Update Kasus 115 Dakwaan Man City: CEO Premier League Richard Masters Akui Prosesnya Lebih Lama dari Perkiraan

Update Kasus 115 Dakwaan Man City: CEO Premier League Richard Masters Akui Prosesnya Lebih Lama dari Perkiraan
Pemain Manchester City Omar Marmoush (tengah) merayakan gol bersama Erling Haaland (kiri) pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Brentford, 9 Mei 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester City masih menunggu putusan terkait 115 dakwaan pelanggaran keuangan dari Premier League. Kasus yang mencuat pada Februari 2023 itu belum juga memiliki jadwal keputusan resmi.

Sidang berlangsung selama 12 minggu pada September hingga Desember 2024. Setelah itu, proses pemeriksaan bukti dan penyusunan putusan terus berjalan tanpa kepastian waktu.

City tetap membantah seluruh tuduhan dan terus beraktivitas seperti biasa. Mereka bahkan telah mengeluarkan sekitar £690 juta untuk pemain dan meraih enam trofi bergengsi sejak didakwa.

Lamanya proses tersebut membuat rival-rival City frustrasi. CEO Premier League, Richard Masters, juga mengakui bahwa proses ini berjalan lebih lama dari perkiraan.

1 dari 2 halaman

Richard Masters Tak Bisa Beri Kepastian

Reaksi penyerang Manchester City, Erling Haaland setelah melihat gawang The Citizens dibobol Everton pada lanjutan Liga Inggris, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Reaksi penyerang Manchester City, Erling Haaland setelah melihat gawang The Citizens dibobol Everton pada lanjutan Liga Inggris, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Masters menegaskan Premier League belum dapat memberikan informasi mengenai perkembangan maupun waktu putusan. Ia menyebut proses tersebut harus berjalan sesuai prosedur dan tetap bersifat rahasia.

"Aturan kami sangat jelas mengenai hal itu. Saya harus menjaga kerahasiaan segalanya sampai kami siap menjatuhkan keputusan dan menyampaikannya secara jelas. Saya tidak bisa memberikan informasi terbaru mengenai waktu atau perkembangan situasinya," ujar Masters kepada Sky News.

Masters memahami rasa frustrasi yang muncul akibat lamanya proses tersebut. Namun, ia menegaskan tidak ada pilihan selain menunggu hingga seluruh prosedur selesai.

"Hanya ada satu jalan keluar untuk masalah ini, yaitu membiarkan prosesnya berjalan sebagaimana mestinya. Proses ini memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan, dan saya sangat memahami rasa frustrasi yang muncul," sambung Masters.

2 dari 2 halaman

Rival Masih Harus Menunggu

Selebrasi Enzo Fernandez usai Chelsea mengalahkan Tottenham di Stamford Bridge, 20 Mei 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Selebrasi Enzo Fernandez usai Chelsea mengalahkan Tottenham di Stamford Bridge, 20 Mei 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Pada Juni, Tottenham, Arsenal, Liverpool, dan Manchester United disebut berpotensi menuntut kompensasi hingga £100 juta jika City dinyatakan bersalah. Untuk saat ini, rencana tersebut belum dapat berjalan karena keputusan kasus belum keluar.

Masters juga membandingkan kasus City dengan perkara Chelsea yang berakhir dengan denda £10 juta dan larangan transfer yang ditangguhkan. Ia menilai kedua kasus tersebut berbeda dari sisi bukti dan proses penanganannya.

"Dalam situasi Chelsea, pelanggaran tersebut terjadi di masa lalu. Kasusnya sangat berbeda dengan pelanggaran PSR. Terkait Chelsea, pemilik baru secara proaktif menyerahkan semua informasi, dan kami memutuskan untuk membuat kesepakatan sanksi," ucap Masters.

"Menurut saya, perbedaan utamanya terletak pada bukti yang tersedia dan minimnya saksi; tidak ada satu pun orang yang terlibat dalam pembayaran tersebut yang masih berada di klub, kami tidak dapat mewawancarai mereka, dan bukti-bukti yang ada pun tidak lengkap," jelas Masters.

Sumber: Sportbible


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL