
Bola.net - Liverpool membuat dua manuver penting di bursa transfer dalam sepekan terakhir. Setelah membeli Thiago Alcantara dari Bayern Munchen, Liverpool juga membeli Diogo Jota dan Wolves.
Langkah Liverpool di bursa transfer sempat diragukan. Hal ini tidak lepas dari kegagalan The Reds membeli Timo Werner dari RB Leipzig.
Penyerang 24 tahun diketahui sejak lama menjalin kontak dengan Jurgen Klopp. Bahkan, Liverpool mampu mencapai kesepakatan personal dengan Timo Werner.
Hanya saja, transfer ini gagal lantaran Liverpool tidak punya cukup uang untuk membayarnya. Liverpool tidak sanggup menebus klausul 52 juta euro di kontrak Tomo Werner. Chelsea lalu datang membuat tawaran.
Thiago dan Jota Resmi
Liverpool beruntung punya Direktur Olahraga bernama Michael Edwards. Dia melakukan tugas dengan baik dalam kesepakatan transfer Thiago dan Jota.
Pada kasus Thiago, Edwards membuat situasi sangat menguntungkan bagi Liverpool. Pemain 29 tahun itu dibeli dengan harga 20 juta pounds. Liverpool membayarnya secara bertahan, 5 juta pounds per tahun. Dicicil empat kali.
Bersamaan dengan transfer Thiago, Liverpool juga melepas Rhian Brewster ke Crystal Palace dengan harga 20 juta pounds dan klausul buy back.
— Liverpool FC (@LFC) September 19, 2020
Pada kasus Diogo Jota, Edwards juga mendapatkan deal yang bagus. Pemain asal Portugal itu dibeli dengan harga 40 juta pounds. Akan tetapi, Liverpool memakai Ki-Jana Hoever untuk membayarnya.
Jota dari Wolves pindah ke Liverpool. Ki-Jana Hoever dari Liverpool pindah ke Wolves.
Lalu, bagaimana formasi Liverpool jika Thiago dan Diogo Jota bermain sebagai pemain inti?
Fabinho Jadi Bek Tengah

Masuknya Thiago membuat Jurgen Klopp punya banyak opsi di lini tengah. Manajer asal Jerman itu mengatakan bahwa Gini Wijnaldum tetap akan di tim dan tidak akan menjadi korban dari transfer ini.
Namun, jika kedatangan Thiago harus memakan korban, maka Fabinho lah orangnya. Pemain asal Brasil ini bisa digeser dari posisinya sebagai gelandang bertahan. Thiago akan mengambil alih.
Lalu, apakah Fabinho akan duduk di bangku cadangan? Tidak. Mantan pemain AS Monaco bisa bermain sebagai bek tengah. Melihat performa Joe Gomez yang tidak cukup baik, Fabinho bisa menjadi tandem Virgil van Dijk.
Di Mana Posisi Diogo Jota?

Diogo Jota mewakili tipe pemain depan modern. Sebab, dia mampu memainkan banyak peran di lini depan dengan sama baiknya. Selain penyerang tengah, pemain 23 tahun bisa bermain sebagai winger kiri.
Jika mencadangkan Sadio Mane untuk memberi tempat bagi Diogo Jota bukan opsi yang tepat, bagaimana jika mereka bermain bersamaan?
Ya, Sadio Mane bisa bermain sebagai winger kanan. Lalu, winger kiri diperankan Diogo Jota. Mohamed Salah menjadi penyerang tengah dan Roberto Firmino berada di belakangnya.
Formasi yang dipakai adalah 4-2-3-1. Formasi ini menang jarang dipakai Jurgen Klopp. Akan tetapi, jika ingin memainkan Thiago dan Diogo Jota bersamaan tanpa mengubah keterlibatan pemain kunci lain, formasi ini bisa menjadi pilihan.
Simak grafisnya di bawah ini ya Bolaneters.
Formasi 4-2-3-1 dengan Thago dan Diogo Jota
Perkiraan formasi Liverpool dengan Thiago dan Jota (c) Build Line-up
Bagaimana menurut Bolaneters?
Baca Ini Juga:
- Liverpool Resmikan Transfer Diogo Jota
- Frank Lampard Puas Punya Sosok Pemimpin Seperti Thiago Silva di Skuadnya
- Chelsea vs Liverpool, Kenapa Timo Werner Tolak The Reds Demi The Blues?
- Link Live Streaming Manchester United vs Crystal Palace di Mola TV
- Mengagumi 'Sweet Combo' James Rodriguez dan Carlo Ancelotti
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Alasan Diogo Jota Pilih Gabung Liverpool
Liga Inggris 19 September 2020, 23:56
-
Gabung Liverpool, ini Janji Diogo Jota untuk Fans Liverpool
Liga Inggris 19 September 2020, 23:35
-
Thiago dan Jota Resmi: Seperti Apa Line-up Liverpool Jika Keduanya Pemain Inti?
Liga Inggris 19 September 2020, 23:24
-
Liverpool Resmikan Transfer Diogo Jota
Liga Inggris 19 September 2020, 23:07
-
Chelsea vs Liverpool, Kenapa Timo Werner Tolak The Reds Demi The Blues?
Liga Inggris 19 September 2020, 22:05
LATEST UPDATE
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09






















KOMENTAR