champions jadi pertimbangan utama dalam menyusun skuat musim depan, termasuk memberi ruang lebih besar untuk pemain muda.
Amorim menegaskan bahwa pembangunan tim tak hanya bergantung pada transfer besar. Ia ingin mengembangkan pemain yang sudah ada, termasuk dari akademi, sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang.
Tanpa Liga Champions, Fokus Dialihkan ke Akademi

Manchester United harus menelan kekecewaan setelah gagal meraih gelar Liga Europa musim lalu. Kegagalan itu sekaligus menutup pintu mereka menuju Liga Champions musim depan.
Namun bagi Ruben Amorim, situasi ini bukanlah akhir. Ia sudah menyiapkan dua skenario sejak awal, baik dengan maupun tanpa Liga Champions sebagai bekal menyusun masa depan tim.
“Kami selalu menyiapkan dua rencana,” ujar Amorim dalam konferensi pers di Malaysia.
“Dengan dan tanpa Liga Champions. Tanpa Liga Champions, kami juga tidak membutuhkan skuad yang terlalu besar.”
“Kami bisa mengontrol skuat dengan lebih baik. Kemudian kami punya rencana, yaitu mendatangkan beberapa pemain baru, tapi rencana utama kami adalah meningkatkan kualitas tim yang sudah ada, termasuk dari akademi,” sambungnya.
Tradisi Akademi Man United Tidak Boleh Terhenti

Dalam sejarah panjang Manchester United, akademi selalu menjadi pilar utama kesuksesan klub. Ruben Amorim sadar betul akan pentingnya peran tersebut dalam membentuk fondasi tim masa depan.
Namun, dengan regulasi Financial Fair Play yang membatasi pergerakan belanja klub, akademi semakin relevan sebagai sumber daya internal yang bisa dimaksimalkan. Amorim pun menegaskan bahwa MU harus bertahan dan berkembang bersama pemain-pemain muda.
“Akademi itu adalah masa lalu, jadi bisa juga menjadi masa depan. Tidak bisa banyak berubah karena ada Financial Fair Play, kami tidak bisa melakukan banyak hal, bahkan jika lolos ke Liga Champions, jadi kami sudah siap.”
“Yang penting adalah tetap bersatu. Kami akan menghadapi kesulitan, semuanya tidak akan langsung sempurna, tapi saya bisa melihat tim ini berkembang dan itu yang paling penting,” tegasnya.
Amorim Waspadai Tekanan Besar untuk Pemain Muda
Meski percaya pada potensi pemain muda, Amorim juga menyadari risiko besar yang menanti mereka. Salah satunya adalah tekanan publik dan sorotan media sosial yang bisa membebani mental para pemain belia.
Amorim pun tidak ingin membebani mereka dengan ekspektasi berlebih. Ia menolak menyebutkan nama secara spesifik, namun yakin bahwa semua pemain muda punya peluang jika bisa memanfaatkannya dengan baik.
“Salah satu masalahnya adalah kita terlalu menekan mereka sejak awal dan sekarang ada media sosial serta tekanan besar di sekitar anak-anak muda,” kata Amorim. “Ini sulit untuk dikendalikan. Saya tidak ingin menyebut nama siapa pun tapi saya percaya pada semuanya, dan terkadang, seperti yang kamu bilang, akan ada kejutan.”
“Ini adalah klub besar dan itu pertanyaan besar, terkadang kita menaruh anak-anak muda kita di atas panggung terlalu tinggi dan itu hal penting yang harus diubah, karena kita perlu mengontrol hal itu,” tambahnya.
Sumber: ManUtd.com
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
- Daftar Skuad MU untuk Melawan ASEAN All Star: Gabungan Pemain Senior dan Youngster
- Tanpa Tim Degradasi, Manchester United Jadi Juru Kunci Premier League
- 6 Pemain Manchester United yang Layak Dicoret
- Gosip Transfer: Bruno Fernandes Jadi Target Baru Bayern Munchen
- Rapor Manchester United 2024/2025: 5, Tanpa Trofi dan Banyak Kegagalan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liam Delap Segera Putuskan Pilihan: MU atau Chelsea?
Liga Inggris 27 Mei 2025, 22:07
-
Ngenes! MU Harus Nyicil Mahar Transfer Matheus Cunha Selama 2 Tahun
Liga Inggris 27 Mei 2025, 21:49
-
Aston Villa Pulangkan Marcus Rashford ke MU, Tapi Bakal Cabut Lagi
Liga Inggris 27 Mei 2025, 21:36
LATEST UPDATE
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR