
Bola.net - Laga semifinal Liga Champions antara Arsenal dan Atletico Madrid (1-1) tidak hanya panas di atas lapangan. Ketegangan sudah terasa bahkan sebelum pertandingan dimulai di Stadion Metropolitano.
Arsenal datang dengan persiapan matang, tetapi juga membawa kecurigaan terhadap kondisi lapangan yang mereka anggap tidak biasa. Situasi ini memicu langkah yang jarang terjadi dalam pertandingan level tertinggi Eropa.
Permintaan resmi kepada UEFA diajukan hanya beberapa jam sebelum kick-off. Hal tersebut membuka babak baru dalam duel yang sudah sarat tekanan dan strategi.
Arsenal Curiga Taktik Atletico

Arsenal mengambil langkah tidak lazim dengan meminta UEFA melakukan inspeksi lapangan secara resmi. Permintaan itu muncul setelah mereka merasa kondisi rumput tidak sesuai saat sesi peninjauan pra-pertandingan.
Kecurigaan utama mengarah pada tinggi rumput yang dianggap dapat mengganggu gaya bermain cepat Arsenal. Mereka menduga kondisi tersebut sengaja diatur untuk menguntungkan Atletico Madrid.
Jurnalis Guillem Balague mengungkapkan situasi tersebut dalam laporan pra-pertandingan.
"Saya perlu memberi tahu Anda tentang ‘perang rumput’ yang terjadi sekitar satu jam lalu. Arsenal, staf lapangan mereka, datang dan merasa rumputnya terlalu tinggi. Mereka tidak senang dengan itu."
"Mereka meminta UEFA untuk benar-benar mengukurnya. Mereka tidak puas. Mereka merasa itu adalah bagian dari taktik ‘dark arts’ yang dibuat oleh Simeone."
Namun setelah pemeriksaan dilakukan, UEFA memastikan bahwa tinggi rumput berada dalam batas yang diizinkan.
Keluhan Lama dan Dampaknya di Lapangan
Kecurigaan terhadap kondisi lapangan Metropolitano bukan hal baru. Atletico Madrid sebelumnya juga mendapat sorotan serupa dari tim lain di kompetisi Eropa.
Barcelona sempat mengeluhkan panjang rumput yang dianggap memperlambat aliran bola. Bahkan pelatih Hansi Flick terlihat berdiskusi dengan delegasi pertandingan UEFA terkait hal tersebut.
Tottenham juga mengalami situasi serupa, dengan dugaan bahwa lapangan disiram berlebihan untuk menciptakan permukaan yang lambat. Meski begitu, pihak Atletico selalu membantah tudingan tersebut.
Di tengah kontroversi tersebut, pertandingan akhirnya berakhir imbang 1-1. Viktor Gyokeres membuka skor lewat penalti sebelum Julian Alvarez menyamakan kedudukan dengan cara yang sama.
Hasil ini membuat peluang kedua tim masih terbuka. Arsenal akan berharap kondisi lapangan di leg kedua di Emirates lebih sesuai dengan gaya permainan mereka.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lagi-Lagi Ada Kontroversi VAR di Liga Champions
Liga Champions 30 April 2026, 23:03
-
Jagoan! Arsenal 13 Laga Tak Terkalahkan di Liga Champions
Liga Champions 30 April 2026, 19:49
LATEST UPDATE
-
Imam Sudjarwo Lepas Timnas Voli Putra Indonesia dan Putri U-18
Voli 18 Juni 2026, 15:10
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Brasil vs Haiti 20 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 14:26
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Turki vs Paraguay 20 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 14:03
-
Man of the Match Uzbekistan vs Kolombia: Luis Diaz
Piala Dunia 18 Juni 2026, 12:27
-
BRI Region 13 Malang Salurkan 125 Paket Sembako Melalui Majelis Agung GKJW
News 18 Juni 2026, 12:14
-
Hasil Uzbekistan vs Kolombia: Luiz Diaz Pimpin Kemenangan Los Cafeteros
Piala Dunia 18 Juni 2026, 11:01
-
Man of the Match Ghana vs Panama: Antoine Semenyo
Piala Dunia 18 Juni 2026, 10:56
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28
























KOMENTAR