
Bola.net - Manajer Arsenal, Arsene Wenger, mengecam cara media massa mengemas berita seputar klubnya, yang menurutnya turut membentuk persepsi negatif para fans.
Selama musim panas kemarin, The Gunners dan Wenger memang kerap menuai kritik pedas dari para pendukungnya sendiri. Gerak lamban di bursa transfer, serta kekalahan di laga pembuka Premier League menjadi alasannya.
Hal itu dinilai Wenger membentuk opini publik terkait adanya krisis di tubuh klub Meriam London. Puasa gelar selama bertahun-tahun turut mempertajam rasa pesimis para fans. Atas hal tersebut, sang arsitek pun menuding media sebagai pencuci otak para suporter di Emirates Stadium.
"Media secara umum telah setidaknya mencuci otak Emirates. Mungkin seperti itu, saya tidak tahu pasti penyebabnya, karena kami belum memenangkan trofi selama beberapa tahun dan semuanya menjadi negatif," tukas Wenger.
"Kami kalah di satu laga sejak awal Maret. Karena itu, kritik saat ini justru mengejutkan. Namun kami menang pada laga Liga Champions di kandang Bayern Munich. Kami juga baru menang di Fenerbahce."
Wenger mengakui jika hal-hal seperti ini merupakan situasi yang harus dihadapinya di dunia sepakbola. Selain itu, ia juga berbicara mengenai kondisi peredaran berita dan pengaruh terhadap para konsumen mereka.
"Orang-orang selalu menginginkan berita. KIta hidup dalam sebuah dunia yang sangat menarik, namun juga sangat berlebihan. Ketika orang tidak loyal, anda mengkritiknya. Saat mereka loyal, anda berkata mereka terlalu jauh. Selalu ada reaksi berlebih." [initial] (gl/atg)
Selama musim panas kemarin, The Gunners dan Wenger memang kerap menuai kritik pedas dari para pendukungnya sendiri. Gerak lamban di bursa transfer, serta kekalahan di laga pembuka Premier League menjadi alasannya.
Hal itu dinilai Wenger membentuk opini publik terkait adanya krisis di tubuh klub Meriam London. Puasa gelar selama bertahun-tahun turut mempertajam rasa pesimis para fans. Atas hal tersebut, sang arsitek pun menuding media sebagai pencuci otak para suporter di Emirates Stadium.
"Media secara umum telah setidaknya mencuci otak Emirates. Mungkin seperti itu, saya tidak tahu pasti penyebabnya, karena kami belum memenangkan trofi selama beberapa tahun dan semuanya menjadi negatif," tukas Wenger.
"Kami kalah di satu laga sejak awal Maret. Karena itu, kritik saat ini justru mengejutkan. Namun kami menang pada laga Liga Champions di kandang Bayern Munich. Kami juga baru menang di Fenerbahce."
Wenger mengakui jika hal-hal seperti ini merupakan situasi yang harus dihadapinya di dunia sepakbola. Selain itu, ia juga berbicara mengenai kondisi peredaran berita dan pengaruh terhadap para konsumen mereka.
"Orang-orang selalu menginginkan berita. KIta hidup dalam sebuah dunia yang sangat menarik, namun juga sangat berlebihan. Ketika orang tidak loyal, anda mengkritiknya. Saat mereka loyal, anda berkata mereka terlalu jauh. Selalu ada reaksi berlebih." [initial] (gl/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Wenger: Arsenal Akan Beli Pemain Spesial
Liga Inggris 26 Agustus 2013, 20:50
-
Wenger: Media Mencuci Otak Fans Arsenal!
Liga Inggris 26 Agustus 2013, 16:40
-
Ashley Williams Tolak Pinangan Arsenal
Liga Inggris 26 Agustus 2013, 13:20
-
Juve Usir Arsenal dan United Jauhi Pogba
Liga Italia 26 Agustus 2013, 11:55
-
Di Maria Jadi Prioritas Transfer Arsenal
Liga Inggris 26 Agustus 2013, 02:35
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 11 Juli 2026, 00:14
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 10 Juli 2026, 22:19
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR