
Bola.net - Antonio Conte kembali diserang kritik usai Inter Milan hanya bermain imbang 2-2 pada kunjungan ke markas AS Roma, duel pekan ke-17 Serie A 2020/21, Stadio Olimpico, Minggu (10/1/2021).
Laga ini seharusnya bisa jadi milik Inter. Mereka tertinggal terlebih dahulu, tapi bisa berbalik unggul 2-1 di babak kedua. Namun, Antonio Conte memilih bermain aman, bukan memburu gol ketiga.
Conte membuat sejumlah pergantian pemain yang dikritik fans. Usai pergantian ini permainan Inter berubah, tempo menurun, kehilangan kontrol, dan akhirnya Roma bisa menyamakan kedudukan.
⌛ | FULL TIME
— Inter (@Inter_en) January 10, 2021
It finishes level at the Olimpico ⚖️#RomaInter 2️⃣-2️⃣#FORZAINTER ⚫️🔵 pic.twitter.com/4YLHFP7qKJ
Hasil ini tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen sementara. Inter masih di peringkat ke-2 dengan 37 poin, Roma satu setrip di bawahnya dengan 34 poin.
Setidaknya ada lima pelajaran yang bisa dipetik dari duel imbang grande partita kali ini. Scroll ke bawah yuk, Bolaneters!
Conte main aman
Inter lagi-lagi menunjukkan masalah yang sama. Mereka menggebrak terlebih dahulu tapi tidak bisa bikin gol, akhirnya justru kebobolan.
Setelah kebobolan barulah Inter meningkatkan tempo menggempur Roma dan bisa berbalik unggul 2-1. Seharusnya saat itu momentum dipegang Inter.
Sayangnya Conte mengambil keputusan lain. Dia meminta timnya bermain aman setelah unggul, tempo permainan Inter menurun, jadilah Roma berbalik melawan.
Seharusnya Inter mendapatkan momentum untuk mencetak gol ketiga dan menuntaskan pertandingan, tapi bukan itu yang terjadi.
Bek yang bikin gol
📊 | RECORD
— Inter (@Inter_en) January 10, 2021
Achraf Hakimi has scored more goals (six) than any other defender in Europe's Top-5 leagues this season 💪⚽#RomaInter ⚫️🔵 #FORZAINTER pic.twitter.com/CjmdOBd4wL
Inter punya dua striker top: Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez. Nahasnya, justru dua bek yang mencetak gol pada laga ini: Milan Skriniar dan Achraf Hakimi.
Lukaku masih bermain baik, tapi tidak mendapatkan banyak peluang matang karena kurang suplai dari lini tengah. Lautaro lebih buruk, beberapa kali mendapatkan peluang matang, tapi finishingnya mengecewakan.
Sebaliknya, nyawa Inter ada pada bek-bek sayap mereka musim ini. Hakimi tampil impresif, berani menusuk ke depan dan mencetak gol, tapi entah mengapa Conte menariknya.
Perjuangan Roma
⭐️ @LorePelle7: MotM - @OfficialASRoma 2⃣-2⃣ Inter
— WhoScored.com (@WhoScored) January 10, 2021
🏹 Shots - 2
⚽️ Goals - 1
🔐 Key Passes - 3
🧠 Interceptions - 2
🤕 Times Fouled - 2
🤤 Dribbles - 1
📈 Rating - 8.07 pic.twitter.com/KkQYlApt5n
Roma tidak terlalu diperhatikan musim ini, tapi performa mereka sebenarnya terbilang apik. Saat ini Roma ada di peringkat ketiga klasemen sementara.
Roma bisa unggul terlebih dahulu pada laga ini, sempat tertekan dan tertinggal, tapi bisa menyamakan kedudukan menjelang akhir pertandingan. Ini membuktikan perjuangan Paulo Fonseca.
Musim ini kekuatan Roma terbagi rata. Setiap penyerang bisa mencetak gol, dan suplai dari lini tengah puh cukup untuk para penyerang.
Pergantian pemain ala Conte
Pergantian pemain Conte jadi sorotan, lagi-lagi dikritik. Dia mengganti banyak pemain ketika Inter unggul 2-1. Pergantian ini bermaksud mempertahankan skor, bukan menambah skor.,
Hakim ditarik untuk Aleksandar Kolarov, Lautaro ditarik untuk Ivan Perisic, dan Vidal digantikan oleh Roberto Gagliardini. Tiga pergantian pemain ini mengubah permainan Inter.
Akibatnya Nerazzurri kehilangan kontrol, membiarkan Roma membawa bola, dan akhirnya kebobolan gol kedua. Conte harus bertanggung jawab untuk hasil ini.
Kehilangan poin
Kedua tim berbagi poin pada laga ini, hasil yang adil. Namun, sebenarnya lebih terasa bak kekalahan bagi Inter.
Inter masih di peringkat ke-2 klasemen sementara dengan 37 poin, tapi selisih dengan AC Milan di puncak klasemen melebar jadi 3 poin. Untungnya musim masih panjang, masih ada banyak kejutan.
Inter pun menunjukkan masalah yang sama seperti laga-laga sebelumnya. Mereka butuh dicambuk untuk bermain apik dan mencetak gol.
Suplai bola untuk para penyerang pun minim, dan finishing Lautaro masih buruk.
Sumber: Bola
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pelajaran dari Duel Inter Milan vs AS Roma: Conte Main Aman, Bek yang Bikin Gol
Liga Italia 10 Januari 2021, 22:59
-
Inter Batal Menang, Suara Fans: Salute Conte, Pergantian Pemain Aneh!
Liga Italia 10 Januari 2021, 21:10
-
Hasil Pertandingan AS Roma vs Inter Milan: Skor 2-2
Liga Italia 10 Januari 2021, 20:27
-
Inter Milan Kelimpungan dan Keok, Conte: Pertandingan Aneh
Liga Italia 7 Januari 2021, 05:00
-
Ratapan Interisti Usai Inter Milan Dijegal Sampdoria: Malu Sama Burung!
Bolatainment 7 Januari 2021, 02:42
LATEST UPDATE
-
Cocok dengan Barcelona, Fermin Lopez Doakan Julian Alvarez Mendarat di Camp Nou
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 18:30
-
Marcus Rashford Mantapkan Hati Lanjut Bersama Manchester United
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 18:15
-
Fermin Lopez Benarkan Serahkan Nomor 16 Barcelona ke Rodri: Dia Layak Mengenakannya!
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 18:00
-
Memancing di Air Keruh, MU Coba Bajak Gavi dari Barcelona
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 17:45
-
Santiago Gimenez Selangkah Lebih Dekat Tinggalkan AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 17:30
-
Jalan Terjal Persib Menuju ACL Two 2026/2027: Hadapi Manila Digger dan Sanksi AFC
Bola Indonesia 18 Agustus 2026, 17:21
-
Tolak Galatasaray, MU Kebut Kontrak Baru Bruno Fernandes
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 17:14
-
KapanLagi Korea dan Kkuljaem Rayakan Kemerdekaan lewat Kelas Bahasa Korea Interaktif
Lain Lain 18 Agustus 2026, 16:42
-
Uji Coba RANS Nusantara vs Arema FC di Kanjuruhan, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
Bola Indonesia 18 Agustus 2026, 15:55
-
Saga Rafael Leao Memanas: AS Roma Muncul sebagai Jalan Keluar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 15:44
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59






















KOMENTAR